Katanya Pacar Bisa Jadi Mantan, Tapi Teman Untuk Selamanya. Yakin? Yuk Dipikirkan Lagi!

18 Oktober 2017
|Chandra W.
Life
0SHARES

“Apapun yang terjadi, lo tetap teman gue. Jangan sampai ada yang misahin kita, apalagi cowok.”

Ngaku deh, kamu pasti pernah mengucapkan hal itu sama temanmu. Kadang dengan orang yang sudah lama berteman, kadang sama yang baru berteman sebentar biar tambah akrab. Begitu mudahnya kalimat itu terucap. Kita hidup di lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai pertemanan dan persahabatan, makanya sering kita dengar kalimat ‘mantan pacar sih banyak, tapi mantan teman atau mantan sahabat itu nggak ada. Karena teman dan sahabat untuk selamanya.’

1. Yakin tuh? Yakin banget? Coba renungkan kisah di bawah ini.

Kamu baru masuk kuliah, lalu ada cowok yang mendekatimu. Kalian satu fakultas. Setelah mengobrol dan pergi beberapa kali dengannya, kamu merasa cocok. Kalian menyenangi hal-hal yang sama. Lalu pada suatu siang yang cerah, temanmu yang juga sefakultas curhat. Dia suka sama cowok yang lagi PDKT sama kamu. Temanmu ini baik, halus perangainya, tidak pantas disakiti. Dia juga nggak tahu kalau kamu lagi dekat sama cowok itu.

2. Kamu berpikir keras. Apakah harus mengatakan yang sesungguhnya?

Nanti temanmu patah hati. Padahal kalian juga nggak sohib-sohib amat. Tapi kamu nggak tega karena dia baik. Tapi kalau kamu melanjutkan hubunganmu dengan cowok tadi dan nggak bilang, lebih jahat lagi. Kasihan temanmu kalau malah nantinya menemukan fakta itu dari orang lain. Nggak lanjut, kamu takut menyesal karena mungkin nggak akan ada lagi orang yang secocok itu denganmu.

3. Atas nama pertemanan, kamu mundur dari proses PDKT dan menyarankan temanmu untuk mendekati cowok itu.

Kamu juga perlahan menjauh dari cowok yang mendekatimu. Selang beberapa bulan, mereka pacaran tapi nggak lama kemudian putus. Hubunganmu sama mantan gebetan jadi awkward, hubunganmu sama temanmu ternyata malah hilang sama sekali –lost contact. Kamu ada di sisi yang kalah, nggak dapat pacar dan kehilangan satu teman. Padahal sebelumnya kamu ‘melepaskan’ cowok itu supaya hubunganmu dengan temanmu bisa tetap baik-baik saja.

4. Rugi 'kan?

Ternyata sekarang malah kamu punya dua mantan: mantan teman dan mantan gebetan. Yup. Mantan teman itu ada. Kita aja yang sukanya nggak mau mengakui. Poinnya adalah, dalam kasus-kasus seperti di atas, kamu punya dua pilihan: memilih teman atau memilih gebetan. Dalam konsep yang lebih luas, kamu harus memilih satu di antara dua cinta.

5. Seringnya kalau di Indonesia sih semuanya dikorbankan demi teman.

Tapi untuk usia 20 tahunan, percaya deh memilih teman itu bukan pilihan yang bagus. Kamu ke depannya butuh teman hidup lho. Pasangan, yang akan menemanimu setiap hari, ada di sisimu saat mentari baru bersiap untuk terbit dan kembali lagi di sisimu setelah kerja yang melelahkan seharian. Temanmu yang baik itu juga nanti akan punya kehidupan sendiri. Kalian nggak akan serumah juga.

6. Di usia 20 tahunan, kita semua memasuki usia dewasa di mana masing-masing sudah punya pilihan untuk gimana hidup ke depannya.

Teman-temanmu berkurang, berpencar sampai waktu yang entah kapan dan ruang yang antah berantah. Memilih teman berarti kehilangan kesempatan untuk mengetahui apakah gebetanmu itu ‘the one’. Kamu melewatkan kesempatan yang sangat berarti dan nggak akan kamu dapatkan lagi setelah keputusanmu memilih menyelamatkan hubungan dengan teman. Kebanyakan orang nggak mau aja dianggap 'makan teman'. Padahal bisa aja kan urusannya lebih ruwet dan tindakannya nggak bisa begitu saja disebut makan teman.

Bukan, bukan maksud tulisan ini menyuruhmu untuk mengesampingkan hubungan pertemanan. Pilihannya tetap ada di tanganmu sendiri. Kalau kamu masih SMP, silakan pilih teman. Tapi kalau sudah kuliah dan masuk usia 20an, dipikirkan lagi masak-masak ya. jangan sampai kehilangan kesempatan untuk bersama dengan orang yang kamu inginkan (mungkin bisa jadi teman hidupmu) hanya untuk teman yang sementara.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES