Kamu Punya Kebiasaan Menunda? Inilah yang Harus Kamu Tahu Tentang Prokrastinasi

11 Juni 2017
|Olphi Disya
Life
0SHARES

Pernah nggak sih kamu menunda-nunda untuk melakukan sesuatu meskipun kamu tahu sesuatu tersebut penting? Yakin deh, siapa pun pernah merasa malas sehingga menunda-nunda atau disebut juga dengan prokrastinasi. Kebiasaan seperti ini merupakan salah satu kebiasaan yang buruk yang punya dampak jangka pendek maupun jangka panjang. Makanya banyak orang yang bersusah payah untuk menghilangkan pola pikir dan kebiasaan mengulur-ulur waktu. Memangnya, apa sih yang membuat kita betah menunda-nunda?

Pertama, hal yang bisa membuat kamu suka menunda-nunda adalah pemikiran bahwa toh pada akhirnya kamu juga bisa menyelesaikannya tepat waktu meskipun ngerjainnya mepet-mepet. Misalnya nih kamu diberikan batas waktu ngumpulin tugas oleh dosen 2 minggu, tapi kamu justru mengerjakannya sehari sebelum tugas dikumpulkan. Akhirnya kamu pun lebih fokus ke tugas tersebut karena buru-buru dan takut melewati deadline. Nggak bisa dipungkiri kamu pun memforsir tubuhmu hingga harus begadang. Dan akhirnya tugas pun selesai sesaat sebelum deadline.

Dari situ kamu yakin kalau ke depannya kamu akan tetap berhasil meskipun ngerjainnya mepet-mepet batas tenggat waktu. Kamu pun merasa bangga dan lega. Sehingga kebiasaan kayak gitu kamu ulangi terus. Ketika kamu pikir dengan menunda-nunda dan mengerjakan sesuatu mepet waktu tetap berhasil, kamu seakan nggak punya motivasi untuk menghentikan prokrastinasi.

Kedua, karena ada hal-hal yang nggak ada deadline-nya seperti tujuan hidup atau life goal. Tujuan hidup itu kan kita sendiri yang menentukan dan umumnya nggak ada tenggat waktu yang kaku sehingga kalau kamu nggak mencapainya maka hidupmu akan berhenti sampai di situ. Di awal kehidupan, sebenarnya kita udah melewati beberapa life goal, misalnya dituntut untuk bisa merangkak di usia 10 bulan, mulai bisa bicara di usia 24 bulan, masuk sekolah di usia 6 tahun, dan lulus sekolah di usia 18 tahun. Kita pun diharapkan untuk bisa mandiri karena kita tahu orang tua nggak selamanya bisa mendukung kita secara finansial, makanya kita cari kerja.

Setelah itu, semakin dewasa deadline tujuan hidup kita seakan nggak ada. Kapan harus cari pasangan hidup? Sementara nggak ada ketentuan umum kapan kita harus menikah. Kapan harus memulai bisnis? Sementara kita nggak tahu kesiapan dan batasan sukses dalam berbisnis itu bagaimana. Nggak ada deadline artinya nggak ada tekanan. Kecuali kamu diberikan batas waktu oleh orang yang kamu anggap penting seperti orang tua atau atasan kerja. Nggak ada tekanan artinya nggak ada action. Nggak ada action artinya nggak bisa-bisa mencapai tujuan. Ya, kan?

Ketiga, kamu selalu berpikir bahwa prokrastinasi adalah kebiasaan yang salah dan harus segera dihentikan. Di sisi lain, kamu juga susah untuk mengurangi kebiasaan menunda tersebut. Tapi ternyata, prokrastinasi bisa kamu jadikan sebagai solusi untuk segera mengambil tindakan. Prokrastinasi adalah kecenderungan untuk menunda tindakan. Kalau kamu nggak segera mengambil tindakan atau mengerjakan sesuatu yang harusnya kamu kerjakan, maka otakmu akan berdalih dan ingatan tentang deadline akan terus mengendap di pikiranmu.

Nah, agar prokrastinasi nggak dijadikan sebagai kebiasaan yang buruk maka kamu harus berani mengubah mindset. Jadikan prokrastinasi sebagai alarm alami otakmu yang akan selalu mengingatkanmu bahwa ada sesuatu yang belum selesai kamu kerjakan atau ada sesuatu yang belum kamu capai. Dan yang terpenting jangan sekedar mengingat tapi nggak mulai-mulai, ya.

Cara terbaik menyikapi kebiasaan menunda-nunda adalah dengan menyadari bahwa waktu nggak akan pernah kembali. Kamu pun nggak akan pernah tahu apakah kamu masih punya waktu atau nggak setelah ini. Bukankah memang lebih tenang kalau kita melakukan apapun dengan nggak terburu-buru?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES