Jika Merasakan 7 Hal Ini, Tandanya Kamu Harus Resign Kerja Sekarang Juga!

08 November 2017
|Chandra W.

Rutinitas yang itu-itu saja setiap hari, bangun pagi, mandi, sarapan, berangkat kantor, pulang kantor, makan, mandi, baca buku sebentar, tidur, dan berulang lagi esoknya pasti sangat membosankan. Dan mungkin kerap membuatmu ingin resign kerja saja demi dapat menjalani hidup yang lebih terasa 'hidup'. Sayangnya, tidak banyak yang dapat diperbuat karena biar bagaimanapun kita harus bekerja untuk hidup. Tapi, kalau kamu sudah merasakan hal-hal ini di tempatmu bekerja, coba deh dipikirkan lagi, apa pekerjaanmu worth it untuk dilanjutkan? Apakah memang ini saatnya bagimu untuk resign kerja?

1. Berangkat kantor aja udah males

Tanda paling utama yang menunjukkan kalau kamu butuh resign kerja adalah rasa enggan beranjak dari tempat tidur setiap pagi. Kamu menyalahkan gravitasi kasur, tapi sadar sepenuhnya bahwa itu tidak ada hubungannya dengan kemalasanmu. Pekerjaan yang begitu-begitu saja adalah alasan yang sesungguhnya. Belum lagi jika jalan menuju tempat kerja selalu macet. Seandainya saja bisa pindah dari kamar sewaan ke kantor dengan sekali kedipan mata. Tentu saja itu hanya ada di imajinasimu.

2. Tidak ada tantangan baru dalam pekerjaanmu

Pekerjaan yang dulu kamu harapkan bisa membawa perubahan besar dalam hidup, ternyata begitu-begitu saja. Setiap hari kamu hanya duduk di depan komputer, berinteraksi seperlunya dengan kolega, pergi makan siang, kembali lagi ke kantor hanya untuk mengulangi duduk di depan komputer dan berinteraksi seperlunya dengan kolega. Ide-idemu yang brilian ternyata berbenturan dengan budaya perusahaan dan sulit dieksekusi. Hari-harimu lalu terasa lebih datar dari landasan bandara. Tahukah kamu kalau resign kerja untuk melakukan hal-hal yang lebih berarti itu pilihan yang masih bisa kamu ambil?

3. Ongkos hidupmu lebih besar dari gaji yang ditawarkan

Waktu awal sih kamu merasa akan bisa mengontrol pengeluaran dengan jumlah gaji yang ditawarkan saat penandatanganan kontrak. Tapi ternyata setelah dijalani, masih harus mengisi botol shampo dengan air dan memotong pasta gigi di bagian tengah setiap akhir bulan. Artinya, kebutuhan dasarmu saja masih sulit terpenuhi, padahal segalanya sudah diatur dalam buku pemasukan dan pengeluaran. Kapan nabungnya kalau gini terus?

4. Nggak punya waktu untuk kehidupan sosial dan me time

Hari kerja: lembur, akhir pekan: bekerja. Niat mau pulang kampung tertunda terus. Buat sekadar menikmati pagi atau sore sendirian tanpa terganggu pekerjaan pun mustahil. Hidupmu hanya kerja, kerja, kerja. Hello, work-life balance cuma mitos apa ya? Kalau hidupmu isinya cuma kerjaan dan kamu nggak senang juga menjalaninya, hanya pura-pura bahagia dengan mengunggahnya ke InstaStory, itu sih namanya robot bukan manusia. Ingat hidup hanya sekali dan kamu masih muda, masih bisa membuat perubahan untuk hidupmu sendiri.

5. Nggak ada jenjang karir yang jelas

Performa kerjamu bagus dan kamu selalu mendapat penghargaan employee of the month atau bahkan employee of the year, tapi feedback perusahaan untuk dedikasi luar biasa itu hanya uang bonus dan piagam. Bangga sih, tapi piagam tidak bisa dijual untuk bayar cicilan rumah, lho. Promosi jabatan yang kamu idam-idamkan tak kunjung terjadi. Mau sampai kapan bertahan di tempat yang tidak menghargai usahamu? Mungkin resign kerja untuk mencari tempat kerja yang lebih menghargaimu adalah pilihan yang lebih baik.

6. Kamu lebih banyak komplain tentang apa saja di kantor

Mungkin awalnya kamu tidak menyadari, tapi ketika mengecek profil dan linimasamu sendiri, isinya ternyata hanya seputar ‘Bosen gue jadi budak korporat’. Kolegamu di kantor juga tampaknya mulai bosan dengan keluhanmu soal beban kerja yang terlalu banyak, pekerjaan yang semestinya dikerjakan orang lain bahkan departemen lain akhirnya dibebankan padamu juga, dan seterusnya. Intinya kamu hanya fokus pada sisi negatif dan gagal melihat sisi positif pekerjaanmu.

7. Kamu nggak puas dengan pekerjaanmu sekarang

Ada lho orang-orang yang bekerja lebih keras dari kamu. Yang bangun lebih pagi, datang lebih awal, pulang lebih larut. Tapi bedanya, mereka puas dan merasa senang dengan pekerjaannya. Meskipun itu artinya mengurangi jam tidur dan menunda kumpul bareng teman-teman, mereka tahu bahwa yang mereka kerjakan memberi dampak bagi sekitar dan itu yang berharga lebih tinggi dari gaji. Kepuasan batin. Apakah pekerjaanmu sekarang memberi efek sedemikian rupa?

Jika tujuh hal tersebut sedang kamu rasakan, ada baiknya mulai menyusun surat resign kerja sembari mencari pekerjaan baru yang membuatmu merasa lebih hidup. Ingat, hidup hanya sekali. Tapi sekali aja cukup kalau kamu nggak salah langkah. Apakah pekerjaanmu sekarang adalah langkah yang salah? Atau kamu memang butuh resign kerja? Cuma kamu yang tahu.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
SHARES