Kenalan Yuk Dengan Gamal Albinsaid, Dokter Klinik Asuransi Sampah yang Mendunia

02 November 2017
|Chandra W.
Life
0SHARES

Belum menginjak usia 30 tahun, pria ini telah berkontribusi membawa perubahan bagi Indonesia dengan memberi solusi terhadap dua masalah besar di negeri ini: sampah dan kesehatan. Melalui Klinik Asuransi Sampah / Garbage Clinical Insurance (GCI), Gamal Albinsaid menyediakan layanan kesehatan hanya dengan membayar premi berupa sampah senilai Rp 10.000 per bulan untuk orang-orang yang tidak mampu. Masih muda dan inspiratif, apa yang mendorong Gamal mendirikan GCI?

Adalah kematian balita berusia 3 tahun bernama Khairunnisa, anak dari Supriyono, seorang pemulung yang hanya berpenghasilan Rp 10.000/hari, yang menggugah kepeduliannya. Gamal sadar bahwa kesehatan untuk sebagian orang di Indonesia adalah barang mahal. Orang miskin tidak boleh sakit barangkali bukan hanya sebuah guyonan, merupakan realita yang terjadi dan dihadapi masyarakat kelas menengah ke bawah. Masih banyak anggapan bahwa sampah adalah barang yang tidak berguna dan kesehatan itu mahal. Terpikir olehnya, mengapa tidak menyediakan jasa layanan kesehatan yang bisa dibayar dengan sampah?

Ide ini pertama kali diikutsertakan pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) saat masih kuliah di Kedokteran Universitas Brawijaya Malang bersama teman-temannya. Proyek ini sempat berjalan enam bulan lalu berhenti karena masalah pendanaan dan kesibukan kuliah. Gamal Albinsaid lalu mencoba menurunkan proyek itu kepada adik angkatannya, tapi ternyata juga tidak bertahan lama. Setelah lulus kuliah beberapa tahun, pada tahun 2012 Gamal telah mengumpulkan modal dan memutuskan untuk mendirikan perusahaan bersama teman-temannya yang kelak dikenal sebagai Indonesia Medika. Salah satu produknya adalah GCI tadi, yang bukan hanya menawarkan pengobatan untuk orang sakit yang kurang mampu, tapi juga memberikan pendidikan kesehatan, pencegahan penyakit, dan layanan kesehatan sekunder dan tersier dengan menyerahkan sampah senilai Rp 10.000 saja per bulan.

Hingga saat ini sudah banyak yang mereplika GCI karena memang klinik ini dirancang dengan model waralaba. Atas kontribusinya terhadap bangsa ini, Gamal telah memperoleh puluhan penghargaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ia bahkan pernah berbincang satu meja dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan mendapat penghargaan dari Pangeran Charles di Buckingham. Melalui inisiasi GCI, masyarakat bukan hanya mendapatkan pelayanan kesehatan, tapi juga menjadi terbiasa untuk memilah sampah misal organik dan anorganik. Menuntaskan masalah sampah dan kesehatan tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah maupun swasta. Masyarakat pun harus sadar untuk melibatkan diri. Oleh karena itu, Gamal menggandeng pemerintah (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) serta beberapa perusahaan swasta dan LSM dalam proyek-proyek yang diinisiasinya, selain juga dengan membuka peluang untuk sukarelawan.

Perubahan sebesar itu datang dari setetes kepeduliannya melihat Khairunnisa. Lihat kan betapa rasa peduli bisa mengubah dunia? Kata Gamal, anak muda harus berkarya, berkarya, dan berkarya. Kamu sudah punya karya untuk Indonesia?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES