Kenalan dengan Livi Zheng, Perempuan Asal Blitar yang Kini Jadi Sutradara di Hollywood

19 November 2017
|Chandra W.
507SHARES

Di tengah geliat perfilman nasional yang kini seolah kembali mendapatkan perhatian penonton untuk kembali menyaksikan film-film buatan Indonesia, ada satu insan perfilman asal Blitar yang patut kita ketahui. Pasalnya, perempuan berwajah oriental ini justru sudah memproduseri dan menyutradarai filmnya di Hollywood.

Adalah impian besar bagi semua orang yang terlibat dalam industri film untuk dapat menjejakkan kaki dan berkarir di Hollywood. Nyatanya, Livi Zheng telah berhasil memasuki dunia tersebut dan sukses dengan film-filmnya. Tentu saja perjuangan sampai pada titik ini tidak dilaluinya dengan mudah. Bagaimana cerita selengkapnya?

Livi Zheng dan adiknya Ken Zheng pindah dari Indonesia ke Beijing, China untuk sekolah di Shi Cha Hai Sports School, sekolah yang juga tempat aktor kawakan Jet Li berlatih. Livi dan Ken tinggal di apartemen sementara orangtua mereka tetap tinggal di Blitar. Kakak beradik ini menggemari olahraga, terutama bela diri.

Livi sendiri menggemari wushu dan telah memenangkan puluhan kompetisi wushu dan bela diri. Ia melanjutkan kuliah di jurusan ekonomi University of Washington-Seattle. Selama kuliah, Livi sering mengambil kursus film dan juga ikut bekerja sebagai kru film. Saat itulah ia sadar bahwa sesungguhnya passionnya ada di dunia film.

Livi pun mulai berpikir bahwa berkarir di dunia film tidak bisa dikerjakan secara paruh waktu. Untuk menjadi seorang profesional dalam dunia perfilman, ia harus menggarap film. Karena itu, ia kemudian memutuskan untuk melanjutkan pendidikan dalam bidang produksi film di University of Southern California (USC). Di sinilah ia bertemu banyak orang yang kemudian dikenalnya di Hollywood.

Film pertama yang digarapnya berjudul Brush With Danger, bercerita tentang kakak beradik imigran dari Tiongkok ke Amerika. Film ini diwarnai oleh seni bela diri dan dibintangi pula oleh Livi dan Ken adiknya. Perjuangan Livi untuk menjadi sutradara tidak mudah. Ia pernah mendapat ucapan tidak menyenangkan dari David Boushey, anggota The Hollywood's Stuntmen Hall of Fame, bahwa Livi tidak akan pernah bisa menjadi sutradara karena tiga hal: ia orang Asia, perempuan, dan masih muda. Tapi semangat Livi tidak mengendur. Dua tahun kemudian film Brush With Danger mulai diproduksi dan tayang di bioskop-bioskop Amerika pada tahun 2014. Film ini bahkan masuk ke dalam daftar layak pilih untuk nominasi penghargaan Oscar.

Hingga kini Livi Zheng telah memproduksi beberapa film panjang maupun pendek di antaranya Brush With Danger, Laksamana Cheng Ho, The Empire Thrones, Bali: Beats of Paradise, dan Insight. Ia juga selalu memasukkan unsur-unsur kebudayaan Indonesia dalam film-filmnya. Unsur-unsur tersebut misalnya karapan sapi, anyaman, pencak silat, dan budaya lainnya. Untuk memasukkan unsur-unsur ini pun tidak bisa sembarangan, ia harus berdiskusi dan membujuk kru film lainnya. Memperkenalkan Indonesia ke mata dunia memang menjadi salah satu misi Livi Zheng. Ia pun menerima penghargaan dari Kota Blitar dalam kategori Most Inspiring. 

Meskipun sangat jarang pulang ke Indonesia kecuali untuk pengambilan gambar filmnya, Livi mengaku tidak ada keinginan untuk berpindah kewarganegaraan. Ia bahkan masih bisa mengerti dan berbicara bahasa Jawa karena orang tuanya pun demikian. Kesuksesannya di Hollywood membuktikan bahwa tak ada yang mustahil di dunia ini jika seseorang mau berusaha. Kini namanya pun semakin dikenal di industri perfilman Indonesia dan Hollywood.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
507SHARES