Kamu Bukan Seorang Ekstrovert atau Introvert? Bisa Jadi Kamu Seorang Ambivert!

28 April 2017
|Olphi Disya
Life
0SHARES

Mungkin beberapa dari kita lebih sering mendengar istilah ekstrovert atau introvert. Istilah ini umumnya merujuk pada kepribadian. Sebenarnya, pengertian esktrovert maupun introvert lebih kepada sikap dan ekspresi seseorang dalam situasi. Ekstrovert dan introvert merupakan spektrum, sehingga kita nggak bisa menilai seseorang atau diri kita sendiri sebagai seseorang yang ekstrovert banget atau introvert banget. Tapi kenyataanya, ada istilah ambivert. Apakah itu? Yuk kepoin!

Karena berupa spektrum, yang sebenarnya adalah kita semua memiliki sikap dan ekspresi sebagai ekstrovert maupun introvert namun porsi dan kecenderungannya berbeda-beda. Jadi, mungkin aja kamu cenderung introvert, tapi itu nggak menutup kemungkinan kamu juga merasa nyaman ketika bertemu dengan orang lain sebagaimana orang ekstrovert. Nah, ekstrovert dan introvert adalah sisi paling ujung atau ekstrem dari spektrum kepribadian. Di tengahnya, ternyata terdapat yang namanya ambivert. Meskipun nggak banyak orang yang menyadarinya, tapi orang yang ambivert beneran ada lho.

Karena kita semua memiliki sisi ekstrovert dan introvert, bisa jadi beberapa dari kita juga menonjol nih sisi ambivertnya. Ambivert merupakan seseorang yang memiliki kecenderungan sikap dan ekspresi seimbang antara karakteristik ekstrovert dan introvert. Kamu yang ambivert, biasanya nggak begitu kelihatan kecenderungannya. Sehingga banyak orang yang salah mengartikan sikap dan ekspresi kamu, karena di suatu situasi kamu bisa supel, tapi di sisi lain kamu juga senang menikmati waktu sendiri.

Nggak bisa dipungkiri bahwa seseorang ambivert mendapatkan predikat “the great sales”. Kok gitu? Karena seorang yang ambivert bisa mudah dekat dengan orang lain dan persuasif, tapi di sisi lain juga senang mendengarkan opini orang lain serta menganalisisnya dan menghindari ekspresi yang berlebihan. Keren ya!

Mungkin setelah membaca sekilas penjelasan di atas kamu jadi merasa, “wah gue ambivert nih!” padahal belum tentu juga sih. Bukan berarti kamu yang bisa ngobrol dengan orang asing kemudian asik sendiri dengan handphone-mu lantas membuatmu menjadi orang yang ambivert. Kecenderungan sikap dan ekspresi ini ditentukan oleh banyak hal, termasuk situasi. Seseorang dinyatakan memiliki kecenderungan ambivert ketika ada sebuah situasi yang membuktikan bahwa ia memiliki kedua kecenderungan introvert maupun ekstrovert. Biasanya dilihat berdasarkan tes psikologi atau tes kemampuan kerja. Di situ kamu bisa dilihat kecenderungan seperti apakah kamu?

Nah, bagi kamu yang udah yakin banget kalau kamu seseorang yang ambivert tapi nggak tahu apa sih yang bisa kamu lakukan untuk mengoptimalkan kecenderungan sikap dan ekspresi seperti ini, kamu bisa mulai dari hal-hal kecil lho. Misalnya menganalisis situasi yang kemudian bisa kamu jelaskan kepada orang lain sebagai bentuk manfaat.

Mungkin kamu akan merasa nyaman kalau bekerja sebagai presenter, sales coordinator, atau dosen. Pekerjaan apapun sebenarnya perlu orang ambivert kok. Tinggal bagaimana seorang ambivert bisa memunculkan kedua belah kecenderungan di situasi yang tepat. Setuju?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES