Kenapa Budaya Terlambat Sulit Dihilangkan? 6 Pola Pikir Ini yang Jadi Alasan

26 Maret 2018
|Mega Fitriyani
0SHARES
Terlambat bisa dibilang sudah jadi budaya buruk orang Indonesia yang susah sekali dihilangkan. Saking seringnya, kalau sudah janjian, mayoritas orang sudah tahu kalau acara tidak akan dimulai tepat waktu sehingga memberikan toleransi waktu keterlambatan. Tidak tanggung-tangung, acara yang rencananya dimulai pukul 07.00 pagi misalnya, dapat diselenggarakan pukul 08.00 bahkan 10.00.
Sebenarnya apa sih yang bikin kebiaasaan ini sulit dihilangkan? Yuk, analisa penyebabnya secara jujur.

1. Lebih baik terlambat daripada datang terlalu cepat

Anggapan ini sering jadi pemikiran sebagian besar orang. Bagi mereka penganut prinsip ini, mereka tahu bahwa sebuah acara tidak mungkin dilangsungkan tepat waktu. Maka, daripada membuang-buang waktu menunggu orang-orang yang datang terlambat, lebih baik ditunggu orang-orang, asal nggak terlambat-terlambat amat.

2. Nyaris terlambat bikin kepuasan tersendiri

Nyaris terlambat dapat membawa kepuasan tersendiri. Mengapa? Saat seseorang nyaris terlambat, ia akan memiliki adrenaline rush. Ia akan berlari dengan terburu-buru hanya untuk mengejar jadwal kereta atau pesawat, memperkirakan dengan cemas apakah jalan yang akan ia lalui macet atau selancar harapannya, dan lain sebagainya. Rasa terburu-turu, perasaan tertekan itu, setelah dilepaskan nyatanya membawa kepuasan yang nggak terkira. Misalnya, seseorang hampir terlambat datang ke kantor sehingga ia berlari-lari menaiki tangga, memacu kendaraannya ke kecepatan maksimal, dan lain-lain, dan ketika sampai ke kantor ia belum terlambat. Dia pasti akan merasa perjuanagnnya tidak sia-sia, bukan? Itulah letak asyiknya nyaris terlambat.

3. Nggak bisa memperkiraan waktu dengan baik

Orang yang sering terlambat biasa memperkirakan waktu dengan tidak tepat. Misalnya,lama waktu untuk mandi. Secara objektif, waktu yang diperlukan misalnya adalah 12 menit. Pada orang yang sering datang tepat waktu, ia akan mempergunakan watu 15-20 menit untuk waktu mandi dengan perkiraan, ia mungkin akan mengalami hal-hal tak terduga saat mandi, misalnya air tiba-tiba mati. Semetara, orang yang sering terlambat membulatkan waktunya jadi 10 menit saja.

4. Ada distraktor

Saat mau berangkat, tiba-tiba ada chat, telepon, atau tetangga yang ngajak ngobrol. Nah, hak-hal itu bisa banget bikin seseorang terlambat meskipun dia sudah mempersiapkan segalanya dengan sebaik mungkin
5. Melakukan kerja secara bersamaan
Kebiasaan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan bersama-sama dapat mengakibatkan seseorang kehilangan fokus. Misalnya, saat seseorang sedang sarapan sambil ganti baju karena terburu-buru, ia akan sulit untuk memperkirakan waktu yang ia habiskan untuk melakukan dua pekerjaan tersebut bersama-sama.
6. Terlalu malas untuk memulai
Orang-orang biasnaya punya zona nyaman sendiri, misalnya tempat tidur. Rata-rata orang yang terlambat kadang terlalu ingin menunda waktu sehingga ia bisa berada di dalam kondisi nyamanhya lebih lama. Coba hitung, berapa kali kamu merasa ingin mandi, tapi nggak jadi karena rasanya belum ingin meninggalkan tempat tidur?
 
Nah, sebenarnya keterlambatan adalah sesuatu yang bisa kita kontrol. Kita nggak bisa menyalahkan kondisi jalan yang macet, atau ada alasan-alasan lain yang menghalalkan keterlambatan kita. Intinya, keterlambatan adalah kesalahan pribadi. Kita bisa tidak terlambat dengan memperkirakan waktu dengan lebih baik, dan melakukan pola aktivitas yang tidak mendukung terjadinya keterlambatan.
 
 

Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mega Fitriyani
"Why worry?"
0SHARES