Jatuh Cinta Sama Sahabat, Lebih Baik Dinyatakan Atau Dikubur Dalam-dalam?

02 April 2018
|Chandra W.
7SHARES

Seandainya kita bisa memilih untuk jatuh cinta dan tidak jatuh cinta kepada seseorang, pasti ‘sahabat’ ada dalam daftar orang yang tidak ingin kita cintai. Tentu saja setiap orang menyayangi sahabatnya. Tetapi setiap orang juga nyatanya menjadi pengecut ketika cinta menyeruak begitu saja, sosok yang kehadirannya telah biasa saja, jadi istimewa. Sahabat jadi cinta pun tak bisa dihindari.

Setiap orang yang pernah mengalami jatuh cinta pada sahabat sendiri pasti dilema. Awalnya kesal dan bertanya-tanya, “Kok bisa?” Bagaimana mungkin jatuh cinta pada orang yang telah kita ketahui hampir semua sifat baik dan buruknya? Di situ lucunya. Meski kebiasaan bisa jadi ritual membosankan, nyatanya banyak juga cinta yang datang karena terbiasa. Terbiasa menghabiskan waktu bersama, misalnya. Ketika kamu menyadari hal ini, kamu pasti bingung, lebih baik mana: menyatakannya atau menguburnya dalam-dalam?

Keduanya memiliki risiko masing-masing. Jika kamu menyatakannya, persahabatanmu yang jadi taruhan. Persahabatan yang telah terjalin bertahun-tahun bisa langsung berakhir jika kamu tak menyatakannya dengan cara yang tepat, atau jika sahabatmu tidak siap. Jika kamu memutuskan untuk menguburnya dalam-dalam, kamu akan penasaran seumur hidup dan hanya akan berakhir menjadi seseorang yang bukan pendamping hidupnya.

Mengutip pepatah Mark Twain, “Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than the ones you did do,”.

Kalau kamu nggak menyatakan cintamu, kamu akan hidup hanya dengan membayangkan kemungkinan-kemungkinan terbaik dan terburuk tentang apa yang terjadi jika kamu benar-benar menyatakannya. Sementara jika kamu menyatakannya lalu misalnya sahabatmu marah dan tidak mau lagi bersahabat denganmu, ya sudah terima risikonya. Berarti memang dia tidak diciptakan untukmu.

Itu jauh lebih baik dibandingkan dengan seumur hidup menyimpan perasaan sendiri. Tapi, sebelum menyatakan, pastikan kamu sudah siap. Dalam artian, jika dia menerima perasaanmu, kamu akan jadi pasangan hebat. Nggak malu-maluin. Jika belum siap, perbaiki diri sampai kamu yakin pantas bersanding dengannya. Siapa tahu, jadi seperti Dito dan Ayudia?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
7SHARES