Inilah Dampak dan Bahaya Bullying yang Bisa Dialami Anak TK hingga Pekerja Kantoran

14 Juni 2017
|Olphi Disya
Life
0SHARES

Akhir-akhir ini, kejadian bullying seolah menjadi hal yang biasa terjadi. Baik dilihat secara langsung maupun yang ada di media sosial. Banyak orang yang nggak sadar bahwa apa yang dilakukannya termasuk ke dalam bentuk bullying. Jika salah satu pihak secara sengaja menyakiti orang lain dalam rangka untuk mendominasi atau merendahkan orang lain, itu dinamakan bullying lho guys! Agar lebih jelasnya, coba simak penjelasan singkat tentang bullying berikut ini.

1. Apa aja sih yang termasuk ke dalam bullying?

Bullying bisa ditunjukkan dalam berbagai bentuk, namun umumnya adalah berbentuk perilaku negatif terhadap orang lain. Misalnya mulai dari bullying secara psikologis berupa ancaman, ejekan, hinaan, perusakan nama baik (fitnah), atau mengajak orang lain untuk menjauhi korban, cyberbullying di internet dan media sosial, melakukan penindasan secara fisik seperti dipukul, dilecehkan, hingga yang paling ekstrem adalah menganiaya korban.

2. Siapa aja yang mengalami bullying?

Semua orang yang memiliki lingkup pertemanan dapat berpotensi mengalami bullying. Mulai dari anak TK bahkan hingga di kalangan orang dewasa, misalnya bullying di kampus atau di kantor. Bullying pun bisa terjadi dalam hubungan interpersonal lain, seperti di dalam keluarga, hubungan pacaran, atau di lingkup persahabatan.

3. Apa ciri-ciri orang yang mengalami bullying?

Kalau biasanya ada temanmu yang selalu tampil ceria, bersemangat, atau menunjukkan perilaku yang positif tiba-tiba menjadi malas ke kampus, emosinya nggak stabil, atau merasa cemas yang berlebihan, mungkin kamu bisa selidiki penyebab dari sikap aneh temanmu itu. Kenapa? Karena bisa jadi temanmu itu tengah mengalami bullying yang membuatnya merasa cemas dan depresi. Dampaknya ini pun bisa dalam jangka waktu yang panjang lho, seperti mengalami sebuah trauma.

4. Apa yang harus orang sekitar lakukan?

Sebenarnya kejadian bullying merupakan hal yang seharusnya diketahui oleh orang sekitar. Kalau terjadi di sekolah, seharusnya pihak sekolah lebih peka dalam mengamati kejadian bullying. Begitu pun orang tua dan teman di sekitar korban yang sebaiknya membantu korban untuk menghadapi masalahnya dan mendukung agar korban segera bagkit. Lebih baik lagi apabila orang terdekatnya dapat membantu korban dengan cara mencari bantuan ke para ahli, seperti psikolog.

5. Gimana dengan pelaku bullying?

Selain dampak dan bahaya yang dirasakan oleh korban, ternyata pelaku bullying juga sebenarnya tengah megalami kondisi mental yang tidak sehat. Pelaku bullying memiliki pola pikir yang buruk dalam kaitannya dengan kekuatan dan dominasi. Oleh karena itu, pelaku bullying harus dibrikan terapi secara psikologis dan diberikan efek jera dari pihak terkait (misalnya sekolah atau pihak berwajib jika perlu).

6. Kalau kamu menjadi saksi tindakan bullying, apa ya yang harus dilakukan?

Ada yang disebut dengan bystander atau orang yang ada di tempat kejadian dan menjadi saksi atas sebuah tindakan bullying. Nah, ternyata bystander juga bisa memutus mata rantai bullying lho. Gimana caranya? Simak video berikut untuk penjelasan lengkap mengenai bystander dan keterangan lebih lanjut tentang bullying.

Nah, itulah tadi penjelasan singkat mengenai bullying. Siapa pun nggak pantas direndahkan dan diperlakukan secara hina. Jangan takut dan lemah jika kamu menjadi korban bullying. Tapi, jangan sampai kamu justru menjadi pelaku bullying karena dengan sedikit perbuatan tak menyenangkan yang kita berikan pada orang lain mungkin aja menjadi masalah untuknya dalam jangka waktu yang panjang. Peace!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES