Jangan Anti Sama Orang yang Kamu Benci. Kadang Mereka Hanya Perlu Dirangkul Lebih Kuat Lagi

23 Juni 2018
|Idham Nur Indrajaya
0SHARES

Beberapa di antara kamu mungkin memiliki orang yang kamu benci, dan tidak menutup kemungkinan bagi orang-orang itu untuk membenci kamu juga. Kemungkinan mereka akan memperoleh kesenangan saat kita merasakan kesengsaraan. Hubungan semacam ini bisa jadi terbangun karena adanya suatu peristiwa tertentu yang berujung kepada rasa benci. Akan tetapi, mungkin ada juga orang yang kita benci tanpa alasan apapun.

Terlepas dari bagaimana kita akhirnya bisa memiliki (katakanlah) musuh, kebencian yang tidak berujung pada akhirnya tidak akan memberikan manfaat apapun kepada kita. Oleh karena itu, kita memerlukan suatu manajemen emosi agar nantinya kebencian kita tidak malah menjadi sesuatu yang berlarut-larut dan hanya memberikan dampak negatifnya saja kepada kita.

Cara yang paling ampuh untuk keluar dari permasalahan itu adalah dengan belajar mencintai orang yang kita benci, jangan terlalu anti pati. Kedengarannya memang sulit jika kita tidak mengumpulkan tekad dan niat yang kuat untuk mengubah persepsi kita kepada orang yang kita benci. Supaya kamu bisa lebih termotivasi, di bawah ini kamu bisa membaca beberapa alasan kuat bagi kamu untuk berusaha memutarbalikkan rasa benci menjadi rasa cinta kepada orang lain.

1. Orang yang kamu benci bisa menjadi terapis untuk melatih manajemen emosi

Jangan salah, orang yang kamu benci bisa menjadi seperti halnya terapis bagi kamu lho. Mereka adalah orang paling cocok yang bisa membantu kamu untuk memahami pengendalian emosi. Kenyataan bahwa musuh bisa mengeluarkan sisi terburuk kita memang benar adanya. Akan tetapi, di sisi lain, mereka pun bisa menyokong kebutuhan kita untuk memperoleh kejiwaan yang lebih stabil.

Perlu dicamkan bahwa manajemen emosi itu adalah suatu kemampuan yang bisa diperoleh dengan cara latihan, bukan melalui teori. Oleh karena itu, orang yang kamu benci bisa memberikan kamu latihan yang praktis untuk mencapai kemampuan tersebut. Kuncinya satu: sabar.

2. Mereka bisa memotivasi kamu untuk berinterospeksi

Kamu bisa jadi membenci seseorang karena komentar-komentar negatif yang sering ditujukan kepada kamu. Jika suatu waktu orang itu melontarkan celotehan yang menunjukkan kekurangan kamu, cobalah terima celotehan itu dengan lapang dada. Mungkin pada awalnya kamu akan merasa tersinggung, tapi cobalah untuk menarik diri dari emosi negatif dan jadikanlah komentar mereka sebagai alasan bagi kamu untuk berintrospeksi diri. Dengan begitu, keberadaan orang yang kita benci justru malah akan membantu kita menuju ke arah pribadi yang lebih baik, kan?

3. Orang yang kita benci bisa menstimulasi daya saing kamu

Persaingan memang kerap kali bisa berujung kepada kedengkian dan kebencian. Jika kamu mengalami hal itu, lantas apakah kamu harus mencari upaya untuk menjatuhkan saingan kamu? Tentunya tidak. Keberadaan pesaing justru bisa mendorong kita untuk terus mengembangkan kualitas yang pada gilirannya akan meningkatkan daya saing kita di tengah masyarakat. Artinya, keberadaan saingan itu bukanlah sesuatu yang harus disesalkan, melainkan disyukuri.

4. Musuh bisa memberikan kesempatan bagi kamu untuk melatih kemampuan interaksi interpersonal

Coba pikirkan kembali alasan kenapa orang lain bisa menjadi musuh bebuyutan kita. Jika alasannya ternyata masih bisa dikompromikan, kenapa kita tidak mencoba untuk berbaikan dan menjadikan musuh kita sebagai teman? Jika kamu berhasil mengubah musuh menjadi teman, artinya kamu sudah mengalami peningkatan soft skill yang berkaitan dengan kemampuan interaksi interpersonal, dan kemampuan itu sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat lho.

5. Kamu bisa lebih menghargai orang yang kamu cintai

Keberadaan musuh bisa menstimulasi emosi negatif yang bisa dinetralisir dengan emosi positif. Jika kamu menyadari adanya orang yang kamu benci dan begitu pula sebaliknya, pada gilirannya kamu akan lebih menghargai keberadaan orang yang mencintai kamu lho. Mencari musuh itu gampang, tapi mencari teman adalah hal yang cukup sulit. Contoh sederhananya bisa kita lihat dalam fenomena persinggungan antarsuporter sepak bola. Keberadaan suporter dari tim lawan memang bisa terasa menyebalkan, tapi di sisi lain, kamu jadi lebih menghargai pendukung tim yang sama dengan kamu, kan?

Itulah beberapa alasan kenapa kita harus menghargai keberadaan orang yang kita benci. Paparan di atas menunjukkan bahwa “musuh” dan “benci” itu tidak harus selamanya kita ambil sebagai suatu hal yang negatif, melainkan bisa juga menjadi suatu hal yang memotivasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES