Lupakan Salju dan Foto Kece, 6 Hal Ini yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Kuliah di Jerman

22 Mei 2018
|Chandra W.

Hari gini, siapa sih yang nggak ingin kuliah di luar negeri dengan beasiswa? Salah satu negara paling diincar untuk beasiswa kuliah S2 di luar negeri adalah Jerman. Sebab, katanya di negeri ini selain pendidikannya sangat bagus, warganya juga bahagia.

Buat kita yang di Indonesia, kuliah di luar negeri terutama negara Eropa adalah sesuatu yang prestisius. Dalam bayangan banyak orang, hanya ada salju, raincoat, makanan enak dan teman-teman dari seluruh dunia. Padahal, di balik kesenangan itu ada perjuangan yang nggak main-main. Sebelum memutuskan untuk melamar beasiswa ke Jerman, ada baiknya kamu mempertimbangkan beberapa hal yang mungkin saat ini belum terbayang.

1. Kamu akan menjadi minoritas dan ini adalah hal yang nggak terelakkan

Pernahkah kamu mendengar nama Livi Zheng? Ia adalah sutradara Indonesia, asli Blitar, Jawa Timur yang sudah mendunia. Livi menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Ketika hendak mulai membuat film, ia dianggap tidak mampu hanya karena ia 'perempuan dan orang Asia'. Nah kira-kira stigma seperti inilah yang mungkin akan kamu terima di luar negeri. Tanpa bermaksud rasis, bisa saja kamu dianggap remeh karena orang Asia, dan beragama tertentu misalnya. Apalagi dengan isu terorisme di seluruh dunia. Beribadah juga tak semudah di Indonesia. 

2. Kecocokan lidah dengan makanan setempat

Taruhan deh, orang Indonesia kalau nggak suka pedas pun pasti tetap doyan sambal. Iya, sambal yang nggak pedas juga. Di Jerman, apakah kamu bisa menemukan sambal dengan cita rasa nusantara? Ya pasti bisa, tapi sulit dan harganya mahal. Kamu lalu berpikir, 'kan bisa beli bahan-bahannya sendiri lalu membuat sambal sendiri'. Nggak semua bahan-bahan untuk membuat sambal mudah didapat. Kalaupun ada, harganya pasti jauh lebih mahal.

Padahal kamu mahasiswa yang hidupnya bergantung pada beasiswa. Ketidakcocokan lidah adalah salah satu hal yang paling membuat seseorang merasa homesick, kangen rumah. Jadi kalau kamu termasuk orang yang gampang homesick dan lidahnya juga susah menyesuaikan, pikir lagi. 

3. Menjadi pekerja paruh waktu

Sebenarnya rata-rata biaya kuliah S1 dan S2 di Jerman gratis, jadi kamu hanya tinggal mencari beasiswa untuk biaya hidup. Jika kepepet, kamu juga bisa bekerja penuh waktu pada libur musim panas atau paruh waktu pada hari biasa. Tapi kamu juga harus ingat bahwa sistem pendidikan di Jerman sangat disiplin dan kalau nggak fokus, bisa-bisa malah nggak lulus. Kan percuma, kuliah jauh-jauh malah di-DO. 

4. Kemahiran berbahasa Jerman

Bahasa utama yang digunakan di Jerman adalah bahasa Jerman dan level yang harus dikuasai mahasiswa internasional untuk mengambil kuliah dengan pengantar bahasa Jerman adalah level C1. Supaya kamu nggak gagu di sana dan bikin malu Indonesia, kamu bisa mempersiapkan diri dengan mengikuti les bahasa Jerman level A1-B1. Seterusnya bisa kamu latih di negara aslinya. 

5. Melatih kedisiplinan

Kalau kamu termasuk orang Indonesia yang nyaman dengan jam karet, siap-siap deh kalau perlu latihan dulu mendisiplinkan diri sejak dalam pikiran. Budaya Jerman yang patut ditiru adalah tepat waktunya. Jadwal kedatangan trem dan kereta nggak pernah terlambat lebih dari lima menit. Sementara itu, orang-orang Jerman kalau janjian bertemu dengan seseorang biasanya datang 15 menit lebih awal dari waktu yang ditentukan. Misal, janji pukul satu siang. Maka mereka sudah ada di tempat bertemu pukul 12.45. Kamu sudah siap belum?

6. Cuaca dingin

Kalau kena AC atau kipas angin saja kamu sudah pilek, coba bayangkan jika kamu mengalami musim dingin di Jerman yang suhunya mencapai nol derajat Celcius. Tentu kamu bisa mempersiapkan baju hangat, minuman hangat, dan lain-lain. Tapi tetap saja, tubuh harus beradaptasi dan berjuang ekstra keras untuk menyesuaikan dengan cuaca yang bisa dibilang ekstrem dibandingkan dengan di Indonesia. Barangkali kamu yang memiliki penyakit bawaan seperti asma bisa berpikir ulang untuk melanjutkan pendidikan di negara 4 musim. 

Jadi, hal-hal yang terlihat indah di mata tentang kuliah di Jerman itu hanya ada di permukaan saja. Ada banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum kuliah di sana. Setelah mempertimbangkan dengan matang, barulah kamu bisa memutuskan. Semoga sukses ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
SHARES