Inilah Orang-orang yang Diduga Merupakan Identitas Asli dari William Shakespeare

27 April 2017
|Monica Petra
0SHARES

Semua orang pasti pernah mendengar nama William Shakespeare. Seorang yang mahakaryanya dikenal dunia, yaitu Romeo dan Juliet. Namun, siapa yang sangka bahwa ternyata identitas sang sastrawan dunia masih dipertanyakan? Jadi, ada beberapa argumen yang menyatakan bahwa Shakespeare bukanlah Shakespeare. William Shakespeare hanyalah nama pena yang digunakan oleh seseorang yang identitasnya tidak diketahui ini. 

Secara singkat, kisah hidup Shakespeare yang beredar adalah dia dulunya dari keluarga kaya tapi lalu jatuh miskin. Namun, dia masih bisa bersekolah di Stratford Grammar School. Di usia 18 tahun, dia menghamili seorang gadis bernama Anne Hathaway, sehingga mereka harus menikah lalu mereka dikaruniai lagi 2 anak kembar. Awal tahun 1590-an, William menjadi penulis besar dan aktor di London, Inggris. Pada usia 48 tahun dia pensiun dan kembali ke Stratford.

Ketika para peneliti mencoba menganalisis kisah hidup Shakespeare, mulai bermunculan banyak kejanggalan. Salah satunya adalah tidak ada orang yang pernah mengenal Shakespeare selama 20 tahun dia di London, tidak ada orang yang pernah melihatnya, tidak ada catatan bahwa seseorang pernah bertemu sang aktor. Berikut ini, YuKepo sajikan beberapa orang yang digadang-gadang merupakan sosok Shakespeare yang sebenarnya. Siapa saja mereka?

1. Edward de Vere

Kisah hidupnya memiliki banyak kemiripan dengan karya-karya Shakespeare. Dia adalah seorang putra pewaris Earl of Oxford ke-16. Ayahnya meninggal ketika dia masih 12 tahun dan tak lama ibunya menikah lagi. Edward sempat tinggal dengan ibunya tapi tidak lama dan akhirnya dia dibesarkan oleh seorang ayah angkat yang merupakan bendahara kerajaan Inggris.

Usia 21 tahun, ia menikah dengan Anne Cecil, putri dari sang ayah angkat. Tidak heran, karena mereka dibesarkan bersama sejak kecil. Peristiwa ini mirip dengan kisah Posthumus Leonatus karya Shakespeare, di mana seorang bangsawan menikahi putri ayah angkatnya. Edward, sebagai seorang bangsawan memiliki banyak waktu untuk mengarang naskah-naskahnya. 

 

2. Sir Francis Bacon

Ada pula yang disebut sebagai Shakespeare yaitu Sir Francis Bacon. Dia lahir pada tahun 1561 dan merupakan putera pegawai eselon tinggi di masa pemerintahan Ratu Elizabeth. Ia adalah seorang filsuf dan bangsawan di era itu. Diduga, pendidikannya yang cukup membuat dia mampu menulis drama serta puisi dengan karakter yang sangat kompleks. 

Bacon dulunya juga adalah penasihat dan sahabat Pangeran Essex. Namun, suatu hari Pangeran Essex meminta Bacon untuk menyusun rencana menggulingkan sang ratu. Bacon tidak bersedia dan menyarankan supaya Pangeran Essex tunduk pada ratu. Saran itu tidak diterima, Pangeran Essex melakukan kudeta namun gagal hingga akhirnya dia dihukum pancung. 

 

3. Christopher Marlowe

Kisah hidupnya mirip dengan kisah hidup Shakespeare, memiliki kesulitan ekonomi tapi Marlowe sempat merasakan pendidikan yang cukup tinggi. Sayangnya, dia harus mati terbunuh dan 2 minggu kemudian kematian Shakespeare sang sastrawan terkenal juga langsung tersiar hebat. 

Marlowe dikenal sebagai penyair, penerjemah, dan penulis drama pada masa Ratu Elizabeth. Pada 18 Mei 1593, Marlowe ditangkap dengan dugaan tuduhan penistaan agama. Akhirnya, ia mati secara tragis dibunuh oleh Ingram Frizer yang masih belum diketahui apakah pembunuhan ini terkait penangkapannya atau tidak. 

4. Mary Sidney Herbert

Posisinya sebagai bangsawan wanita dan berpendidikan tinggi membuatnya kemungkinan mampu untuk menulis karya-karya Shakespeare. Ketika karya berjudul First Folio dipublikasikan, Mary memang telah tiada tapi diketahui bahwa Shakespeare mendedikasikannya pada 2 anak Mary. 

Dia wafat di usia 59 tahun karena sakit cacar pada 25 September 1621 di Aldersgate Street, London. Tak lama setelah King James I mengunjunginya di rumahnya yang baru selesai dibangun, Houghton House. Jasadnya dikuburkan di Salisbury Cathedral, bersebelahan dengan makam suaminya.

5. William Stanley

William Stanley adalah bangsawan yang suka berpetualang, menyenangi komedi dan drama serta punya beberapa usaha teater. Ada spekulasi yang menyatakan dialah sosok Shakespeare yang sebenarnya. Tapi menurut pihak yang lain berpendapat bahwa Stanley hanyalah sekedar rekan kerja saja.

Kehidupannya yang bebas berakhir ketika pada bulan April 1594, kakak laki-lakinya meninggal. Stanley pun harus menjadi Earl of Derby yang ke-6. Pada Januari 1595, dia menikah dengan Lady Elizabeth Vere, putri dari Earl of Oxford. Dia ditunjuk sebagai Knight of the Garter tahun 1601 dan merupakan salah satu dari enam senior Knight of the Garter yang bertugas membawa kanopi pada saat penobatan James I tahun 1603. 

Demikianlah beberapa tokoh yang dianggap merupakan sosok asli dari seorang seniman dan sastrawan besar, William Shakespeare. Kalau menurut kamu sendiri, apakah kamu percaya Shakespeare adalah Shakespeare? Atau itu hanyalah nama pena belaka dan sosok 'Shakespeare' memang berusaha menyembunyikan identitasnya? Semua itu menjadi misteri yang belum terpecahkan. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Monica Petra
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES