Garangnya Kemarahan Fenomena Alam Langka Tornado Api ini Bikin Kamu Takjub

18 April 2017
|Gerrytullah
0SHARES

Fenomena alam Tornado atau yang lebih sering disebut angin puting beliung oleh masyrakat Indonesia merupakan kolom udara corong yang memutar dan merentang dari ketinggian hingga menyentuh tanah serta membawa puing, kotoran dan benda apapun yang ada di sekelilingnya dengan menghisapnya ke dalam pusaran angin mematikan tersebut.

Tornado umumnya  terdiri dari angin super kencang, awan, dan disertai petir. Tapi bagaimana jika gulungan angin kencang tersebut hadir dengan disertai kobaran api? Kehadiran tornado pada wujud umumnya saja sudah cukup membuat kerusakan dan kematian, gak kebayang deh jika dua unsur yang mematikan, yakni angin kencang dan api ini dipadukan menjadi satu fenomena besar. Karena fenomena langka ini sudah beberapa kali menyerang berbagai daerah di berbagai belahan dunia dan bisa bikin kamu takjub. Bagaimana sih fenomena ini bisa terjadi? Dan bagaimana ya efek yang sudah ditimbulkan oleh fenomena ini? 

Tornado api merupakan pusaran angin yang melintas atau muncul di daerah yang sedang terbakar. Tornado api ini mampu menggulung apapun yang ada di sekelilingnya serta membakarnya menjadi abu, karena temperatur di pusat inti tornado api ini bahkan bisa mencapai suhu lebih dari 1.000 derajat celcius. Temperatur yang cukup besar untuk membakar debu bahkan mampu melelehkan besi sekalipun. Fenomena ini biasa terjadi pada daerah dataran kering dan memiliki cuaca panas yang biasanya menimbulkan kebakaran. Oleh karena itu fenomena ini lebih sering menyerang daerah hutan yang sangat kering sehingga terjadi kebakaran. Tetapi hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa tornado api bisa terjadi disekitar bangunan yang sedang terbakar. 

Bagaimana proses terjadinya fenomena langka ini memang terbilang sama dengan tornado angin pada umumnya. Hanya saja tornado ini kerap hadir ketika daerah yang didatanginya sedang terjadi kebakaran besar, dimana massa udaranya beranjak naik dengan cepat, udara yang lebih dingin dari daerah di sekitarnya berebut masuk ke dalam ruang udara yang kosong. Sementara angin yang panas mendaur ulang dan terus bergerak dalam kecepatan yang sangat tinggi ke atas. Maka kejadian inilah yang seakan memunculkan titik pemicu hadirnya badai api. Ketika sudah mencapai titik tersebut maka semua benda-benda yang ada di daratan akan tersedot ke dalamnya, termasuk rumah, mobil dan benda-benda lainnya.  

Chris Tangey, seorang pembuat film yang sedang berada di Curtin Spring, Australia berniat untuk merekam kebakaran hutan disana. Sampai pada akhirnya dia menyadari, pada jarak 300 meter dari tempatnya berdiri sedang terjadi tornado api setinggi 300 meter yang menghasilkan suara gemuruh seperti jet tempur. Kesempatan itu pun menjadi momen yang sangat mengerikan, karena dengan kecepatan angin yang kencang, bisa saja tornado tersebut menghampirinya dan menghisapnya masuk ke dalam pusaran angin tersebut. 

Tornado api biasanya terlahir dari besarnya kebakaran di hutan. Umumnya memiliki ketinggian antara 10-50 meter dan lebar pusaran hanya beberapa meter, serta hanya berlangsung beberapa menit saja. Salah satu contoh tornado api yang paling ekstrem yang pernah tercatat sejarah terjadi di Jepang bersamaan dengan kejadian gempa bumi besar Kanto pada tahun 1923. Pusaran api besar berukuran kota itu menelan lebih dari 38 ribu korban jiwa dan kehancuran kota yang sangat besar dalam kurun waktu 15 menit di wilayah Hifukusho-Ato Tokyo. 

Potret yang sangat menyeramkan tentunya, beruntung deh fenomena menyeramkan ini belum pernah datang di dataran Indonesia. Sebagai negara yang memiliki wilayah hijau hutan yang cukup besar, tentu peremajaan daerah-daerah hutan perlu sangat diperhatikan. Mengurangi pembakaran hutan yang kerap menghabiskan berhektar-hektar pepohonan, yang bisa saja pada kebakaran hutan tersebut menimbulkan tornado api. Menjaga hutan memang sangat perlu ya, setuju?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Gerrytullah
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES