Fresh Graduate Wajib Tahu 6 Hal Ini Sebelum Negosiasi Gaji Dengan Perusahaan

04 Januari 2018
|Chandra W.
0SHARES

Setelah lulus kuliah, sebagian besar orang memilih untuk mencari pekerjaan sesuai dengan minat dan bakatnya selama ini. Melewati berbagai tahapan mencari kerja dari membuat surat lamaran, CV, ikut jobfair, walk in interview, tes yang bejibun dari psikotes sampai tes potensi akademik.

Ada pula tahap wawancara awal, sampai tiba di tahap wawancara tahap akhir , ekaligus offering dan negosiasi gaji. Jika belum pernah bekerja sebelumnya, tahapan ini bikin canggung. Gimana cara negosiasi gaji dan hal-hal apa aja sih yang perlu kamu tahu sebelum tawar menawar dengan pihak perusahaan?

1. Pertama-tama, kamu harus mencari tahu data gaji bidang pekerjaan yang kamu lamar

Misalnya kamu melamar di industri perbankan, kamu bisa mulai mencari data gaji posisi yang kamu lamar di beberapa situs terpercaya, misalnya JobStreet dan Qerja. Selain itu kamu juga bisa menanyakan kenalanmu yang bekerja di industri tersebut, tentu dengan cara yang sopan ya. Jangan lupa juga cek UMR tempat tinggalmu atau wilayah penempatanmu bekerja. Meskipun industrinya sama, gajinya bisa berbeda di setiap wilayah. Dengan pegangan ini, kamu bisa mengira-ngira berapa gaji yang pas buatmu.

2. Menyesuaikan penawaran dengan beban kerja

Sebelum mengungkapkan sebuah angka, tanyakan dulu deskripsi pekerjaanmu serinci-rincinya kepada pihak perekrut, termasuk apakah kamu masih harus bekerja di hari libur dan tanggal merah dan pembagian kerja satu divisi. Hal ini penting untuk menghindarkanmu dari tanggung jawab berlebih yang nggak sesuai dengan nominal gaji yang kamu terima.

3. Tanyakan terlebih dahulu berapa angka yang ditawarkan oleh perusahaan

Dalam negosiasi, orang yang tidak menawarkan pertama kali biasanya yang memegang kunci negosiasi. Jadi biarkan perusahaan mengeluarkan angka terlebih dahulu, baru kamu tawar dengan alasan-alasan yang masuk akal. 

4. Pilih antara menyebut angka pasti atau kisaran

Nggak ada yang lebih benar dalam kedua hal ini. Kalau kamu langsung menyebut angka, perusahaan bisa melihatmu sebagai seseorang yang tegas dan menghargai diri sendiri. Tapi budaya di Indonesia juga kadang masih banyak rasa nggak enaknya. Jadi kamu juga boleh menyebut kisaran gaji yang kamu minta.

5. Jika penawaran pertamamu ditolak, jangan kasih kendor. Kasih alasan kenapa kamu membutuhkan gaji sebesar itu

Misalnya, kamu ada tanggungan orang tua, biaya hidup bulanan atau kebutuhan yang memang membutuhkan banyak uang. Sampaikan secara santun tapi lugas. 

6. Jika menurutmu nilainya terlalu kecil, tanyakan apakah ada sistem kompensasi atau tunjangan selain gaji pokok

Banyak lho perusahaan yang gaji pokok karyawannya kecil, tapi bonusnya besar dan bisa berkali-kali dalam setahun. Tanyakan pula bagaimana mekanisme dan target pada umumnya. Biasanya kompensasi juga dapat berupa tunjangan kesehatan dan biaya transportasi. Kalau gajinya kecil tapi makan dan transportasi ditanggung kan berarti cukup untuk hidupmu. 

Jika sudah, langkah selanjutnya hanya tinggal menunggu pengumuman dari perusahaan sembari berdoa. Jangan sampai kamu nggak negosiasi gaji dan langsung menerima tawaran dari perusahaan ya. Tanpa negosiasi, gaji yang kamu terima bisa jadi nggak sesuai dengan kemampuan dan beban kerjamu. Selamat bernegosiasi!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES