Jangan Posesif Gitu Ah. Pasanganmu Itu Partner, Bukan Properti yang ada Hak Miliknya

29 Oktober 2017
|Chandra W.
Life
0SHARES

Hari gini masih suka ngatur-ngatur pasangan mau pergi ke mana, sama siapa, pakai baju apa, pulang jam berapa? Ibu kost aja nggak sebawel itu lho, guys. Kadang kita lupa ketika pacaran, menganggap bahwa pacar adalah milik kita seutuhnya. Katanya cemburu itu tanda sayang, tapi kalau cemburunya kebablasan jadi posesif, apa nggak malah bahaya buat hubungan kalian berdua?

1. Apa bedanya cemburu dan posesif?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,

Cemburu

1.       Merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dan sebagainya; sirik:

2.       kurang percaya; curiga (karena iri hati)

Posesif

1.       bersifat merasa menjadi pemilik; mempunyai sifat cemburu

Jadi, seseorang yang cemburuan belum tentu posesif. Tapi orang posesif pasti cemburuan. 

2. Contohnya gimana?

Kalau cemburu, ya kamu kesal ketika misalnya pasanganmu jalan berdua sama orang lain yang lawan jenis juga tapi nggak bilang dulu. Itu wajar. Kalau kamu sampai harus mengatur jadwalnya hari ini mau ketemu siapa saja, jam berapa, ngatur dia harus pulang jam berapa, itu tandanya kamu posesif.

3. Kamu memaksa pasanganmu mengikuti keinginanmu

Misalnya kamu merasa berhasil meraih IP sempurna karena setiap malam dengan cara belajar jam 3-5 pagi selama lima hari dalam seminggu. Lalu kamu meminta pacarmu juga melakukan hal yang sama. Well, tiap orang punya cara yang berbeda dalam meraih apa yang ia inginkan dan caramu belum tentu berhasil jika diterapkan pada orang lain, termasuk pacar. Ingat, dia individu yang bebas. Biarkan dia berkembang sesuai karakternya sendiri. 

4. Bedakan juga protektif dengan posesif

Protektif artinya melindungi. Ada orang yang mengekang pasangannya melakukan ini itu dengan alasan ‘aku cuma pengen melindungi kamu, itu aja.’ Guess what, melindungi artinya tetap membiarkan pasangan melakukan hal yang ia inginkan, tapi tetap mengawasi. Bukan melarang ini itu banyak sekali. Kasihan dong pacarmu nanti stress lho nggak boleh ngapa-ngapain atau sebaliknya, harus nurutin semua omonganmu. 

5. Pacarmu bukan barang atau properti yang bisa kamu perlakukan seenaknya sendiri

Kesalahan umum orang yang punya pacar biasanya menganggap bahwa si pacar adalah miliknya. Duh, please ini udah 2017. Hubungan yang sehat adalah yang mengizinkanmu berkembang menjadi versi terbaik dirimu, bukan yang mensyaratkan banyak hal hanya berdasarkan kehendak satu pihak. Kalau masih begitu, apa bedanya sama penjajahan? Sama-sama dipaksa, dikekang, disuruh melakukan sesuatu yang kamu sebenarnya nggak suka kan?

Percaya deh, pacarmu pasti akan lebih senang jika ia dipercaya untuk melakukan sesuatu yang ia senangi dan bisa berkembang seutuhnya. Dengan begitu, hubunganmu akan lebih berwarna dan membahagiakan. Intinya sih kamu harus bisa merasa utuh dan bahagia dengan diri sendiri dulu, baru membahagiakan orang lain. Begitu juga pasanganmu. Jangan sampai kamu menggantungkan kebahagiaanmu pada pasangan dengan bersikap posesif. Yakin kamu bakal bahagia melihat dia tertekan pacaran sama kamu gara-gara kamu posesif?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES