Kerja Terus Menerus Sampai Meninggal, Inilah Fakta Tentang Karoshi di Jepang

02 Januari 2018
|Yuniar Dwi Setiawati
866SHARES

Anak muda yang memasuki usia produktif memang sudah seharusnya bekerja dan belajar mencukupkan kebutuhannya sendiri. Apalagi jika ia sudah menetapkan tujuannya untuk mencapai sesuatu. Mau tidak mau ya harus mengejar sampai berhasil mendapatkannya. Makanya tidak jarang kita lihat banyak orang rela banting tulang bekerja dari pagi sampai malam demi mendapatkan uang yang banyak, karena ya realita hidup mengatakan segala-galanya butuh uang.

Baru-baru ini dikabarkan seorang pemuda telah meninggal karena bekerja terus menerus tanpa henti. Naoya pria berusia 27 tahun asal Jepang ini meninggalnya dikategorikan sebagai karoshi yaitu kasus kematian karena terlalu banyak bekerja dalam istilah Jepang. Ibunya, Michiyo Nishigaki spontan kaget melihat anak tunggalnya meninggal di usia muda.

Menurut lansiran dari detik.com, setelah lulus kuliah Naoya bekerja di perusahaan telekomunikasi terbesar di Jepang. 2 tahun bekerja, ternyata tekanan mulai muncul dan dialami langsung oleh Naoya. Ia bekerja selama 100 jam per minggu dan mengaku pada ibunya kalau kondisinya sehat tapi nyatanya Naoya sangat kelelahan dan tidak jarang juga ia tidur di kereta. Ia pamit ke ibunya untuk tidur sebentar dan tidak bangun lagi beberapa waktu kemudian.

Kisah di atas adalah gambaran dari karoshi yang faktanya akan dibahas YuKepo lewat uraian berikut ini. Simak yuk!

1. Korban Karoshi kebanyakan merupakan anak muda

Tidak hanya Naoya korban satu-satunya dalam kasus ini. Desember 2015 lalu juga ada seorang wanita berusia 24 tahun bernama Matsuri Takahashi bekerja tanpa henti sampai akhirnya memutuskan bunuh diri. Ia mengungkapkan kalau dirinya jarang tidur dan berpikir bahwa jika tidak bekerja dengan keras, maka ia tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

2. Lembur tapi tidak dapat upah tambahan

Perusahaan Jepang tidak membantah kenyataan ini. Mereka mengakui bahwa ada banyak karyawannya yang bekerja lebih dari 80 jam sebulan dan tidak menerima upah tambahan. Karyawan juga dipandang aneh jika pulang terlebih dulu dari atasannya, makanya tidak heran muncul fenomena karoshi dan banyak karyawan yang punya peluang tinggi meninggal dunia.

3. Terbiasa makan seadanya

Mereka yang bekerja terus menerus sampai meninggal juga diduga hanya makan seadanya. Mereka yang sudah tahu pekerjaan mereka menyita tenaga, waktu dan pikiran tetap saja punya kebiasaan makan makanan instan dan terlalu banyak lemak. Tubuh makin melemah dan penyakit mulai menyerang akhirnya tidak menjadi hal mengejutkan yang menyebabkan mereka meninggal.

4. Pemerintah memprioritaskan kepentingan bisnis

Pemerintah juga menjadi sorotan utama karena persoalan ini. Pemerintah dicap oleh masyarakat hanya memenuhi kepentingan bisnis dan ekonomi tanpa memberikan ruang yang leluasa pada masyarakatnya untuk bekerja dengan waktu yang wajar. Menanggapi hal ini, pemerintah beberapa tahun belakangan ini mulai memberitahu sejumlah perusahaan agar menyuruh pulang karyawannya maksimal sampai jam 7 malam, khususnya mereka yang memiliki anak kecil di rumah.

5. Sengaja meninggal supaya hutang keluarga lunas

Kebutuhan hidup yang tinggi kadang membuat orang Jepang harus berhutang. Salah satu cara melunasi hutang tersebut ialah dengan bekerja keras. Bahkan ada dari mereka yang sengaja menyiksa diri karena tidak kuat menahan tekanan hidup dan berharap keluarga akan mendapat uang asuransi setelah mereka meninggal. Selain itu, keluarga korban juga mendapat kompensasi pertanggungan dari perusahaan yang bersangkutan sehingga bisa dipakai untuk melunasi hutang-hutang yang ada.

Fenomena karoshi ini kiranya cukup terjadi di Jepang ya, dan bukan di Indonesia. Bekerja sah-sah saja tapi dalam waktu yang wajar karena hidup itu tidak melulu soal bekerja tapi juga bersosialisasi dengan orang lain, beristirahat, berolahraga dan sebagainya. Bagi kamu yang masih tergolong usia muda, manfaatkan masa mudamu dengan produktif tapi jangan workaholic ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
100 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Yuniar Dwi Setiawati
Gak Punya Quote Nih!
866SHARES