Generasi 90-an Pasti Sering Nonton Sinetron Jadul Ini Bareng Nyokap

14 Januari 2017
|Atik Kencana S.
Life
0SHARES

Kalau kita balik lagi ke sekitar 15 sampai 20 tahun yang lalu mungkin kita bakal lebih familiar sama sinetron jadul di bawah ini. Waktu zaman itu, stasiun televisi sih sudah banyak berkembang. Tapi acaranya gak sevariatif sekarang. Pada saat itu acara televisi lebih banyak didominasi oleh sinetron dan berita. Walaupun ada beberapa stasiun televisi ada yang menyisipkan acara-acara telenovela sebagai pemanisnya.

Pada saat itu kehadiran telenovela hampir sama dengan hadirnya sinetron Turki atau India seperti sekarang ini. Mungkin hal itu memang sebagai pemanis dan supaya acara televisi lebih variatif. Beda sama zaman dulu, kehadiran telenovela mungkin sebagai acuan standar kelayakan tayangan TV pada saat itu. Kisahnya yang dramatis dan emosional ditambah dengan para aktor dan aktris yang cakep jadi punya daya tarik sendiri ke masyarakat.

Untungnya, para insan produksi tayangan ini gak kehabisan akal di situ. Mereka cukup kreatif untuk membuat sinetron tandingan para telenovela tersebut. Dari segi cerita dan tata artistiknya lumayan bagus dan Indonesia banget jadi kesannya gak berlebihan. Makanya, sederet tayangan TV Indonesia yang booming pada saat itu masih memiliki fans yang aktif sampai sekarang. Gak heran juga kalau rating beberapa judul sinetron di bawah ini sempat muncul di paling atas. Contoh aja kayak tayangan Si Doel Anak Sekolahan, Keluarga Cemara dan Tersanjung. Mereka tetap dapat tempat di hati pemirsanya sampai saat ini.

Itu baru tiga tayangan jadul yang disebut, masih banyak tayangan lain yang gak kalah keren. Penasaran? Langsung aja scroll ke bawah ya. 

1. Keluarga Cemara (1996-2005)

2. Si Doel Anak Sekolahan (1994-2006)

4. Pernikahan Dini (2001-2002)

6. Cintaku di Kampus Biru

7. Gerhana (1999-2003)

8. Si Cecep (2004-2005)

9. Tersanjung (1996-2005)

10. Noktah Merah Perkawinan (1996-1999)

Kalian bisa lihat sendiri kan berapa lama sinetron jadul tersebut tayang di layar kaca Indonesia? Rata-rata malah sampai lebih dari lima tahun. Gak heran gimana kreatifnya para kru belakang layar untuk menghadirkan tayangan yang unik dan menjadi favorit di kalangan masyarakat Indonesia.

Kalau zaman sekarang lebih miris, seperti tidak ada lagi segmentasi batasan umur dalam suatu sinetron. Siapa aja bisa tonton sinetron tersebut tanpa didampingi orang dewasa. Malah kebanyakan sinetron sekarang ceritanya cocok untuk anak seumuran SMP ke atas tapi malah ditonton sama yang umurnya di bawah. Mungkin karena krisis acara TV untuk anak juga kali ya?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
100 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES