Kenapa Kita Suka Memelihara Kebiasaan Buruk Meskipun Sudah Tahu Efeknya? Ini Alasannya

17 Februari 2018
|Chandra W.
0SHARES

Coba sebutkan kebiasaan buruk bagi dirimu sendiri dan orang-orang lain yang juga melakukannya. Sebagai contoh kalau di masyarakat kita, pasti banyak yang menyebutkan: merokok, menunda-nunda pekerjaan, hobi makan junk food, memilih menonton televisi ketimbang berolahraga untuk menghabiskan waktu luang.

Padahal kita tahu itu semuanya berakibat buruk. Nggak jarang, kita berniat menghentikan semuanya. Tapi ujung-ujungnya gagal. Kenapa ya?

1. Kebiasaan buruk secara nggak sadar memberikan jaminan kesenangan untuk jangka pendek

Ketika kamu makan junk food, otak melepaskan dopamin yang menghasilkan bahagia. Nah setelah otak mengetahui itu, pasti di waktu selanjutnya ada keinginan untuk kembali bahagia melalui cara yang sudah dikenal. Kayak gini yang akhirnya bisa bikin kamu makan burger lima hari seminggu padahal sudah berjanji pada diri sendiri akan mulai berhenti awal minggu ini.

2. Satu kebiasaan berjalin tangan dengan kebiasaan yang lain membentuk satu lingkaran setan yang membuatmu bingung harus mulai berhenti dari mana

Misal, pulang berkegiatan, kamu langsung menonton tv, lalu tiba-tiba sudah malam, akhirnya kamu mandi dan tidur. Akhirnya kamu merasa nggak pernah punya waktu untuk olahraga. Selain itu, sambil menonton televisi kamu juga ngemil. Nah lho dari satu kebiasaan buruk, sudah ada tiga sekarang. Kamu ingin berhenti, tapi bingung mana yang harus lebih dulu dihentikan.

3. Banyak orang yang juga melakukan itu

Apakah jika sesuatu yang buruk dilakukan oleh banyak orang, sesuatu itu lantas menjadi baik? Nggak juga. Tapi toh banyak orang yang menggunakannya sebagai alasan. Misal, merokok. Pasti tahu bahayanya. Tapi setiap berpikir ingin berhenti, pikiran lain muncul: ah, yang merokok kan bukan hanya aku. Banyak tuh orang lain juga merokok. Siapa yang begini juga?

4. Memberi alasan untuk menenangkan diri sendiri

Mau berhenti, tapi "Besok saja deh mulainya. Sekali lagi nggak bakal berpengaruh," sampai "Aku stress banget hari ini. Nggak ada cara lain yang bisa bikin rileks lagi,".

Bisa juga kamu mengambil contoh seperti, “Ah, Bapakku suka banget makan junk food dari zaman muda sampai sekarang juga sehat-sehat saja.". Pikiran kita memang suka mendukung kejadian-kejadian yang tampak baik tanpa melihat yang sebenarnya.

Terus biar bisa menghentikan kebiasaan buruk caranya gimana? Memulai kebiasaan yang baik. Jadi kamu jangan fokus untuk ‘berhenti melakukan x,y,z’, melainkan ‘aku mau mulai melakukan a,b,c’, yang semuanya merupakan hal-hal baik untuk tubuh dan jiwamu.

Contoh: kamu susah banget bangun pagi. Daripada mikir ‘mulai besok aku mau bangun pagi’, mending ‘aku mulai besok mau sarapan tiap pagi’. Jadi otomatis mindset dan tubuhmu tahu harus bangun pagi biar sempat sarapan. Dari kebiasaan baru, lama-lama (semoga) kebiasaan buruknya bisa ditinggalkan.

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES