Kecil-kecil Bocah Ini Sudah Jadi Seniman Tato Profesional. Umurnya Baru 12 Tahun!

26 Desember 2017
|Robertus Jeje
0SHARES

Seni merajah tubuh atau tato dari tahun-ke tahun memang terus digandrungi banyak kalangan. Bahkan artist tattoo atau seniman tato pun terus bermunculan dengan berbagai spesifikasi atau gaya menggambar. Kamu pasti juga tahu bahwa pada umumnya seniman tato orang yang sudah dewasa karena membutuhkan keahlian dan mental yang cukup untuk mengukir kulit manusia dengan jarum tato dan tinta.

Tapi, ternyata ada juga lho anak cilik yang masih berumur 12 tahun dan menjadi seniman tato profesional. Padahal, umumnya bocah seumur mereka masih suka bermain dengan teman-temannya, tapi tampaknya itu nggak berlaku buat dirinya.

Namanya Ezra Dormon, yang tinggal di Panama City. Meski usianya masih 12 tahun, hasil karyanya sudah digemari banyak orang. Banyak orang yang terus berkunjung ke studionya untuk membuat tato. Sebab, banyak orang yang puas dengan hasil kerjanya, hingga dia tidak pernah sepi pelanggan baru.

Tentu karier Ezra bisa sampai seperti sekarang karena dukungan dari keluarganya, salah satunya dari sang ibu. Bahkan, pertama memulai menato tangan ibunya yang jadi ‘korban’ Ezra untuk ditato.

Perjalanan karier Ezra bermula saat dia mengunjungi studio tato miliki Ali Garcia bersama kedua orangtuanya, yang kebetulan mereka seniman semua. Saat itu sang ibu ingin menato di sana, membuat gambar bunga di tangannya. Ezra pun melihat tangan ibunya ditato dan membuatnya kagum melihat prosesnya.

“Wow, aku sangat berharap suatu saat aku bisa mencobanya. Aku ingin tahu bagaimana melakukan itu,” ucap Ezra. Garcia pun membalas, “Kenapa kamu tidak mencobanya sekarang?” Dan dibantu Ali, Ezra pun menato tangan ibunya. Setelah itu, Ezra pun langsung semangat membuat gambar dan belajar tentang seni tato. Ibunya juga suka melihat karya Ezra.

Ezra selalu datang ke studio tato Garcia dan belajar segala aspek tentang tato. Dia diajari dari segi teknik menggunakan mesin tato, teknik menggambar di atas kulit, hingga teknik kebersihannya. Garcia terus meminta dia untuk belajar setiap hari hingga akhirnya Ezra bisa dipercaya untuk mulai menato klien-klien Garcia.

Awalnya tentu tidak mudah bagi Ezra. Ia mengaku cukup gugup karena dia masih dalam proses belajar. “Ketika pertama aku mau melakukannya, aku sedikit gugup. Tapi setelah mulai memahami, rasanya jadi mengalir saja,” ucapnya.

“Ketika ada orang yang datang dan ingin membuat tato, aku selalu katakan kepada mereka bahwa aku masih belajar dan magang. Jadi mereka harus tahu hal ini,” sambung Ezra.

Ezra sendiri menekuni desain tato old-school dan kedua orangtuanya mendukung sepenuhnya, terutama sang ibu. “Saya sangat senang melihat dia berkembang seperti ini,” ujarnya. Namun, mungkin akan banyak orang yang mempertimbangkan saat melihat bocah 12 tahun menato permanen di kulitnya. Tapi banyak klien yang puas dengan hasilnya dan dinilai dia sudah seperti seniman tato profesional layaknya orang dewasa.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Robertus Jeje
"be kind to each other"
0SHARES