Inilah 9 Mitos dan Fakta Parfum yang Sering Bikin Orang Salah Kaprah

07 Mei 2017
|Olphi Disya
0SHARES

Menyemprotkan parfum mungkin udah jadi rutinitas wajib untuk mengawali aktivitas. Terlihat rapi, bersih, dan wangi tentu bikin kita tambah percaya diri karena dengan begitu kita nggak malu kumpul bareng teman-teman dan yang paling penting pastinya aroma tubuh kita nggak mengganggu orang lain. Tapi ada beberapa mitos yang justru bikin banyak orang salah kaprah mengenai pemakaian parfum, mungkin termasuk kamu. Apa aja ya mitos dan faktanya? Yuk, kepoin!

1. “Parfum sebaiknya disimpan di kamar mandi”

Meskipun parfum nggak akan berubah menjadi bau, panas dan lembab akan membuat minyak pada parfum mengurai dan itu akan membuat wangi parfum jadi berubah dari wangi yang seharusnya.

2. “Wangi parfum di kertas selembar kertas tester sama persis dengan wangi ketika digunakan di kulit”

Wangi parfum yang disemprotkan pada selembar kertas atau pakaian akan berbeda ketika disemprotkan pada kulit. Bahkan perbedaan kulit seseorang satu sama lain bisa menimbulkan wangi yang berbeda pula lho.

3. “Sebaiknya kamu semprotkan parfum ke udara lalu berjalan atau berdiri sekitarnya”

Justru seharusnya kamu semprotkan langsung ke kulit yang dalam kondisi kering. Semprotkan ke daerah yang hangat seperti leher, dada, pergelangan tangan, dan lipatan siku untuk membuat parfum tahan lama.

4. “Cologne itu untuk cowok, parfum itu untuk cewek”

Perbedaan jenis seperti cologne, eau de toilette, eau de parfum, atau body mist bukan untuk membedakan berdasarkan gender, tapi berdasarkan tingkat konsentrasi zat yang terkandung dalam parfum.

5. “Parfum sebaiknya digosokkan ke kulit”

Faktanya, cairan parfum yang digosokkan ke kulit justru akan menguraikan minyak pada parfum sehingga akan mengurangi daya tahan parfum. Biarkan parfum menyerap ke kulitmu dengan sendirinya.

6. “Semua wewangian sama kuatnya”

Wangi pada parfum diciptakan oleh minyak konsentrat di mana kalau takarannya berbeda akan membuat kekuatan parfum juga berbeda. Jika wanginya kuat banget, maka sebaiknya jangan disemprotkan terlalu banyak.

7. “Semakin kuat wanginya, semakin bagus”

Sebenarnya, konstentrat yang terdapat pada parfum akan mengubah kekuatan parfum itu sendiri. Ada orang yang cocok dengan wangi yang kuat dan ada juga yang nggak. Jadi, parfum yang disemprotkan pada orang yang berbeda meskipun wanginya sama bisa jadi wanginya nggak sama.

8. “Wangi parfum akan selalu sama sepanjang hari”

Umumnya wangi parfum akan berubah alias non-linear karena adanya proses penguapan. Justru parfum yang wanginya non-linear menunjukkan bahwa parfum tersebut kualitasnya baik.

9. “Semakin mahal harga parfum, semakin bagus”

Nggak selalu begitu, terkadang parfum murah bisa aja memiliki kualitas yang bagus daripada parfum dengan merek ternama. Bisa jadi ini juga masalah kecocokan dengan pengguna parfum.

Kalau udah tahu seperti ini, tentu kamu akan mulai merubah kebiasaan pemakaian parfum yang salah kan? Selain memakai parfum dengan kadar yang pas, kamu juga harus perhatikan wangi apa sih yang sesuai dengan kamu. Jangan sampai wangi parfumnya terlalu menyengat sehingga mengganggu orang lain. Di samping itu, lebih baik lagi kalau kamu mandi yang bersih, menjaga kulit tetap lembab dan stay fresh. Dijamin, wanginya nggak akan hilang-hilang!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES