Marahan Sama Pacar Diem-dieman? Justru Masalahmu Akan Makin Runyam!

14 Oktober 2017
|Chandra W.
0SHARES

Ketika dua orang menjalin hubungan percintaan, sebut saja pacaran, nggak mungkin segalanya akan berjalan dengan adem ayem terus. Akan tiba suatu momen di mana dua orang itu tidak sependapat dalam memandang dan bersikap terhadap sesuatu. Bagaimana cara menyikapi masalah itulah yang akan menentukan keberlanjutan hubungan kalian berdua selanjutnya. Adakah di antara kamu yang suka mendiamkan atau mungkin didiamkan pacar saat hubungan mulai memanas karena ada masalah tertentu? Hmm. Coba dipikirkan lagi. Kenapa kamu atau pacar memilih untuk mendiamkan satu sama lain saat ada masalah?

1. Sebagian mungkin berpikir beberapa hal akan lenyap begitu saja seiring berjalannya waktu.

Sayangnya, dunia nggak berjalan seperti itu, sayang. Ambil contoh ketika kamu rindu seseorang dan tahu nggak akan bisa bertemu dalam waktu yang lama. Apakah di antara hari pertama kamu rindu sampai sehari sebelum bertemu, rindunya berkurang? Malah bertambah 'kan? Begitu juga ketika ada masalah dan kamu memilih mengambil sikap diam. Kalau memudar sementara, iya. Tapi masalahnya akan tetap ada di sana sampai saat kamu berani menghadapinya.

2. Terus menerus mengambil sikap diam berarti kamu sedang 'menabung' masalah dalam kapsul bom waktu.

Dengan mengambil sikap diam, kalian berdua seolah menganggap bahwa masalah itu sudah selesai dan dilupakan. Tapi, di kemudian hari justru masalah yang tidak pernah dibahas ini akan muncul sebagai senjata perlawanan saat salah satu dari kalian berdua udah nggak tahan lagi sama keadaan.

3. Beberapa orang juga mendiamkan pasangannya dengan harapan si pasangan sadar telah melakukan kesalahan, lalu meminta maaf.

Untuk mengontrol gitu lah kira-kira. Lah memangnya kalau hanya minta maaf dan memaafkan, masalahnya kelar? Nggak juga 'kan? Kenapa nggak diomongin aja lalu mencari jalan tengah? Sikap diam ini nggak adil lho buat pasanganmu. Ngambek? Udah basi. Sekarang zamannya mengeluarkan pendapat, termasuk dalam berpacaran. Demi hubungan yang lebih langgeng lho!

4. Beberapa orang lainnya takut berdebat dan berargumen sama pacar, jadi "mending diem aja deh daripada salah."

Whoa, whoa, itu kesalahan besar. Kalau kamu memilih diam karena takut berargumen, kasihan perasaanmu. Jadi tambah tertekan. Nggak adil juga buat pasangan, karena dia nggak ngerti apa-apa dan bingung menghadapimu yang diam saja. Mending diomongin aja 'kan. Wajarlah kalau pacaran beda pendapat, berantem, tapi habis itu masalahnya selesai. Daripada menggantung?

5. Jangan beralasan diam adalah emas. Terkadang, diam itu mematikan.

Diam adalah emas adalah ketika kamu ngomongin orang yang bebal. Kalau dalam berpacaran kamu masih memegang prinsip itu, beuh, jangan harap akan bertahan selamanya deh. Satu tahun aja udah bersyukur tuh. Sadar nggak sih kalau dengan sikap diam kalian berdua itu, hubungan kalian akan merenggang dengan sendirinya karena sama-sama nggak tahu maunya apa.

6. Kamu bukan dukun, begitu juga dia. Jangan disimpan dalam hati saja.

Ketika ada masalah dan kamu cerita, itu menunjukkan bahwa kamu menghargai pasanganmu. Kalau ada masalah malah diam, ya ngapain punya pacar? Inget, pasanganmu bukan dukun yang bisa membaca pikiran dan tahu apa yang kamu inginkan tanpa kamu membicarakannya. Kalau kamu nggak ngomong, dia nggak bakal tahu lah.

7. Dibikin simpel aja. Kalau ada sesuatu ya tinggal bilang, masalah nanti beda pendapat atau gimana, yang penting kamu sudah mengutarakan maksudmu.

Plis, jangan jadi orang yang selalu pengennya dingertiin sebelum ada usaha mengkomunikasikan ke pihak yang dimaksud. Belum tentu responnya akan seburuk yang kamu pikirkan. Berpikir positif aja, semua masalah pasti punya jalan keluar. Lebih baik adu argumen daripada terkungkung dalam diam yang menenggelamkan.

8. Kalau memang butuh waktu untuk introspeksi diri sebelum me-review hubungan, silakan. Tapi, tentukan batas waktu.

Mungkin kamu atau pasanganmu adalah tipikal orang yang meledak ketika marah. Makanya ketika kalian sedang marah, kalian memilih untuk diam sejenak demi mencegah keluarnya kata-kata yang tidak mengenakkan. Nggak apa-apa, ambil waktu sejenak untuk mendinginkan kepala, tapi tentukan batas waktu. Sampai kapan kalian instrospeksi diri masing-masing, kapan akan mulai membicarakan kembali masalahnya.

Dengan saling mengomunikasikan keinginan, kamu dan pacar akan terhindar dari segala macam kesalahpahaman yang sepele. Selain itu, kalian juga akan lebih terbuka dan mengerti apa yang harus dilakukan untuk melangkah ke depan bersama-sama. Ke jenjang yang lebih serius, misalnya. Jadi mulai sekarang, jangan diem aja ya kalau ada masalah. Ngomong, biar bisa cari jalan keluar bareng-bareng.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES