Inilah 5 Perbedaan yang Sering Menjadi Masalah dalam Pacaran

17 Mei 2017
|Monica Petra
Life
0SHARES

Dalam menjalin sebuah hubungan, tidak dipungkiri seringkali perbedaan membuat hubungan menjadi rumit dan membingungkan. Setiap orang memang memiliki kriteria masing-masing dalam memilih seseorang untuk kelak mengarungi bahtera rumah tangga bersama. Namun, yang menjadi masalah seringkali perbedaan dalam beberapa hal, membuat hubungan harus kandas di tengah jalan. Larangan bisa datang dari pihak keluarga maupun hati nurani masing-masing pasangan.

Nah, daripada kamu kejeblos masalah rumit yang sudah sering terjadi, sebaiknya baca dulu baik-baik artikel ini. Perbedaan apa saja yang biasanya menjadi masalah di luar perbedaan karakter.

1. Perbedaan ras

Bukan bermaksud rasis, tapi hal ini sudah bukan wacana baru. Dari masing-masing suku biasanya ingin menikah dengan sesama sukunya. Mungkin, kamu tidak masalah menikah atau menjalin hubungan dengan orang yang berbeda ras atau suku tapi biasanya pertentangan timbul dari pihak orang tua.

Nah, makanya sebaiknya cari tau dulu apakah orang tua membebaskan kita dalam masalah yang satu ini atau tidak. Jika orang tuamu sudah lebih modern, dan sering merantau, biasanya tidak masalah kalau anaknya mau menikah dengan orang dari suku mana atau negara mana.

2. Perbedaan agama

Di Indonesia, hal ini masih menjadi masalah nomer satu. Walau sudah banyak juga pasangan yang tetap menjalani bahtera rumah tangga dengan perbedaan keyakinan. Namun, harus siap dengan segala konsekuensi. Seperti bagaimana kelak anak-anak akan dibesarkan, bagaimana ritual pernikahan dan lain sebagainya. Jangan sampai hanya mesra sementara tapi di belakangnya penuh dengan masalah.

3. Perbedaan usia

Hal ini sudah tidak terlalu menjadi masalah di era yang semakin modern. Tapi masih ada juga beberapa orang yang mempertimbangkan usia sebagai salah satu hal yang krusial. Apakah oke kalau si pria lebih muda atau lebih tua? Kalau oke dengan si pria lebih muda, berapa tahun perbedaan usia yang kamu izinkan? Kalau oke dengan si pria lebih tua, berapa tahun perbedaan usia yang menjadi patokan?

Apakah oke jika si pria 20 tahun lebih tua? Apakah oke jika si wanita 20 tahun lebih tua? Apakah masalah penampilan karena perbedaan usia membuatmu nyaman atau tidak? Hal-hal itu perlu dipertimbangkan. Kalau masalah karakter oke, tidak ada salahnya menjalani hubungan ini. Jangan sampai kamu merasa menjalin hubungan dengan seorang 'bayi'.

4. Perbedaan status ekonomi

Bukan bermaksud untuk matre. Tetapi terkadang ada pihak keluarga yang tidak setuju jika calon menantunya datang dari keluarga yang biasa-biasa saja. Biasanya, pihak wanita berharap pihak pria berasal dari keluarga yang lebih mapan atau setidaknya setara dengan keluarga si wanita. Tidak hanya masalah latar belakang keluarga, tapi juga masalah kemapanan pribadi. Apakah si pria sudah bekerja, apakah gajinya lebih tinggi dari si wanita atau tidak? Kalau lebih tinggi, apakah hal itu menjadi masalah atau tidak? Untuk masalah yang satu ini, biasanya pasangan yang menjalani tidak terlalu mempersoalkan, tetapi pihak keluarga yang lebih kaya atau mapan biasanya mempersoalkan.

5. Perbedaan latar belakang pendidikan

Hal ini juga bisa memicu perselisihan. Karena ada yang mengatakan bahwa pendidikan mencerminkan cara berpikir seseorang. Jika kamu seorang S3 tentu akan berbeda cara berpikir dan berbicaranya dibanding dengan orang yang hanya lulusan SD. Walau bukan berarti semua orang yang lulusan SD adalah buruk.

Namun, mau tidak mau kenyataannya akan hal ini memang patut dipertimbangkan. Seorang sarjana tentu tidak ingin malu saat harus bersanding dengan seorang lulusan SD yang masih banyak hal yang harus dipelajari. Ketika berkumpul dengan teman-temannya, mungkin pembicaraan mereka sudah tidak nyambung. Hal ini bisa diatasi jika pasangan yang pendidikannya lebih rendah, karirnya bisa lebih sukses atau setidaknya sudah bekerja mapan, memiliki usaha sendiri misalnya.

Sedikit gambaran tentang perbedaan di atas, semoga memberi arahan positif untuk kamu. Kamu harus membuka mata lebar-lebar bahwa hal-hal semacam ini masih menjadi masalah pelik di Indonesia. Kecuali mungkin kamu sudah tidak memiliki keluarga besar. Perlu toleransi dan persiapan serta perjuangan ekstra jika kamu ingin menikahi orang dengan salah satu perbedaan di atas. Akhirnya, semua kembali pada dirimu sendiri. Jika kamu yakin dia pilihan yang tepat, orang baik, dan perbedaan di atas tidak menjadi halangan, lanjutkan saja. Jika kamu belum mendapat restu dari orangtua, selama kamu yakin, lanjutkan perjuangan dan tetap berdoa.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Monica Petra
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES