Kisah Imigran Maroko Bisa Jadi Menteri Pendidikan Perancis Ini Bisa Bikin Kamu Termotivasi

10 Oktober 2017
|Chandra W.
Life
0SHARES

Masa kecil yang buruk terkadang membuat seseorang merasa minder dan bahkan tidak punya impian. Kemudian malas-malasan dan tidak berambisi untuk sukses. Lain halnya dengan Najat Belkacem, seorang imigran asal Maroko yang menetap di Perancis sejak usia empat tahun dan berhasil menjabat sebagai Menteri Pendidikan Perancis pada usia yang relatif muda, 37 tahun.

Najat lahir di Maroko pada tahun 1977. Keluarganya termasuk golongan kurang mampu dan oleh karena itu ayahnya mencari pekerjaan di Perancis sedangkan Najat dan kakaknya, Fatiha tetap di Maroko. Saat ayahnya sudah mendapat pekerjaan di Renault, Najat, Fatiha dan ibunya pindah juga ke Perancis.

Dari latar belakang seperti itu, sang ayah yang berpikiran konservatif mendidik Najat dengan kedisiplinan tinggi. Najat tidak boleh banyak main apalagi berpacaran. Buku menjadi pelariannya semasa sekolah. Yang ada hanya belajar, belajar, belajar dan belajar. Berkat kepintarannya, Najat berhasil masuk Institut d’études politiques de Paris di mana ia belajar politik untuk pertama kalinya.

Di sana pula ia bertemu dengan lelaki yang kelak jadi suaminya setelah menyelesaikan program master. Ia aktif dalam dunia politik, terutama yang berkaitan dengan urusan hak asasi manusia, perempuan dan kaum minoritas. Sedikit banyak ini mewakili identitasnya sebagai imigran dan muslim di Perancis.

Namun Najat sendiri mengaku ia bukan hanya berbicara untuk kaum minoritas. Pendidikan yang ia terima selama di Perancis membuatnya berpikiran lebih terbuka dan ingin berkontribusi seutuhnya bagi rakyat Perancis. Tahun 2012 ia terpilih menjadi Menteri Hak Perempuan. Dua tahun kemudian, ia terpilih menjadi Menteri Pendidikan.

Sempat juga Najat menghadapi sindiran dan komentar karena merupakan minoritas yang pertama menjabat di pemerintahan Perancis. Belum lagi latar belakang agamanya. Tapi kembali Najat menegaskan bahwa ia memegang jabatan itu tidak untuk membela satu kaum atau golongan, melainkan untuk seluruh Perancis.

Sumber motivasi banget ya, orang-orang seperti Najat ini. Meskipun berasal dari keluarga biasa, bahkan cenderung tidak mampu dan masa kecilnya dihabiskan dengan menggembalakan kambing milik kakek neneknya di Maroko, ia bisa menjadi orang berpengaruh di Perancis. Tentu semua butuh mental yang kuat dan motivasi hebat, termasuk dari ayahnya yang mendidik Najat dengan disiplin.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES