Kisah Orang-orang Penemu Bayi Ini Akan Membuat Matamu Berkaca-kaca!

01 Januari 2017
|Ani Nur Cholifah
Life
0SHARES

Tuhan berikan rezeki bukan hanya dalam bentuk uang atau pekerjaan. Tapi bisa melalui teman yang baik, kesehatan, umur yang bermanfaat bahkan seorang anak. Anak adalah titipan serta anugerah yang Tuhan berikan. Banyak di luar sana yang menginginkan seorang anak. Mereka sampai mencoba berbagai cara demi memiliki seorang anak. Tetapi di luar sana banyak orang yang membuang anaknya. Sebagian besar mereka yang membuang anaknya tersebut dituding akibat hubungan gelapnya. Kalau kamu menemukan bayi akan kamu asuh atau titipkan ke panti asuhan bayi tersebut? Kali ini YuKepo akan membahas tentang kisah para penemu bayi yang membesarkannya tanpa pamrih. Kisah nyata ini betul ada lho. Yuk langsung baca!

1. Pengemis di Cina adopsi 30 bayi terlantar

Seorang nenek tua yang berusia 88 tahun asal Cina ini sungguh luar biasa. Beliau bernama Lou, bekerja sebagai pemulung sampah, suami Lou Xiaoying telah meninggal 17 tahun yang lalu. Kondisi ekonomi yang serba dalam keterbatasan dan kekurangan beliau ini tidak mematahkan semangat Lou dapat mengadopsi 30 bayi sejak tahun 1972. Sering kali bayi yang beliau temukan dari tempat sampah atau di pinggiran jalan. Kisah inspirasi Lou ini sempat menarik perhatian publik. Seorang pemulung yang sudah tua tersebut memang bukan orang yang punya kekuasaan tinggi atau penghasilan besar. Tapi Lou memiliki hati seakan-akan lebih mahal dari emas karena mau menyelamatkan kehidupan bayi tersebut. Mengasuh bayi seorang diri bukan hal yang mudah, terkadang bila ada yang bersedia mengadopsi anak-anak tersebut. Lou memberikan ijin dengan alasan untuk kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak yang beliau asuh.

2. Banyak warga yang siap mengasuh bayi yang terlantar di Jogja

Seorang staf salah satu puskesmas di Jogja, menemukan seorang bayi yang terdampar di pinggiran jalan. Bayi perempuan tersebut lucu dan menggemaskan. Karena lucunya warga setempat siap untuk mengadopsi anak itu. Tapi staf puskesmas sendiri tidak berani memberikan bayi tersebut begitu saja. Bayi ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim polisi untuk mencari siapa pelaku pembuangan bayi tersebut. Untuk sementara waktu bayi tersebut masih dirawat oleh staf puskesmas dan tinggal di puskesmas tersebut.

3. Bayi laki-laki sebagai tanggung jawab nenek

Seorang petani bernama Saputan atau sering dipanggil Mbah Yem berusia 50 tahun. Sebelum menemukan bayi laki-laki di depan terasnya, Mbah Yem sempat bermimpi. Dia bermimpi rumahnya dimasukin ular sebesar kelingking berwarna hitam. Kemudian dia terbang dan mendengar tangisan bayi. Awalnya Mbah Yem takut karena di sekolah rumahnya tidak ada yang memiliki bayi. Dia coba memberanikan diri dan kemudian mengecek keluar teras. Mbah Yem tercengang ketika membuka pintu depan rumahnya, dia melihat bayi yang dibungkus dengan kain berwarna putih. Kemudian dia memanggil tetangga sekitar dan tidak lama ada TNI yang mendatangi rumah Mbah Yem. Dia bermaksud akan merawat bayi tersebut hingga besar. Sosok bayi laki-laki tersebut kelak akan jadi temannya agar Mbah tidak kesepian. Suaminya sudah meninggalkannya 5 tahun yang lalu, anaknya belum pernah menjumpainya selama 3 tahun. Meskipun dengan keterbatasan ekonomi, Mbah Yem yakin bisa membesarkan bayi yang akan dia berikan nama Syafei tersebut.

4. Bayi 9 bulan ditemukan pedagang asal Pekanbaru

Basri adalah seorang pedagang berumur 46 tahun warga Pekanbaru ini menemukan gadis mungil yang diperkirakan berusia 9 bulan. Bayi tersebut ditemukan ketika Basri akan pergi ke pasar melewati jembatan Leton III. Dia merasa ada hal yang ganjil waktu melihat tumpukan barang di jembatan. Saat Basri buka salah satu kardus itu ternyata ada gadis mungil tersebut. Kemudian dia bawa pulang ke rumah agar bisa dirawat bersama istri dan satu anak semata wayangnya. Bersyukur, keluarga istrinya juga berhati mulia mau mengurus gadis tersebut. Gak kebayang kalau istrinya ala-ala istri di sinetron yang galak, kemudian menuduh suaminya yang aneh-aneh. 

5. Kantong plastik isi bayi

Seorang gadis ini temukan bayi dalam kantong plastik hitam di pinggir jalan. Awalnya tidak ada yang mengira bahwa isi kantong plastik tersebut adalah bayi mungil. Gadis tersebut mencoba membantu mengeluarkan sang bayi dan menutup badannya dengan kain. Kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Sebenarnya gadis ini ingin merawat bayi mungil tersebut tapi setelah dia melapor ke pihak berwajib. Bayi tersebut masih dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan insentif.

6. Bayi ditemukan di saluran irigasi

Juliani warga desa Sambirejo, seorang ibu yang menemukan bayi. Bayi tersebut  dalam keadaan kotor dan berpasir karena tergeletak tanpa alas maupun balutan kain di permukaan tanah tepat di bawah pohon mahoni, yang berada di tepi parit saluran irigasi. Bayi itu tidak diselimuti kain atau apa pun jadi badannya terlihat dingin dengan ari-ari yang masih menempel. Jualiani siap merawat bayi tersebut sampai nanti akan ada orang yang mengaku sebagai orang tuanya. Tapi kalau tidak ada ibu ini juga akan tetap merawat bayi tersebut. Sungguh mulia. Orang lain aja peduli masa yang melahirkan rela gitu aja?

 

 

 

 

Semoga kisah ini menginspirasi kamu untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik dan tetap peduli dengan sesama. Anak merupakan titipan dan anugerah yang harus dirawat dengan penuh kasih. Bukan sampah yang bisa dengan gampang dibuang. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Ani Nur Cholifah
"Melawan zona nyaman!"
0SHARES