Inilah Kisah Gadis-gadis yang Menjadi Korban Penculikan Kelompok Teroris di Nigeria

22 Juni 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Pada 14 April 2014 lalu, 276 gadis diculik oleh kelompok teroris Boko Haram dari sekolahnya di kota Chibok, Nigeria. Penculikan ratusan gadis muda ini mendapat perhatian dunia. Masyarakat internasional memulai gerakan #BringBackOurGirls yang bertujuan untuk mendesak pemerintah Nigeria dan pemerintah negara-negara yang berkuasa agar mengambil tindakan terkait penyelamatan gadis-gadis yang diculik tersebut. Gerakan ini menjadi viral di sosial media, bahkan beredar foto Michelle Obama memegang kertas dengan tagar tersebut sebagai bentuk dukungannya.

Akan tetapi gerakan tersebut tidak banyak membuahkan hasil karena Boko Haram masih menahan ratusan gadis-gadis tersebut dan negosiasi yang dilakukan tidak kunjung membuahkan hasil. Organisasi teroris asal Nigeria ini menyatakan bahwa aksi penculikan tersebut dilakukan karena menurut mereka pendidikan ala barat seperti yang diajarkan di sekolah gadis-gadis tersebut adalah sesuatu yang haram dan tidak diperbolehkan. Mereka juga mengungkapkan bahwa gadis-gadis korban penculikan tersebut akan dipaksa untuk berpindah ke agama islam dan dinikahkan dengan para tentara organisasi Boko Haram.

Setelah tiga tahun, dengan berbagai upaya, pemerintah Nigeria berhasil membebaskan kurang lebih 100 gadis dari cengkeraman Boko Haram. Namun terdapat lebih dari 100 gadis lainnya yang masih berada dalam tahanan. Gadis-gadis yang telah dibebaskan namun belum kunjung dapat dikembalikan ke keluarganya. Mereka masih ditahan oleh pemerintah untuk berbagai program konseling sebelum mereka dilepaskan kembali ke masyarakat.

Gadis-gadis yang telah berhasil dibebaskan tersebut mengaku bahwa dalam tahanan Boko Haram, mereka dipaksa untuk berpindah ke agama islam. Jika tidak, maka gadis-gadis tersebut akan dibunuh dengan cara dirajam. Gadis-gadis yang dianggap sudah cukup tua lantas dinikahkan paksa dengan tentara-tentara Boko Haram. Sehingga beberapa gadis saat dibebaskan oleh Boko Haram sudah membawa bayi bersamanya atau sedang hamil. Bahkan seorang gadis menolak untuk dibebaskan karena merasa sudah memiliki keluarga dan kehidupan yang baik dalam naungan Boko Haram.

Tiga tahun berada dalam sekapan dan hidup di tengah hutan rimba bersama dengan kelompok radikal islam, tentu mengubah cara gadis-gadis ini dalam memandang kehidupan. Beberapa dari mereka bahkan sudah kehilangan orang tuanya yang meninggal karena bentrokan senjata yang kerap terjadi di Nigeria maupun karena stress kehilangan putrinya. Kehidupan yang menanti gadis-gadis Chibok di luar jangkauan Boko Haram memang cukup menakutkan pula bagi gadis-gadis ini. Namun pemerintah Nigeria berjanji akan memberikan beasiswa bagi gadis-gadis yang sudah dibebaskan untuk dapat menuntut ilmu kembali baik di Nigeria maupun di negara-negara lain. Hal ini dilakukan untuk menjamin kehidupan gadis-gadis ini di kemudian hari.

Hingga kini, presiden Nigeria, Muhammadu Buhari masih berusaha membebaskan gadis-gadis Chibok yang masih dalam sekapan kelompok teroris Boko Haram ini. Presiden Buhari memang sudah bersumpah pada saat pelantikannya bahwa ia akan mengupayakan segala cara untuk membebaskan gadis-gadis Chibok. Dan ia telah menepati janjinya dengan berhasil membebaskan 100 lebih gadis Chibok dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. Ia juga menepati janjinya dengan menyekolahkan gadis-gadis tersebut di berbagai universitas.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES