Keenan Pearce Ajak Gianni Fajri 'Babymoon'. Tren Baru Setelah Honeymoon?

07 April 2018
|Chandra W.
3SHARES

Mendengar berita tentang bulan madu atau honeymoon dari selebritis Indonesia sudah biasa. Dari Bali sampai Maladewa atau yang lebih sering disebut Maldives menjadi tujuan untuk berbulan madu setelah menikah. Berita kehamilan biasanya menyusul setelah honeymoon. Sekarang ada tren yang baru lagi, yaitu babymoon. Dari namanya terdengar menggemaskan, bukan?

1. Kabar babymoon ini datang dari Keenan Pearce dan Gianni Fajri

Pasangan yang beberapa waktu lalu menikah itu kini tengah menanti kehadiran anak di rumahnya. Usia kehamilan Gianni telah menginjak minggu ke-11 atau sekitar tiga bulan. Hal ini terlihat dari unggahannya di media sosial, begitu juga Keenan yang beberapa kali mengunggah foto dan video USG. Dilansir dari KapanLagi, Keenan mengajak Gianni babymoon ke Pulau Bali untuk melepas penat dan memanjakan istrinya yang tengah hamil muda itu. So sweet.

2. Babymoon, tren semata atau ada tujuannya?

Babymoon ternyata berasal dari kata baby dan honeymoon. Sebuah praktik liburan atau bersenang-senang sebelum menjadi orangtua atau sebelum kelahiran anak pertama. Masa-masa ini adalah masa terakhir pasangan suami istri bisa menikmati kehidupan dengan berleha-leha sebelum mengemban tanggung jawab mengasuh anak. Tujuannya, selain menikmati waktu untuk bermesraan, juga untuk menyiapkan mental menjadi orangtua baru. Sebab menjadi orangtua baru membutuhkan kesiapan fisik dan mental.

3. Seorang wanita, ketika melahirkan akan menjadi sosok yang baru: ibu

Proses kelahiran bayi sesungguhnya melahirkan dua insan baru di dunia, yaitu anak dan ibu. ‘Ibu’ ini juga baru lahir, sebab sebelumnya ia tidak menjalankan tugas seorang ibu dan menjaga anak-anak. Barangkali juga sebenarnya Bapak juga baru lahir. Laki-laki pun akan menjadi seorang yang baru ketika memiliki anak. Karena itulah, babymoon bukan hanya berguna untuk calon ibu, tetapi juga untuk calon bapak. Waktu-waktu ini juga dapat digunakan untuk berdiskusi tentang cara mengasuh anak dan sebagainya yang memerlukan kesepakatan dua belah pihak.

4. Babymoon tak hanya menjadi tren di kalangan selebritis, tetapi juga di kalangan calon ibu bapak kelas menengah

Selain dilakukan sebelum kelahiran anak pertama, babymoon juga lazim dilakukan setelah kelahiran bayi. Tentu saja akan lebih repot, tapi tetap sama esensinya: merayakan. Di Indonesia juga kita sangat akrab dengan berbagai prosesi perayaan kehamilan, dari ngupati (empat bulanan) sampai mitoni (tujuh bulanan) yang biasanya dilakukan dengan menggelar syukuran di rumah. Babymoon juga sebenarnya salah satu bentuk perayaan, namun dilakukan hanya berdua yaitu oleh pasangan suami istri.

5. Sebelum memutuskan untuk babymoon, pastikan kondisi calon ibu aman

Tentunya ada kewajiban untuk berkonsultasi kepada dokter sebelum melakukan perjalanan. Trimester pertama adalah waktu yang cukup riskan untuk bepergian, begitu juga dengan trimester terakhir. Ada larangan di maskapai penerbangan, kapal bahkan kereta terkait perjalanan ibu hamil. Jangan sampai perjalanan yang semestinya menjadi momen perayaan ini justru beralih menjadi malapetaka. Babymoon paling aman dilakukan pada usia kehamilan 18-24 minggu.

Meskipun babymoon terdengar sangat menyenangkan, jangan memaksakan kepada pasangan untuk mengadakan momen ini. Pahami kondisi kesibukan, keuangan dan lain-lain sebelum memutuskan untuk babymoon. Ini kan baru ngetren saja di Indonesia, sama seperti bridal shower yang sebenarnya tak cocok-cocok amat diterapkan di sini.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
3SHARES