Heboh Bu Dendy dan Pelakor, Kok Nggak Pernah Ada yang Bahas Pihak Lakinya?

makassar.tribunnews.com

Entah sejak kapan, kata ‘pelakor’ sering sekali berseliweran di telinga kita, terutama di media sosial. Hampir setiap hari—kalau tidak setiap menit dan setiap detik, ada saja berita tentang pelakor dari teks, cuitan, foto sampai video. Terakhir ada Bu Dendy yang menghujani si wanita yang dituduh merebut Pak Dendy—dengan uang.

Dalam video yang beredar, Bu Dendy yang memaki, Mbak Nylla yang memilih diam. Ada satu hal yang jarang masuk perhatian warganet: Pak Dendy yang diam saja.

1. Seperti biasa, warganet berlomba-lomba membuat lelucon di media sosial

www.yukepo.com

Semua memparodikan kekayaan Bu Dendy yang sebar duit. Ada yang ingin jadi anaknya, ada yang mau ikut-ikut ‘merebut’ Pak Dendy, dan lain-lain sampai menjadi trending topic di Twitter mencapai 36 ribu lebih cuitan. Baik, dalam hal ini memang harus diakui kreativitas warganet Indonesia maha dahsyat tak terkalahkan.

2. Sisanya, menjadi polisi moral dengan menyalahkan Mbak Nylla yang bahkan tidak mereka kenal

islamidia.com

Kamu pasti sering melihat komentar-komentar warganet atas kejadian apa saja, termasuk Bu Dendy, yang ngawur. Pertama, yang begitu saja menyalahkan satu pihak padahal jangankan keluarga, kenal saja tidak. Kedua, yang ‘simpatik’ kepada salah satu pihak, yang juga tidak mereka kenal. Jarang ditemukan yang melihat persoalan secara objektif. Dalam kasus Bu Dendy, paling banyak komentar menyalahkan Mbak Nylla dan yang memparodikan Bu Dendy.

3. Lalu Pak Dendy-nya apa kabar? Mengapa tidak ada yang mengeksposnya?

makassar.tribunnews.com

Aneh sekali. Hanya sedikit warganet yang mempersoalkan fakta bahwa Pak Dendy sebagai suami yang telah berkomitmen dalam ikatan pernikahan untuk setia terhadap istrinya, telah menjadi pelaku perselingkuhan. Spotlight yang semestinya lebih menyoroti Pak Dendy pada awalnya, justru paling menyoroti perempuan yang disebut pelakor atau perebut laki orang.

4. Padahal kalau dilihat lagi, persoalan utamanya adalah perselingkuhan

www.dailymail.co.uk

Terlepas dari siapa yang ‘mulai duluan’, mengkhianati komitmen janji nikah dalam wujud membina hubungan baru dengan orang lain adalah kesalahan. Kalau ada masalah dengan pasangan hidup, mengapa tidak dibicarakan dulu? Haruskah serta merta mencari sosok lain untuk melupakan masalah dan kabur begitu saja?

5. Biasanya akan ada yang menanggapi ‘tapi kalau perempuannya tidak mau, ya tidak akan terjadi perselingkuhan'
www.huffingtonpost.com

Lho. Sekarang kita balik deh. Mau ada perempuan lain semenarik apapun, sampai menggoda sekalipun, kalau si laki-laki memang sudah berkomitmen dan teguh menjaganya ya sampai kapanpun tidak akan bisa direbut, toh? Perselingkuhan membutuhkan dua orang untuk jadi pelaku. Kalau salah satu pihak, terutama yang sudah menikah memilih untuk setia pada pasangannya, godaan seberat apapun bisa disingkirkan.

6. Jangan-jangan, ini hasil dari pola asuh anak-anak di Indonesia yang kalau jatuh menabrak kursi, kursinya yang ‘nakal’ dan disalahkan
www.satuharapan.com

Mengerti kan maksudnya? Kita cenderung menyalahkan pihak lain, bukan pelaku. Dalam kasus pelakor secara umum, kita cenderung menyalahkan korban. Lho kok korban? Ya korban, sebab banyak juga perempuan yang disebut pelakor itu tidak mengetahui pihak laki-laki ternyata sudah beristri.

Pola pikir ini sama halnya dengan saat membaca berita perkosaan, lalu pertanyaan dan komentar yang muncul adalah: pakainya baju begitu mah emang ‘minta’, lagian sih jalan malam-malam sendirian, sehari-hari pekerjaannya apa? Kok pakai baju minim begitu? Dan sebagainya. Sudah jadi korban malah disalahkan.

7. Dalam kasus pelakor sebenarnya korbannya ada dua: istri yang diselingkuhi dan perempuan yang disebut pelakor

www.tcm.com

Sang istri menjadi korban perselingkuhan suaminya, perempuan yang disebut pelakor menjadi korban atas ketidaktahuan bahwa pasangannya ternyata telah memiliki pasangan resmi (jika tidak tahu) dan korban atas stigma yang lalu melekat pada dirinya. Sementara itu si laki-laki bisa saja bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, kembali pada istri sahnya, bebas dari segala tuduhan masyarakat.

8. Sebetulnya, baik laki-laki maupun perempuan kalau sudah berpasangan lalu selingkuh ya salah

www.moviefone.com

Aneh juga sebenarnya mengapa jika ada perempuan yang sudah bersuami lalu selingkuh, ia juga yang salah dan disoroti. Tak lantas muncul istilah pewanor (perebut wanita orang). Sementara ketika laki-laki selingkuh, pelakor pula yang disalahkan. Padahal, yang pertama-tama menyalahi aturan adalah yang berselingkuh, baik laki-laki maupun perempuan, baru kemudian pasangan selingkuhnya.

9. Menikah itu kan dianggap sakral di Indonesia, janji dan komitmen membahagiakan pasangan, menjaga bagaimanapun keadaannya, sampai maut memisahkan

diez.md

Kalau masih sulit menahan godaan dan masih suka ngiler melihat orang selain pasangan, ya jangan nikah dulu. Apalagi dengan alasan menghindari zina, misalnya. Lha menghindari zina lalu menikah, eh lalu selingkuh dan zina juga. Untuk apa? Sesulit itukah menahan nafsu seksual? Sesulit itukah mengingat bagaimana dulu ingin menikahi pasangan? Ingat, menikah itu pilihanmu sendiri. Apa tidak malu pada diri sendiri kalau selingkuh? Kan kalau ada masalah bisa dibicarakan, bukan dialihkan ke orang lain dan kemudian jadi selingkuh.

www.soulinstereo.com

Dan terakhir untuk warganet, berkomentar di media sosial memang jauh lebih mudah karena wajahmu hanya terlihat seukuran kuku jempol kaki. Maka tantangannya adalah menjaga jempol untuk mengetikkan komentar-komentar yang tidak perlu. Kamu sudah besar, pasti tahu mana yang perlu, mana yang percuma. Mana yang bisa memperbaiki keadaan, mana yang hanya provokasi. mau tahu cara membedakannya? Coba bayangkan kamu ada di pihak yang disalahkan, lalu pikirkan komentar yang hendak kamu lempar. Apa dampaknya? Ngerti kan? Yuk jadi warganet objektif mulai sekarang.

 

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
1000 Bintang Kertas Origami, Kerajinan Jepang yang Bisa Bikin Cintamu Abadi

1000 Bintang Kertas Origami, Kerajinan Jepang yang Bisa Bikin Cintamu Abadi

Nggak Mustahil, Karyawan Asuransi Jadi Model Internasional Setelah Turun Berat Badan 41kg

Nggak Mustahil, Karyawan Asuransi Jadi Model Internasional Setelah Turun Berat Badan 41kg

Sering Ngatain Orang Lain Gendut? Hati-hati, Dampaknya Bisa Lebih Serius Dari yang Kamu Bayangkan

Sering Ngatain Orang Lain Gendut? Hati-hati, Dampaknya Bisa Lebih Serius Dari yang Kamu Bayangkan

Jangan Galau Lagi, Ini 7 Cara Asik Menghibur Diri Setelah Kamu Jomblo

Jangan Galau Lagi, Ini 7 Cara Asik Menghibur Diri Setelah Kamu Jomblo

Putri dan Pangeran Disney Ternyata Punya Kembaran di Kehidupan Nyata. Mirip Banget!

Putri dan Pangeran Disney Ternyata Punya Kembaran di Kehidupan Nyata. Mirip Banget!

5 Hal Ini Menandakan Kamu Bukan Sekadar Ngefans, Tapi Juga Fanatik Sama Idola

5 Hal Ini Menandakan Kamu Bukan Sekadar Ngefans, Tapi Juga Fanatik Sama Idola

loading