Jangan Sampai Menikah Karena Hal-hal Konyol Ini

02 April 2017
|Pristiqa Wirastami
Life
0SHARES

Menikah, bagi sebagian besar orang selalu menjadi impian yang ingin segera diwujudkan. Entah kenapa, pernikahan seakan selalu menawarkan mimpi-mimpi indah yang ingin banyak orang gapai. Padahal kalau kita menjadi lebih bijak lagi, menikah juga sepaket dengan pil pahit yang mau tidak mau harus ikut ditelan. Semua tergantung bagaimana kamu dan pasangan merajut kisah yang kalian berdua ciptakan sendiri. Lebih banyak bumbu manisnya atau malah pahitnya? Itulah mengapa memutuskan menikah tidak bisa diambil dengan keputusan gegabah. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Dan jelas bukan dengan alasan-alasan konyol seperti ini.

1. Berharap ada yang menafkahi

Selepas status berubah menjadi istri nanti, memang kamu akan mendapatkan nafkah dari suami. Setiap bulannya, tanpa harus bekerja pun, kamu memang akan mendapat uang bulanan untuk memenuhi semua kebutuhan. Namun untuk sebuah keputusan sakral seperti pernikahan, apakah pertimbangan dapat nafkah setiap bulan pantas untuk menjadi alasan? Kalau ingin mendapatkan pemasukan tetap setiap bulannya, ya cari kerja. Bukan malah berangan-angan ingin menikah. Kalau pasanganmu mengalami kendala dan tak bisa memberi nafkah dalam waktu tertentu, apa kamu akan lantas pergi meninggalkannya? Dan melupakan semua janji suci yang dulu pernah kalian ikrarkan.

2. Menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi

Ada juga yang beranggapan, dengan menikah semua masalah bisa selesai. Anggapan ini memang tidak sepenuhnya salah. Tapi juga tidak sepenuhnya benar. Tidak salah jika menikah meringankan masalah, karena kamu memiliki pasangan yang bisa diajak mencari jalan keluar. Dua kepala tentunya lebih baik dari hanya satu kepala. Namun di sisi lain, akan banyak masalah lain juga yang akan muncul. Bahkan lebih pelik dari masalahmu sebelumnya. Jadi masih yakin menikah hanya karena merasa semua masalah bisa selesai?

3. Merasa tertinggal dari teman-teman sepantaran

Menikah jelas bukan sebuah perlombaan. Siapa yang cepat, dia akan menjadi pemenang. Menikah hanya tentang soal kesiapan hati dan mental masing-masing pribadi. Sementara ketika banyak teman sepantaran yang sudah berganti status dari single menjadi married, bukan berarti kamu juga harus melakukan hal yang sama. Orang lain menikah karena memiliki pertimbangan mereka sendiri. Begitu juga ketika kamu menikah, kamu dan pasangan harus memiliki pertimbangan kalian sendiri. Bukan hanya karena ingin mengekor pencapaian orang lain. Menikah itu murni soal keputusan pribadi, bukan datang dari rasa iri.

4. Balas dendam dengan masa lalu

Kamu mungkin pernah punya hubungan di masa lalu yang sampai sekarang masih berbekas sakitnya. Rasanya kamu pun ingin membalas dengan segera menikah dengan orang yang bukan menjadi pilihan hatimu. Hanya karena kamu ingin membalaskan sakit hatimu dulu. Dan membuktikan kalau kamu bisa pulih dengan cepat. Namun bukankah hubungan yang diawali dari dendam, tak akan punya akhir yang bahagia?

5. Merasa ada tempat untuk menggantungkan hidup

Kamu berpikir setelah menikah bisa menggantungkan hidup sepenuhnya pada pasangan. Pikirmu, toh wajar saja, kalian memang pasangan sehidup semati kini. Justru ini adalah pemikiran paling salah yang kamu pelihara. Selepas menikah, kamu malah akan dituntut menjadi dua pribadi yang tangguh dan mandiri. Walaupun bukan berarti kamu dan dia harus berjalan sendiri-sendiri. Tapi setidaknya, ada hal yang memang harus tetap kamu hadapi sendirian. Meski sudah ada pasangan di sisi.

6. Ketakutan akan kesendirian

Apa salahnya dengan menjadi sendiri untuk beberapa waktu. Jika takut tak akan bisa bahagia, kamu harus tahu bahwa menikah dan bahagia bukanlah dua padanan kata yang sama. Bahagia adalah tergantung bagaimana dirimu sendiri menciptakannya. Bahkan setelah menikah, kebahagaiaanmu tak akan pernah bergantung pada pasangan. Kebahagiaan adalah sesuatu yang harus secara mandiri kamu ciptakan.

7. Bisa berhubungan seks dengan legal

Setelah menikah, hubungan seks memang menjadi fakta yang tak dapat dipisahkan. Tapi menjadikan hal ini sebagai alasan untuk menikah? Coba tanyakan pada dirimu sendiri lagi. Apakah makna pernikahan sedangkal itu untukmu? Di antara semua alasan tak masuk akal, mungkin inilah alasan yang paling konyol untuk menikah.

Menikah bukanlah keputusan yang nantinya bisa kamu tinggalkan begitu saja ketika sudah merasa bosan. Keputusan ini adalah keputusan yang ketika kamu sudah ambil, akan mengikatmu seumur hidup. Mengambil keputusan menikah pun tak seharusnya semudah memikirkan tentang mau nongkrong di kafe mana hari ini.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Pristiqa Wirastami
"For the sake of happines, I do writing."
0SHARES