Jangan Disepelekan, Pemilihan Bahasa Ternyata Sangat Penting Bagi Pengusaha Wanita. Ini Alasannya!

22 Mei 2018
|M.A
19SHARES

Seni berkomunikasi memang bukanlah seni yang mudah untuk dikuasai. Seberapa sering kita mengalami salah paham atau miskomunikasi dengan orang lain? Hal ini disebabkan setiap manusia memiliki alur penalaran yang berbeda sehingga kita sering mengalami miskomunikasi. Ternyata persoalan komunikasi ini nggak cuma berpengaruh di skala personal saja lho, tapi juga di skala profesional atau pekerjaan. Bagaimana bisa? Biar nggak bingung, yuk simak kisah-kisah berikut.

Dilansir dari theguardian, Sue Stockdale menceritakan tentang pengalamannya bekerja sama dengan suatu perusahaan mencari pangsa pasar yang penggunanya adalah seorang wanita entrepreneur. Saat itu, tipe wanita entrepreneur yang dicari oleh Sue adalah wanita yang usahanya memiliki pertumbuhan omsetnya cukup tinggi. Cara yang dia lakukan untuk mencari pengusaha wanita dengan kriteria tersebut adalah dengan melacak sumber pendanaan mereka, mentor yang mereka percayai untuk membimbing mereka.

Akan tetapi, Sue heran saat menemukan bahwa tidak banyak pengusaha wanita yang memenuhi kriterianya. Karena cara tradisional tersebut tidak berhasil, maka Sue menggunakan metode lain untuk menemukan pengusaha wanita yang sesuai. Dengan cara yang baru, Sue menemukan ada banyak pengusaha wanita yang omsetnya melebihi 250.000 poundsterling tapi mereka tidak menyatakan dirinya sebagai perusahaan dengan perkembangan omset yang tinggi.

Dari pengalaman ini, Sue menarik kesimpulan bahwa banyak pengusaha wanita tidak mengidentifikasi dirinya sebagai pengusaha beromset tinggi meskipun kenyataannya berkata lain. Dari sini, Sue menyimpulkan bahwa penggunaan kata-kata yang tepat sangat penting terutama dalam memberikan informasi bisnis kita kepada orang lain.

Contohnya dalam kehidupan sehari-hari, saat kita berusaha untuk mengajak teman mendaki gunung, dia mungkin akan menolak dengan berbagai alasan karena mendaki gunung memang berat dan melelahkan. Tapi jika kata-kata ajakan itu kita ubah menjadi mengajak teman kita untuk bersantai pergi ke suatu tempat dan menghirup udara segar, secara tidak sadar mereka akan ikut mendaki gunung dengan antusias dan sudah melalui setengah pendakian.

Bisa dilihat dari situasi itu, dua pemilihan diksi ajakan kepada teman bisa menghasilkan hal yang berbeda pula. Oleh karena itu, pemilihan kata-kata dalam negosiasi bisnis, berinteraksi dengan teman, dan rekan kerja sangatlah penting untuk kita pelajari.

Pembicara acara TED, Amy Cuddy menyatakan bahwa bahasa menentukan hasil yang kita inginkan. Dia memberi contoh pada kejadian yang dia alami sendiri. Saat itu, dia selalu punya keinginan menjadi seorang pelari handal, tapi dia selalu gagal mencapai yang dia inginkan. Dia merasa gagal setiap kali berlari karena dia memiliki pemikiran pelari handal adalah pelari yang disiplin berlatih setiap hari, cukup cepat larinya, dan mampu menyelesaikan maraton.

Akhirnya, dia menanggalkan pemikiran tersebut dan fokus pada hal yang bisa ia lakukan terlebih dahulu dan menghubungkan hal itu ke sesuatu yang dia nikmati seperti traveling. Jadi, setiap dia pergi jauh untuk urusan pekerjaan, dia melakukan lari pendek untuk merasakan lingkungan dia bekerja. Proses ini disebut self nudging. Self nudging ini membuat kita fokus pada proses yang kita alami, bukan ke hasil akhir yang kita inginkan. Proses ini membuat kita  menjadi lebih berani untuk menghadapi masalah dan mencapai impian kita.

Jadi, apa hubungan self nudging dengan saran bisnis untuk para wanita? Menurut Sue, fenomena ini menunjukkan bahwa pemilihan bahasa cukup penting. Kita cenderung untuk berpikir tentang hasil akhir dan aspirasi, tujuan. Hal ini penting tapi kita juga harus fokus pada apa yang bisa kita lakukan secara nyata melalui proses dan progress sehingga kita bisa memaksimalkan performa kita.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
M.A
Gak Punya Quote Nih!
19SHARES