Kesalahan Desain yang Bikin Posting-an Jadi Tak Berkesan

pixabay.com

Punya banyak kutipan dari film dan buku favorit biasanya membuat kamu ingin membagikannya kepada orang lain. Menjadikannya sebagai quotes yang diunggah ke media sosial juga perlu desain yang menarik. Selain untuk mendapat likes yang banyak, arti dari kutipan tersebut bisa tersampaikan maknanya.

Tapi, tahukah kamu ternyata ada kesalahan yang bisa mengurangi nilai estetik dari desain yang dibuat. Untuk mencegah hal itu terjadi, pahami supaya tida mengulangi kesalahan yang sama.

1. Tipografi tidak proporsional

pixabay.com

Di era digital seperti saat ini, semua hal bisa dijadikan konten. Kesalahan pertama yang membuat desain buatanmu jadi kurang sedap dipandang adalah bentuk tipografi. Jika tidak berhati-hati dalam memindahkan sebuah bentuk, akan menjadi sebuah kekonyolan karena tidak proporsional.

Ellen Lupton, penulis dari Thinking with Type, mengatakan kebiasaan buruk yang harus dihilangkan oleh para desainer adalah jangan melebarkan kata dan huruf untuk memaksanya masuk ke dalam ruang. Meregangkan tipografi baik secara horizontal maupun vertikal, bisa mengubah proporsi. Menjaga bentuk orisinil sebuah tipografi dapat memperjelas makna dari sebuah desain.

2. Menggunakan tanda kutip lurus

pixabay.com

Biasanya, kutipan dari film atau buku selalu menggunakan tanda kutip. Tapi jangan menggunakan tanda kutip lurus alias dumb quotes. Untuk menulis tanda kutip, gunakan bentuk yang melengkung atau yang dikenal dengan smart quotes atau curly quotes.

Dengan menggunakan tanda baca tersebut, kutipan akan terlihat lebih indah. Jika tidak ada jenis teks yang punya tanda kutip melengkung, bisa mencari smart quotes dengan menggunakan shortcut keyboard Win + R. Setelah itu ketik charmap dan tekan enter.

Kamu dapat memilih jenis tanda kutip melengkung untuk ditempelkan pada text kutipan kesukaan. Selain itu, penggunaan smart quote bisa menambah nilai estetika dan visualnya.

3. Italic

pixabay.com

Memiringkan huruf merupakan salah satu cara desainer menandai makna yang seharusnya diterima paling pertama oleh pembacanya. Jika font dan jenis teks yang dipilih tidak memiliki gaya italics, jangan paksa untuk jadi italic. Teknik ini bisa merusak huruf dan menjadikannya telihat jelek. Jenis tulisan miring ini ada sebagai pelengkap pada font saja, tapi tidak jarang jenis italic selalu dijadikan pilihan oleh para desainer.

4. Cek warna latar
pixabay.com

Desain yang indah adalah yang enak dipandang. Warna saling bertabrakan? Tidak masalah. Selagi teks dan gambar bisa dibedakan dengan warna latar dan bisa terbaca, semua desain akan jadi indah. Apalagi pada desain yang berisi kutipan, text sangat tidak bisa dipisahkan dari unsur desainnya. Sehingga, desain jenis tipografi seperti ini berinteraksi dengan unsur desain lain sperti latar belakang.

Untuk kata-kata, penting agar menggunakan warna yang kontras dengan warna latar dan menggunakan teknik clashing colors. Teknik ini bisa digunakan agar warna text bisa melengkapi elemen lain dalam desain, termasuk bagian latar. Warna yang terlalu berbeda dan terlalu sama akan sulit dikenali dan tidak bisa terbaca. Bayangkan jika latarnya berwarna merah terang dengan teks hijau neon, keduanya terlalu mencolok. 

5. Harmoni dengan skema warna
pixabay.com

Jika kesulitan memilih warna, coba mencari palet warna yang ada di Google. Melihat skema warna yang ada dan menerapkannya pada desain bisa menjadi alternatif daripada desain yang dibuat tidak kunjung selesai. Menggabungkan warna teks dengan sebuah skema warna yang sudah ada sehingga lebih terlihat serasi bisa meningkatkan nilai visual.

6. Hindari latar berpola

pixabay.com

Latar berpola dan ramai membuat desain kutipan jadi tidak terbaca. Orang-orang akan terfokus pada gambar latar belakang yang penuh dibandingkan tulisan yang akan disampaikan. Jika mau menggunakan latar berpola dan ramai, tambah shape untuk dijadikan area text.

Dengan begitu, pembaca akan lebih mudah untuk membaca tulisan dalam desainmu. Sebuah latar yang memiliki banyak hal di dalamnya memang sangat bisa memacu orang untuk salah fokus. Tentunya, kita tidak mau membuat pembaca kebingungan dengan desain tidak jelas informasinya ke mana.

7. Menggunakan border sekaligus latar berpola

pixabay.com

Menggunakan border bisa membuat desain tampak tepat pada posisi. Menggunakan border pada desain juga bisa meningkatkan nilai visual. Tetapi, kalau menggunakan border pada latar yang sudah berpola, akan terlihat jenuh. Kecuali mengganti kontras border dengan warna neon agar tampak funky.

Dalam membuat desain, ada banyak teknik dan efek yang menambah estetika. Termasuk efek khusus seperti transparan dan warping. Keduanya biasanya digunakan para desainer karena proses kreatifnya menyenangkan. Saking seringnya, kedua teknik ini berpotensi membuat nilai visual dari desain turun.

Membuat sebuah desain yang menarik membutuhkan praktik yang rutin serta mau mengolah ide yang ada menjadi sebuah visual. Semuanya, tergantung kepada referensi masing-masing untuk mengolah kata menjadi sebuah desain yang berkesan.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Sandingkan Foto Wajah Maruf Amin dan Kakek Sugiono, Netizen ini Dipolisikan GP Ansor | Keepo.me

Sandingkan Foto Wajah Maruf Amin dan Kakek Sugiono, Netizen ini Dipolisikan GP Ansor | Keepo.me

Sneakers Putih Berbahan Kulit yang Worth-it Meski Harganya Agak Mahal

Sneakers Putih Berbahan Kulit yang Worth-it Meski Harganya Agak Mahal

Tak Lagi Canggung, 8 Artis Ini Unggah Foto Bersama Sang Mantan | Keepo.me

Tak Lagi Canggung, 8 Artis Ini Unggah Foto Bersama Sang Mantan | Keepo.me

Wejangan Percintaan dari Selebriti Papan Atas yang Bakal Tepis Kegalauanmu

Wejangan Percintaan dari Selebriti Papan Atas yang Bakal Tepis Kegalauanmu

Buta Sebelah, Pria ini Mengganti Bola Matanya dengan Kamera | Keepo.me

Buta Sebelah, Pria ini Mengganti Bola Matanya dengan Kamera | Keepo.me

Inspirasi Look Pengantin Adat Jawa Ala Pasangan Selebriti Tanah Air

Inspirasi Look Pengantin Adat Jawa Ala Pasangan Selebriti Tanah Air

loading