Ditolak di Beberapa Sekolah Karena Buta, Srikanth Bolla Kuliah di MIT dan Sukses

02 Januari 2018
|Chandra W.
339SHARES

Terlahir dalam keadaan kurang beruntung dan menjalani kehidupan yang berat tak membuat pria asal India bernama Srikanth Bolla putus asa. Ia buta sejak lahir dan orang-orang di desanya, Andhra Pradesh di pinggiran India menyuruh keluarganya untuk membuangnya saja karena “bayi itu buta, tidak akan berguna di kehidupan”.

Neneknya tak mengizinkan hal itu terjadi dan menjawab “dia akan menjadi manusia yang bermanfaat suatu saat nanti”. Ucapan neneknya menjadi kenyataan. Bolla kini merupakan seorang CEO sebuah perusahaan yang memproduksi wadah ramah lingkungan, Bollant Industries

Sejak pertama kali masuk sekolah, ia tidak memiliki teman. Padahal ia juga telah ditolak di beberapa sekolah karena kondisi fisiknya. Bolla merasa sangat kesepian terutama ketika pelajaran olahraga karena semua teman sekelasnya akan bermain-main di luar sedangkan ia tak boleh ikut. Ia juga selalu duduk di bangku paling belakang. Seolah tidak seorang pun yang menganggapnya ada di sana. Malang, ia didiskriminasi karena kekurangan pada fisiknya. Pamannya lalu memindahkannya ke sekolah anak berkebutuhan khusus yang berjarak lebih dari 400 km dari kampung halamannya itu.

Meskipun ia mendapatkan perlakuan yang lebih baik, Srikanth Bolla merasa homesick dan sempat ingin kabur atau kembali ke rumah saja. Kembali pamannya mengingatkan, mau jadi apa kalau kembali ke rumah? Bolla pun kemudian berkomitmen untuk terus belajar. Mulai dari belajar membaca huruf Braille, belajar bahasa Inggris, sampai komputer.

Berbagai kompetisi ia menangkan, mulai dari penulisan kreatif, debat, bahkan catur dan kriket. Ia ingin menekuni ilmu sains, tapi di India siswa yang mengalami kebutaan hanya boleh mempelajari seni. Bersama guru-gurunya, Bolla melakukan protes kepada komite sekolah. Protes tersebut berhasil dengan kebijakan baru—siswa dengan kebutaan boleh belajar sains.

Ketika lulus SMA pun, Bolla masih harus mengalami penolakan. Kali ini ia ditolak oleh India Institute of Technology (IIT). Bolla menyikapi penolakan ini dengan tenang dan justru melakukan seuatu yang lebih hebat, yaitu masuk Massachussets Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat.

Ia adalah mahasiswa internasional dengan keterbatasan fisik, khususnya kebutaan pertama yang bisa masuk ke MIT. Lulus dari MIT tahun 2012, ia mendirikan pusat pelatihan komputer khusus pemuda yang buta dan/atau tidak mengenyam pendidikan tinggi. Awalnya hanya lima komputer dan lima murid, kini sudah puluhan yang menikmati kursus ini secara gratis.

Ia juga mendirikan perusahaan produsen wadah ramah lingkungan, Bollant Industries yang mempekerjakan kaum difabel. Inisiasinya ini menarik perhatian beberapa angel investors di India seperti Srini Raju dan Sitish Reddy. Diperkirakan investasi yang masuk ke perusahaan ini bernilai jutaan dolar. Bolla pun masuk kategori 25-30 30 Under 30 Asia dalam majalah Forbes.

Ia mengungkapkan, cita-citanya masih ada yang harus dicapai, yaitu menjadi presiden India. Sementara ia akan terus fokus dalam bidang pengembangan komunitas terutama kaum muda difabel dengan memberi mereka kesempatan untuk belajar dan hidup mandiri dari kemampuannya. Baginya, menolong orang dengan cara memberi makan atau uang saja tidak cukup. Lebih jauh dari itu, orang lebih butuh diajari sesuatu supaya kelak bisa hidup dengan mengandalkan keahliannya sendiri. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
339SHARES