Marak Bullying di Indonesia, Kedatangan David Beckham Tawarkan Solusi dan Sebarkan Semangat Anti Bullying

30 Maret 2018
|Chandra W.
767SHARES

Baru-baru ini mantan pesebak bola dunia David Beckham mengunjungi Indonesia dalam rangka menyebarkan semangat anti bullying dalam perannya sebagai UNICEF Goodwill Ambassador. Ia mengunjungi SMPN 17 Semarang dan bertemu dengan Sri Pundati, murid sekaligus penyintas perundungan. Bullying atau perundungan telah menjadi masalah serius dalam dunia pendidikan di Indonesia.

1. Dalam rentang waktu enam tahun yaitu 2011-2017, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima lebih dari 26 ribu aduan perundungan

Artinya rata-rata setiap tahun terjadi lebih dari empat ribu kasus perundungan. Itu baru jumlah yang dilaporkan. Perundungan saat ini bukan hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga melalui internet, terutama media sosial (cyber bullying). Kemajuan teknologi justru membuat pelaku semakin mudah merundung orang lain.

2. Tahun 2017, perundungan yang terjadi di Thamrin City menunjukkan bahwa keadaan sudah darurat, harus ada yang segera dibenahi

Masih ingat dengan video viral siswa sekolah yang dirundung di sebuah mal di Jakarta? Dalam video tersebut korban dimaki-maki dan disuruh mencium tangan pelaku. Sedihnya, banyak yang menonton bahkan merekamnya juga. Orang-orang yang hanya menonton dan merekam tanpa melakukan apa-apa ini disebut ‘bystander’. Dalam fenomena perundungan, bystander juga berperan dalam memperburuk keadaan, karena mereka idealnya melakukan sesuatu untuk menyelamatkan korban.

3. Dampak perundungan bagi korbannya sangat beragam, dari trauma sampai bunuh diri

Jika perundungan terjadi di sekolah, kemungkinan pertamanya korban tidak ingin masuk sekolah. Ketika ditanya mengapa, bisa saja korban takut mengungkapkan yang sebenarnya. Tak sampai di situ saja, korban bisa depresi, cenderung berubah menjadi pendiam, trauma, psikosomatis (merasakan sakit karena tekanan psikis), hingga suicide bullying (bunuh diri karena dibully).

4. Korban bahkan bisa saja menjadi pelaku di masa depan karena adanya keinginan untuk balas dendam

Mata rantai ini tidak akan terputus jika tidak ada penanganan serius baik dari orangtua, sekolah, serta institusi pemerintah maupun non pemerintah. Oleh karena itu 7 Fund, program bantuan dari David Beckham beserta UNICEF membantu melatih pelaku dan korban perundungan agar dapat sama-sama mengedukasi terutama siswa sekolah dan guru juga orangtua tentang apa itu perundungan dan cara mencegahnya. Program ini telah diikuti lebih dari 7000 anak dan berhasil menurunkan angka perundungan hingga sepertiganya.

5. Salah satu sekolah yang dikunjungi David Beckham adalah SMPN 17 Semarang di mana ia bertemu dengan penyintas perundungan, Sri Pundita

Sri Pundita telah ‘ditunjuk’ sebagai agen untuk mengatasi dan mencegah perundungan di sekolahnya. Beckham dan Sri pun berbagi cerita serta mencari solusi-solusi yang bisa diterapkan agar kelak perundungan bisa benar-benar dituntaskan.

Jika suatu saat kamu menjadi korban perundungan, jangan takut untuk melawan atau setidaknya melaporkan ke orangtua atau pihak yang kamu percayai. Jika kamu menyaksikan aksi perundungan, sebisa mungkin hentikan. Jangan jadi pihak yang punya kapasitas untuk melakukan sesuatu, tapi memilih diam.

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
767SHARES