Hidup Ala Elon Musk: Jangan Takut Jadi Berbeda, Apalagi Jadi Diri Sendiri!

22 Juni 2018
|M.A
3SHARES

Pada acara penggalangan dana, banyak orang sukses yang berada di acara itu. Dari tulisan Stephanie Dennings, kontributor Forbes, melaporkan tiba-tiba munculah orang yang terkenal saat itu, Elon Musk. Elon Musk tampil bersama dengan teman kencannya saat itu bernama Grimes. Siapakah Grimes? Sang penulis pun tidak tahu siapakah Grimes, yang hanya diketahui penulis hanyalah dia seorang musisi. Itu saja. Biasanya teman kencan yang dibawa oleh seseorang yang cukup terkenal tentu juga terkenal tapi hal itu tidak berlaku untuk Elon Musk.

Beberapa orang merasa canggung pada momen itu tapi tidak bagi Elon Musk. Dari kejadian itu, terlihat karakteristik Elon Musk seperti apa, mari kita bahas lebih dalam seperti apa kegiatan Elon Musk sehingga dia mampu mencapai kesuksesan seperti sekarang ini.

Dari kondisi Musk di pesta terlihat sebenarnya fenomena unik dalam dunia korporat. Korporat cenderung ingin membuat semuanya menjadi seragam. Semakin lama kamu berada di perusahaan tertentu, semakin lekat kamu dengan kultur perusahaan yang mengakibatkan kamu semakin menyatu dengan perusahaan itu. Tentu ini menakutkan karena jiwa asli kamu semakin hilang dan berkurang.

Namun, kenyataannya korporat berusaha melakukan itu dengan alasan meningkatkan produktivitas. Hal ini berusaha dipecah oleh perusahaan startup apalagi sejak kejadian metoo movement di Amerika Serikat sana. Perusahaan startup cenderung berusaha untuk membuat suatu diversitas di lingkungan kerjanya. Namun, lingkungan yang baik sebenarnya bukanlah diversitas tapi sesuatu yang lebih relaks. Itulah yang utama. Seperti kejadian Elon Musk bersama teman kencannya, keduanya mengenakan kostum yang sangat berbeda.

Selanjutnya, kejadian ini juga menunjukkan gaya berpakaian. Gaya berpakaian menunjukkan siapa diri kita dan ingin menjadi apa yang kita inginkan di masa depan. Sayangnya, terkadang gaya pakaian kita bertabrakan dengan kebijakan perusahaan seperti harus memakai celana kain dan sebagainya.

Menurut kejadian yang dialami Stephanie, dia pernah punya teman yang mengenakan gaun merah pada acara pesta. Karyawan pria yang memiliki jiwa superior tidak nyaman dengan hal itu dan mengatakan kepada karyawan wanita ini bahwa pakaiannya tidak layak tanpa menjelaskan alasannya kenapa. Ada baiknya kita menjadi diri kita sendiri melalui gaya pakaian yang kita pakai. Jika kita terlalu memaksa diri kita menyatu dengan kultur perusahaan seratus persen, kinerja kita bisa memburuk dan tidak memberikan yang terbaik bagi perusahaan.

Jiwa personal kamu juga harus kamu tunjukkan ke orang lain. Jiwamu hanya kamu yang punya bukan orang lain sehingga tidak perlu malu untuk menunjukkan siapa dirimu kepada orang lain. Contohnya Elon Musk, pada acara penggalangan dana, dengan tidak malunya dia memberikan saran kepada Grimes mengenai kostum yang sebaiknya dia pakai meskipun dia orang teknik. Beberapa orang mengatakan Elon Musk mendobrak batasan-batasan yang dilakukan CEO. Tidak terkejut jika Elon Musk adalah orang publik relasi terbaik di perusahaannya sendiri.

Beberapa orang membuat sang penulis ngantuk karena sistem korporat yang jenuh dan membosankan. Namun, jika melihat Elon Musk, semuanya berubah. Dia berani berbicara di depan umum, berani mempertanyakan status quo, dan pada dasarnya berani melakukan apa yang dia mau lakukan.  


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
M.A
Gak Punya Quote Nih!
3SHARES