Marak Pelecehan Seksual di KRL, Kamu yang Perempuan Wajib Lakukan 6 Hal Ini

18 Desember 2017
|Chandra W.
0SHARES

Beberapa waktu yang lalu, sebuah cerita pelecehan seksual yang terjadi di KRL viral dan mau tidak mau menyadarkan kita bahwa hal ini benar-benar terjadi di sekitar kita. Seorang pengguna Instagram bernama Virginia Rapp menceritakan kejadian yang ia lihat di KRL dalam instastory-nya. Ia melihat seorang lelaki menggesek-gesekkan alat kelaminnya ke pantat seorang perempuan di depannya.

Virginia sudah memberi kode kepada korban, sayang yang diberi kode tidak sadar. Virginia lalu menelepon ayahnya dan menunjukkan wajah pelaku melalui video-call. Pelaku yang sadar kelakuan bejatnya diketahui orang, mencakar tangan Virginia dan bahkan mengejarnya setelah turun di stasiun Bekasi. Bagaimana kalau kita sendiri yang mengalami atau menyaksikannya ya, girls? Apa yang sebaiknya dilakukan?

1. Jangan panik, sebisa mungkin menjauh dari pelaku

Ketika menjumpai seseorang yang terlihat mencurigakan, sebisa mungkin ambil posisi tidak bersebelahan atau dekat dengan mereka. Jika sudah terlanjur berdekatan, berusahalah untuk tetap tenang. Kita nggak pernah tahu apa yang bisa mereka lakukan kepada orang yang memergoki perilakunya. 

2. Minta tolong atau memberitahu korban

Jika posisimu adalah sebagai korban, beritahu orang-orang di sebelahmu. Pelaku pelecehan seksual pasti takut banget kalau kepergok sama banyak orang. Kalau posisimu sebagai saksi, beritahu korban dengan isyarat atau kamu bisa mengetik di handphonemu dan menunjukannya kepada korban. Diam nggak menyelesaikan masalah. Kalau kamu melihat sesuatu yang nggak benar dan diam saja, kamu sama saja dengan pelaku kekerasan.

3. Menghubungi teman atau keluarga terdekat

Seperti Virginia yang menghubungi ayahnya, kamu juga harus memberitahu keluarga terdekat supaya keluargamu atau temanmu dapat mengambil langkah yang diperlukan sekiranya kamu sampai kenapa-kenapa. Semoga sih nggak sampai begitu. Tapi, buat jaga-jaga, ini penting.

4. Membawa pepper spray atau cutter untuk keadaan darurat

Dengan maraknya pelecehan seksual yang bisa terjadi di mana saja, tangan kosong mungkin terlalu berisiko untuk menghadapi pelaku yang bisa saja lebih kuat atau membawa senjata. Lindungi dirimu sendiri dengan membawa pepper spray atau cutter atau apa saja yang menurutmu dapat menyelamatkanmu di keadaan darurat

5. Belajar bela diri kalau ada waktu

Beberapa orang mungkin ada yang kepingin menolong saat melihat aksi pelecehan seksual terjadi, tapi mereka takut bakal jadi korban juga atau merasa kurang kuat untuk bisa menolong. Bisa juga lingkungan menjadi apatis karena “yaudahlah bukan gue ini yang kena,”.

Nah kalau sudah begini kamu nggak punya pilihan lain selain melawan dengan kekuatan fisik. Belajar bela diri deh kalau sempat. Kita nggak tahu kapan kejadian seperti itu akan menimpa kita. Ada baiknya untuk selalu berjaga-jaga untuk kemungkinan terburuk.

6. Segera lapor pada pihak berwajib

Kalau bisa, ambil foto wajah pelaku pelecehan seksual dan sebarkan di media sosial supaya nggak ada korban selanjutnya. Kemudian segera laporkan kepada pihak terkait, bisa polisi, petugas keamanan di stasiun, bahkan petugas di kereta. Jangan sampai pelaku merajalela karena merasa aman tidak ada yang melaporkannya. Pokoknya sebisa mungkin bikin pelaku merasa jera. 

Semoga kita semua dilindungi dari para pelaku pelecehan seksual ya. Baik perempuan maupun laki-laki. Soalnya belum lama ini juga ada berita bahwa pelecehan seksual tidak hanya menyasar korban perempuan. Ada seorang laki-laki yang diremas kemaluannya oleh pelaku yang juga laki-laki. Duh tambah seram ya kan. Meski begitu, hingga kini korban perempuan masih mendominasi statistik korban pelecehan seksual. Hati-hati, girls! 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES