Kalimat Bahasa Jawa yang Harus Kamu Pahami Sebelum Merantau di Jogja

05 Desember 2017
|Chandra W.
0SHARES

Yogyakarta sering disebut sebagai miniatur Indonesia. Salah satu alasannya adalah karena banyaknya mahasiswa rantau yang datang dari seluruh penjuru nusantara ke kota ini untuk menimba ilmu. Mayoritas penduduk Yogyakarta menggunakan Bahasa Jawa untuk percakapan sehari-hari meskipun telah mengenal Bahasa Indonesia.

Nah untuk kamu yang hendak merantau ke Yogyakarta, ada baiknya belajar Bahasa Jawa sedikit-sedikit supaya nggak roaming banget waktu baru sampai di sana. Selain menghindarkanmu dari kebingungan, menggunakan Bahasa Jawa di tempat ini juga membuat seseorang lebih mudah diterima. Cukup mulai dengan kata dan kalimat sederhana dulu, kayak di bawah ini.

1. Nuwunsewu = permisi, digunakan ketika melewati orang tua atau mau bertanya sesuatu ke seseorang

Dalam budaya Jawa, ada yang namanya unggah-ungguh atau tata krama. Nah nuwunsewu ini sering sekali diucapkan terutama oleh anak muda. Misalkan kamu lewat di depan orang yang sudah tua / dosen / orang yang dihormati, bungkukan sedikit punggungmu sambil bilang "Nuwunsewu, Pak/Bu." Juga ketika minta izin atau hendak bertanya. Contoh: "Nuwunsewu, Pak. Saya mau ke Malioboro, lewat mana ya kalau dari sini?"

2. Punika reginipun pinten? = Ini harganya berapaan?

Percaya nggak percaya, ini akan sedikit banyak menyelamatkanmu ketika menawar harga bukan hanya di Malioboro, tetapi di mana saja kalau yang jualan asli Yogya. Mitosnya sih kalau yang menawar pakai bahasa Jawa, harganya bisa jadi lebih murah. Barangkali karena ada faktor kedekatan. Jadi kalau bertanya harga barang, ucapkan kalimat di atas. Itu dibacanya: 'menika reginipun pinten?' atau 'niki pintenan?' juga bisa. Semoga sukses ya menawarnya. 

3. Maturnuwun = terima kasih

Orang Yogya itu ramahnya nggak ketulungan, apalagi jika kamu mau menghormati budaya mereka. Salah satu cara yang paling mudah ya dengan menggunakan bahasa Jawa termasuk saat mengucapkan terima kasih. Coba deh kamu praktekkin sendiri, lihat bagaimana respon mereka ketika kamu bilang 'terima kasih' dan 'maturnuwun'.

4. Saking pundi / asline pundi? = Dari mana / asli (daerah) mana?

Kalau kamu merantau di Yogya, akan ada saat di mana kamu makan di angkringan. Bapak-bapak penjaga angkringan adalah salah satu golongan orang paling ramah sedunia. Jika wajahmu masih asing, hampir pasti kamu akan ditanyai dari mana atau asli mana. Saking pundi? Asline pundi? Jadi jangan bingung ya kalau ditanya begini kamu jawabnya: Kula saking...(nama daerah asalmu).

5. Nyuwun pangapunten / ngapura untuk meminta maaf

Siapa tahu kamu lagi jalan mundur moon-walking ala Michael Jackson eh terus nggak sengaja menginjak kaki orang, wajib minta maaf ya. Bilang aja, "Nyuwun ngapunten nggih Pak/Bu/Mas/Mbak." Kemungkinan besar dimaafin kecuali kamu pakai sepatu boots yang berat. 

Untuk starter-pack bermasyarakat di Jogja, sepertinya lima itu cukup untuk bertahan hidup selama seminggu. Sisanya pasti kamu akan dapat mempelajarinya setiap hari dengan cepat dan kamu juga punya banyak waktu untuk belajar. Selamat menikmati kehidupan perantau di Yogyakarta!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES