Jangan Pacaran Hanya Karena Kesepian! Renungkan Hal-hal Ini Sebelum Memulai Hubungan Baru.

23 September 2017
|Chandra W.
0SHARES

Putus hubungan seringkali menyakitkan bagi kedua belah pihak. Meski berat, pada akhirnya kamu harus menerima bagaimanapun keadaannya dan bersiap untuk move on. Masa-masa pasca putus adalah masa-masa yang cukup melelahkan karena di tahap ini kamu harus menyesuaikan diri dengan keadaan di mana yang dulunya bisa pergi ke suatu tempat bareng pacar, pulang kuliah ada yang diajak ngobrol, pas lagi down ada yang dipeluk, sekarang semuanya serba sendiri. Ngajak ngobrol teman jelas rasanya beda sama pacar. Perlahan kesepian memasuki hari-harimu apalagi ketika libur atau nggak ada kerjaan. Kamu mulai berpikir, ini waktunya cari pacar lagi. Sebelum melangkah terlalu jauh, renungkan dulu apakah kamu akan menjalin hubungan baru hanya karena kesepian, atau kebutuhan, atau yang lainnya.

1. Mungkin nggak lama setelah putus, kamu sudah dekat lagi dengan seseorang yang baru.

Sempat merasa kesepian sebentar, akhirnya datanglah orang yang bisa menyemarakkan hari-harimu. Semakin lama, kamu merasa dia bisa menggantikan mantanmu yang sebelumnya. Nggak perlu buru-buru, lho. Kamu bahkan mungkin belum merasakan nikmatnya menjadi seorang lajang. Namanya baru putus pasti kesepian. Anggaplah dua sampai tiga bulan sebagai masa adaptasi. Dalam dua tiga bulan ini, perasaanmu belum netral sehingga lebih mudah terbawa ketika ada seseorang yang mendekat.

2. Dari situ, kamu bisa bertanya pada diri sendiri. Apakah kamu benar-benar menyukai orang baru ini, atau kamu nggak pengen single aja?

Wajar banget kalau otakmu berpikiran 'ah, aku beneran suka sama dia kok. ini bukan karena aku nggak betah single.' Nah kalau sudah begitu, coba kamu ingat-ingat apa yang kamu suka darinya. Kalau ternyata perasaanmu nggak beralasan, bisa jadi itu karena kamu nggak pengen single aja.

3. Adakah persamaan yang bisa menyatukan kalian berdua?

Cari orang yang satu selera dalam hal film, musik, bacaan itu susah-susah gampang. Tapi ada banyak orang yang meskipun nggak satu selera dalam hal-hal tersebut, tetap bisa nyambung diajak ngobrol dan justru bisa membuka cakrawala baru. Persamaan dalam hal ini adalah hal yang lebih serius seperti bagaimana rencana masa depannya. Kalian sevisi atau enggak. Kalau nggak sevisi, ngapain repot-repot memulai hubungan serius?

4. Seberapa besar rasa toleransimu terhadap sifat dan sikapnya yang kamu kenal selama ini?

Iya, iya, cinta bisa menyatukan perbedaan. He'eh. Percaya. Tapi coba kamu lihat sikap dan sifatnya. Amati apakah kamu bisa bersama dengan sikap dan sifat itu dalam jangka waktu panjang. Orang pas pedekate sama pas udah pacaran kadang berbeda lho. Pas pedekate mungkin dia mau melakukan apa saja untuk kamu, makanya kamu harus jeli dan dapat memilah mana sikap dia yang sesungguhnya sehari-hari.

5. Perasaanmu tulus atau kamu hanya butuh pelampiasan atau kamu nggak tega menghindar / menolak?

Untuk memastikan ketulusanmu sendiri inilah kenapa kamu sebenarnya butuh waktu untuk sendiri dulu sebelum memulai hubungan baru lagi. Jangan sampai kamu malah akhirnya menyakiti orang lain. Mungkin juga kamu dalam hati nggak enak kalau harus menghindar atau menolaknya karena kamu ingat betapa sakitnya ditinggalkan. Tapi, bukannya lebih sakit lagi ketika berada dalam hubungan yang berlandaskan rasa kasihan?

Pikirkan dulu ya sebelum memulai hubungan baru. Jangan sampai kegagalanmu yang kemarin terulang lagi. Dan jangan sekalipun menjalin hubungan hanya karena males single. Masa-masa single adalah masa yang harus kamu manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan diri tanpa banyak pertimbangan (dari pacar dulu). Nanti kalau pikiran sudah netral, boleh deh cari yang baru buat mengisi hari-harimu.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES