Girls Run The World, Wanita Adalah Pengusaha yang Akan Kuasai Dunia

unsplash.com

Beberapa tahun terakhir, isu yang sering dibahas adalah soal kesetaraan gender dan pelecehan seksual. Kejadian ini sangat sering terjadi di dunia hiburan, tempat kerja, dan keseharian. Di dunia kerja, wanita sering dipandang sebelah mata dan tidak becus dalam meng-handle setiap divisinya.

Padahal sejauh ini, wanita hanya berperan sebagai pengusaha startup sekitar 5% dari yang ada di dunia. Akhir 2017 lalu, peminjam modal hanya menginvestasikan $1,46 triliun pada perusahaan yang dipimpin oleh wanita. Sedangkan pada perusahaan yang dipimpin oleh laki-laki, investasi yang ditanamkan di usaha mereka adalah sebesar $58,2 triliun. 

unsplash.com

Jika ingin perusahaanmu berkembang, aturan yang harus diubah adalah dengan merekrut pegawai wanita.

Langkah ini diikuti oleh CEO Oath, Tim Armstrong. Pada 2020, dia ingin separuh dari karyawan yang ada di perusahaannya adalah wanita. Dia cukup serius ingin melakukan itu dengan konsultasi dengan ahli feminis, Gloria Steinem. Gloria memberi saran bahwa nantinya pekerja wanita ada baiknya disatukan dengan pekerja laki-laki, jangan dipisahkan ruangannya.

Cara ini cukup masuk akal karena berdasarkan penelitian Mckinsey, perusahaan yang cukup mendukung kesetaraan gender memiliki kinerja 15% lebih tinggi di atas rata-rata secara finansial dalam dunia industri masing-masing perusahaan tersebut.

unsplash.com

Berdasarkan sebuah studi dari Harvard, para penanam modal cenderung lebih percaya modalnya diolah oleh perusahaan yang dipimpin oleh pria daripada wanita. Hal ini tentu tidak masuk akal karena ide bisnis yang bagus atau tidak sebenarnya tidak ditentukan oleh gender.

Laporan Fundera menunjukkan wanita cenderung mendapatkan pendanaan 2,5% lebih kecil daripada pria. Para wanita tidak perlu khawatir karena sekarang banyak penanam modal yang lebih mengapresiasi startup wanita seperti Watermark, SheWorx, Merge Lanes, dan BBG Ventures.

unsplash.com

Seminar Consumer Electric Show (CES) yang diadakan di New York sempat diprotes oleh pemimpin perusahaan teknologi wanita karena kurangnya diversitas dan partisipasi wanita karena panelisnya didominasi oleh pria.

Saat itu, banyak protes di Twitter yang diramaikan dengan tagar #changeratio. Sebagai hasilnya, acara itu pun akhirnya mengubah rasio pembicara pria dan wanitanya.

Pada akhirnya, seperti yang kita ketahui di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat. Kita tentunya harus terbuka dengan segala kemungkinan yang ada. Hasil riset dari artikel di atas menunjukkan diversitas cukup mendukung kemajuan teknologi yang tentunya berguna bagi kesejahteraan manusia. Pria dan wanita mendapatkan hak yang sama. Jadi, jika memang berguna untuk kesejahteraan manusia, mengapa tidak didukung?

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
9 Trik Pintar Maksimalkan Kemampuan Kamera HP | Keepo.me

9 Trik Pintar Maksimalkan Kemampuan Kamera HP | Keepo.me

Hemmelig Rom, Inspirasi Perpustakaan Kotan yang Dibangun di Tengah Hutan

Hemmelig Rom, Inspirasi Perpustakaan Kotan yang Dibangun di Tengah Hutan

9 Travel Blogger Indonesia yang Ceritanya Bisa Dijadikan Referensi Liburan | Keepo.me

9 Travel Blogger Indonesia yang Ceritanya Bisa Dijadikan Referensi Liburan | Keepo.me

Sulit Hamil? Kesuburan Tubuh Wanita Dipengaruhi oleh 9 Faktor Ini

Sulit Hamil? Kesuburan Tubuh Wanita Dipengaruhi oleh 9 Faktor Ini

Semakin Berkharisma! Ini Beda Penampilan Nicholas Saputra di Awal Karier dan Sekarang | Keepo.me

Semakin Berkharisma! Ini Beda Penampilan Nicholas Saputra di Awal Karier dan Sekarang | Keepo.me

Alasan Mutlak Kenapa Pria Zaman Sekarang Lebih Suka dengan Wanita yang Lebih Tua

Alasan Mutlak Kenapa Pria Zaman Sekarang Lebih Suka dengan Wanita yang Lebih Tua

loading