Hidupmu Terasa Hampa dan Nirfaedah? Coba Deh Amalkan 7 Wejangan Jawa Ini!

31 Oktober 2017
|Mohammad Syahrial
Life
0SHARES

Kita harus bahagia sebagai manusia yang hidup di zaman ini. Kita kini banyak disuguhkan kemajuan-kemajuan teknologi yang akan mengantar kita ke masa depan, tapi kita juga tetap hidup dalam warisan-warisan masa lalu. Warisan-warisan yang turun dari para leluhur, baik itu berupa materi ataupun berbentuk nasihat atau wejangan. Hampir setiap daerah memiliki wejangan-wejangan yang diwariskan leluhur sebagai modal generasi penerusnya menjalani hidup yang baik. Seperti yang terjadi di Jawa, masih banyak masyarakat yang memegang teguh wejangan jawa yang diwariskan para leluhurnya. Wejangan jawa pun telah banyak dikenal tidak hanya oleh masyarakat suku jawa, tapi juga masyarakat dari suku lainnya. Yukepo udah nyiapin nih 7 wejangan jawa yang bisa bantu kamu agar lebih bahagia menjalani hidup ini. penasaran? Yuk langsung aja kita kepoin!

1. Sapa nandur, bakale ngunduh

Siapa yang menanam, dialah yang akan memetik hasilnya. Menanam bibit jeruk, maka kita akan memetik buah jeruk. Wejangan Jawa ini mengajarkan bahwa jika kita menanam kebaikan, suatu hari nanti kita pun akan memetik kebaikan. Sebalikanya, jika kita menanam kejahatan, maka kita jugalah yang akan mendapat keburukansuatu hari nanti.

2. Urip iku urup

Wejangan jawa ini mengajakan bahwa hidup menjadi manusia harus bermanfaat bagi sekitarnya. Karena sebaik-baiknya manusia ialah manusia yang bermanfaat baik bagi sekitarnya.

3. Alon-alon waton kelakon

Wejangan jawa ini mengajak kita untuk selalu berhati-hati, tidak ngoyo, tetap tenang, agar selamat menjalani kehidupan. Karena jika tidak waspada, celakalah kita pada akhirnya.

4. Aja kuminter mundak keblinger, aja cidra mundak cilaka

Jangan merasa paling pintar agar tidak tersesat, jangan berbuat curang agar tidak celaka. Intinya wejangan jawa ini mengajak kita untuk tetap rendah hati dan berbuat jujur, dua sifat baik yang jika dilakukan akan membawa kita pada kebaikan pula.

5. Becik kethitik ala ketara

Wejangan jawa ini mengajarkan kita bahwa segala perbuatan kita pada akhirnya akan terlihat juga.  Baik atau buruk perbuatan kita, suatu hari nanti akan nampak. Maka itu mari kita perbanyak perbuatan baik, yuk.

6. Ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake, sekti tanpo aji-aji, sugih tanpo bondho

Menyerbu tanpa tentara, menang tanpa merendahkan orang lain, sakti tanpa ajian, serta kaya tanpa kemewahan. Wejangan jawa ini mengingatkan kita agar tetap mawas diri serta rendah hati. Kita diingatkan bahwa kita tetaplah manusia, tidak pernah memiliki apapun di dunia selain cinta.

7. Aja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan lan kemareman

Wejangan jawa ini mengingatkan kita agar jangan terlalu mengejar hal-hal duniawi, yang lebih penting adalah bukan apa yang dimiliki tapi bagaimana cara memilikinya. Karena jika kita mendapatkan sesuatu dengan cara tidak baik, maka segalanya akan menjadi tidak baik pula.

Nah itu dia wejangan jawa yang bisa bikin hidup kamu lebih bahagia dan bermanfaat jika kamu mengamalkannya. Wejangan jawa atau wejangan suku-suku lainnya perlu kita jaga dan wariskan kembali ke anak cucu kita nanti, biar kita semua tetap menjadi manusia yang memanusia, agar kita tidak tersesat di hutan kehidupan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mohammad Syahrial
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES