Inilah Gambaran Wabah Kolera Mematikan yang Menyerang Kamp Pengungsi Sudan Selatan

04 Juni 2017
|Atik Kencana S.
34SHARES

Kemerdekaan yang diraih oleh Republik Sudah Selatan nampaknya tidak membawa pengaruh baik bagi rakyatnya. Setelah merdeka, malah bermunculan perang saudara demi merebut kekuasaan. Akhirnya, masyarakat juga yang menjadi korbannya. Banyak masyarakat yang ingin kembali ke Sudan, namun banyak juga yang memilih bertahan di kamp-kamp pengungsian perbatasan negara. Kehidupan para pengungsi juga jauh dari kata sejahtera, selain kelaparan wabah-wabah penyakit juga bermunculan seperti wabah kolera.

Wabah kolera yang sangat mematikan telah memakan ratusan korban jiwa yang melarikan diri dari konflik di Sudan Selatan. Kementerian Kesehatan Sudan Selatan telah mencatat setidaknya ada lebih dari 7.000 kasus terjangkitnya penyakit kolera, setidaknya sebanyak 229 orang meninggal akibat penyakit ini. Anak-anak dan remaja yang berada di bawah usia 30 tahun menjadi yang paling rentan terhadap penyakit ini. Terhitung dari total kasus, sebanyak lebih dari 70%-nya berasal dari usia di bawah 30 tahun.

Penyakit kolera merupakan sebuah penyakit menular yang menyerang saluran pencernaan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio Cholerae yang masuk ke dalam tubuh bersama makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Biasanya penyakit ini bisa ditemukan pada lingkungan dengan sanitasi yang buruk.

Menurut laporan kemanusiaan PBB, wabah kolera tersebut diperkirakan akan semakin menyebar pada musim hujan mendatang karena konflik masih terus berlanjut. Setidaknya ada sekitar 3,5 juta orang yang sudah mengungsi karena perang saudara di Sudan Selatan, dan sekitar satu juta orang ada di ambang kelaparan. Kondisi hidup di kamp penampungan yang sempit dan minim sanitasi memperburuk angka risiko penyakit ini. 

Kali ini YuKepo mau ajak kamu untuk melihat bagaimana kehidupan para pengungsi Sudan Selatan apalagi dengan berjangkitnya wabah kolera ditambah dengan ancaman kelaparan yang melanda mereka. Penasaran? Yuk kepoin!

1. Seorang penderita kolera sedang mendapatkan perawatan terakhir sesaat sebelum ia meninggal di kawasan kamp pengungsian

2. Kerabat berduka atas kehilangan anggota keluarga akibat wabah kolera

4. Bahkan kolera juga tidak mengenal usia, tua muda semua kena

5. Betapa mirisnya ruang perawatan penyakit kolera yang juga kumuh seperti ini

6. Memang lebih banyak anak-anak dan remaja yang terkena wabah mematikan ini

7. Seorang wanita yang mengalami gizi buruk juga tak luput dari wabah kolera tersebut

8. Para pasien kolera malah akan semakin buruk kondisinya bila dirawat di ruangan seperti ini

9. Tidak hanya satu dan dua, mayoritas pengungsi di sana terkena wabah kolera tersebut

10. Seorang ibu yang dengan setia menemani anaknya yang terkena penyakit kolera tersebut

Nah, itulah bagaimana buruknya kehidupan di kamp-kamp pengungsi Sudan Selatan. Dengan ruangan sempit yang harus menampung banyak orang ditambah dengan sanitasi yang buruk menyebabkan wabah kolera kiat berjangkit di tempat itu. Tidak hanya kolera, para pengungsi juga hidup di ambang kelaparan hingga kini.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
34SHARES