Ini Bedanya Pernikahan Ala Indonesia dan Ala Barat. Mana Nih yang Cocok Untukmu?

22 Juni 2018
|Dwi Ayu Silawati
452SHARES

Pernikahan memang sesuatu yang sakral dan spesial dalam berbagai budaya dan tradisi. Sebagai orang Indonesia kamu pasti punya kecenderungan untuk mengikuti adat istiadat sesuai daerah asalmu. Tapi biasanya acara akan terkesan kaku dan kamu nggak bisa ngobrol lebih intim sama teman-teman terdekat kamu. Makanya beberapa orang sekarang kerap memilih pernikahan gaya Barat yang lebih sederhana. Mau tahu beberapa perbedaan pentingnya? Yuk simak!

1. Tahap lamaran

Di Indonesia tahap lamaran diawali dengan sang lelaki datang ke rumah keluarga sang perempuan dan menanyakan ketersediaannya untuk menikah. Proses tersebut juga sebagai permulaan hubungan antar dua keluarga. Biasanya keluarga lelaki juga memberikan seserahan saat proses lamaran tersebut sebagai bentuk keseriusan.

Di negara Barat, proses lamaran hanya melibatkan kedua individu, tanpa campur tangan siapapun. Jika laki-laki membutuhkan bantuan, biasanya ia hanya mengajak teman dekat atau saudara dekatnya untuk mempersiapkan perlengkapan saja. Tidak ada sistem seserahan, sang lelaki hanya butuh cincin sebagai pengikat.

2. Istilah bibit bobot bebet

Di Indonesia sebelum menikah, kedua keluarga harus mengenal satu sama lain. Biasanya orang tua juga memberikan penilaian pada calon pasangan sang anak dengan mempertimbangkan asal usul juga status. Tidak semua sih, tetapi hal ini kerap kita temui. Di negara Barat, orang tua tidak memiliki hak untuk menentukan apakah pilihan sang anak tepat atau tidak. Mereka bisa menyampaikan pendapat, tetapi tidak mengambil keputusan.

3. Ritual pra-nikah

Di Indonesia ritual pra-nikah biasanya disebut midodareni yaitu pengantin wanita dianjurkan tetap berada dalam rumah kemudian teman-teman perempuannya datang berkunjung. Ini juga dilakukan di beberapa negara seperti India dan Timur Tengah. Sementara dalam budaya Barat, calon pengantin pria dan wanita biasanya akan mengadakan pesta lajang terpisah bersama teman-teman dekat mereka. Di Indonesia, budaya ini juga mulai diadaptasi dengan maraknya acara bridal shower maupun bachelorette party.

 

4. Jumlah undangan

Ini yang paling kentara dari pernikahan Indonesia, jumlah undangan yang cukup banyak, minimal seratus undangan. Sebab biasanya di Indonesia pernikahan akan melibatkan orang tua dan keluarga besar. Nggak hanya mengundang teman sekolah, kuliah, dan kerja yang sudah cukup banyak, kamu juga harus mengundang kolega orang tua juga tetangga. Sementara pernikahan ala Barat hanya mengundang sekitar puluhan orang saja, termasuk keluarga dan teman dekat.

5. Baju pengantin

Dalam pernikahan Indonesia, kamu dianjurkan menggunakan pakaian adat yang penuh simbol dan makna. Sementara, di pernikahan gaya Barat kamu bisa mengenakan apapun yang kamu mau. Untuk jalan tengahnya sih biasanya kamu bisa memilih pakaian yang memadukan corak tradisional dengan gaya atau potongan yang lebih kontemporer.

6. Riasan

Riasan untuk pernikahan Indonesia pun tidak mudah. Tidak semua perias pengantin paham pakem-pakem adat untuk riasan pengantin Indonesia. Sementara, untuk riasan dalam pernikahan ala Barat, kamu bisa menyesuaikan dengan keinginan. Tren yang sedang berkembang tentunya riasan makeup natural seperti yang dikenakan Putri Marino dan Meghan Markle.

7. Prosesi pernikahan

Prosesi pernikahan ala adat Indonesia bisa memakan waktu 1 sampai 3 hari, tergantung kesepakatan keluarga. Beberapa pernikahan Indonesia pun bisa dilaksanakan dalam satu hari saja dengan melaksanakan lamaran di hari H pernikahan dan tidak melakukan proses siraman misalnya. Namun, jika kamu ingin mengadakan acara yang sesuai dengan adat kamu butuh waktu sekitar 2-3 hari. Pernikahan gaya Barat biasanya hanya berlangsung sehari, biasanya siang hari untuk ijab qabul dan sore harinya pesta resepsi.

8. Sistem RSVP

Nah ini pernikahan ala Barat yang mulai ditiru generasi milenial Indonesia. Sistem konfirmasi kehadiran melalui website pribadi yang dibuat oleh pihak pengantin, sehingga ia bisa memperkirakan berapa orang yang pasti hadir. Di Indonesia kita hanya menggunakan sistem sebar undangan dan mengalikan dua setiap undangan yang disebar untuk menentukan besar ruangan, jumlah makanan serta souvenir yang disediakan.

9. Kado pernikahan

Dalam pernikahan ala Barat, sistem RSVP tidak hanya untuk menghitung jumlah tamu, tetapi juga memberikan informasi barang-barang apa saja yang dibutuhkan kedua mempelai setelah mereka menikah. Dengan begitu, tamu yang merupakan teman dekat dan keluarga bisa memutuskan akan memberikan kado apa untuk mereka. Tidak selalu dalam bentuk barang, mereka juga bisa memberikan dalam bentuk uang untuk membeli barang tertentu. Untuk menghindari kado yang dobel, sistem website yang transparan itu dibuat.

10. Sistem sumbangan Indonesia

Di Indonesia kamu tentunya sudah tahu kalau kado pernikahan bisa diberikan dalam bentuk barang atau uang sumbangan. Meskipun tidak ada paksaan, orang Indonesia akan otomatis merasa tidak enak jika datang tanpa memberikan apapun. Kecuali sang mempelai sudah memberikan pengecualian untuk tidak memberikan kado atau sumbangan.

11. Kue pengantin vs Tumpeng

Di Indonesia jarang ada orang menggunakan kue pengantin dalam pernikahan. Biasanya tidak ada atau diganti dengan tumpeng nasi kuning. Kalau ini masalah selera saja sih.

12. Keterlibatan orang tua

Di Indonesia, keterlibatan orang tua sangat besar dalam acara pernikahan. Tidak hanya dalam pendanaan tetapi juga pemilihan venue, jumlah undangan, juga banyak detail lainnya. Sementara di luar negeri, biasanya biaya dibebankan pada kedua mempelai sendiri dengan perhitungan yang seimbang. Mereka menganggap ini sebagai urusan pribadi, segala bentuk bantuan dan campur tangan orang lain selain mempelai termasuk orang tua atau teman dekat yang berlebihan dianggap tidak baik.

Nggak perlu bingung, kalau kamu tetap ingin mengakomodasi adat istiadat dalam konsep pernikahan baratmu. Kamu tetap bisa kok memasukkan berbagai adat istiadat pernikahan ke dalam prosesi acara. Kalau punya budget lebih, kamu bisa mengadakan pesta syukuran dua kali. Mau gaya Barat, Indonesia, atau campuran, yang penting khidmat dan berkesan bagi kedua mempelai.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Dwi Ayu Silawati
"You'll move people by being loyal to your own dreams"
452SHARES