Diajarkan Dari Kecil, Tapi Minta Maaf Terlalu Sering Ternyata Nggak Baik Untuk Pekerjaan! Kenapa?

21 Mei 2018
|M.A

Salah satu hal yang harus kita miliki dalam hidup adalah kemampuan untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf. Karena dengan begini kita berlatih untuk menjadi lebih dewasa dan mengakui kalau kita bukan manusia sempurna. Akan tetapi, ternyata sering mengatakan maaf itu tidak baik dalam lingkup bisnis dan pekerjaan, lho. Bagaimana bisa? Yuk simak kisah-kisah berikut ini!

Brittany Larsen adalah seorang direktur. Dilansir dari entrepreneurs, ia adalah seorang yang antusias dengan kegiatan evaluasi kinerja karyawan. Dia suka dengan saran dan selalu ingin mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Saat Brittany berusia 25 tahun, dia bekerja di perusahaan yang pegawainya sudah berusia 30 sampai 40-an.

Karena Brittany memang orang yang suka mengembangkan diri, maka ia sering bertanya kepada orang-orang mengenai apa yang menjadi kekurangan dia di tempat kerjanya. Saran yang paling penting yang Brittany ingat saat itu adalah berhenti meminta maaf untuk melakukan pekerjaannya. Brittany menyatakan dia kerap tidak tahu apa yang harus dikatakan saat itu sehingga mengatakan minta maaf adalah refleks.

Kasus lain dari Gene Marks, seorang kontributor berita entrepreneur, menyatakan meminta maaf bisa menurunkan kredibilitas pengusaha tersebut. Banyak mengatakan maaf bisa membuat klien memiliki posisi superior daripada pengusaha dan itu tentu tidak bagus untuk perusahaan. Hubungan yang bagus adalah hubungan di mana terdapat kesetaraan antara klien dan perusahaan. Jika harus ada yang lebih berkuasa dari kedua  pihak tentunya perusahaan yang harus memiliki tingkat lebih tinggi karena perusahaan direkrut oleh klien demi keahlian dan pengalaman yang tidak dimiliki oleh klien.

Meminta maaf juga memberikan celah bagi klien untuk mencari keuntungan lebih. Menurut Gene, daripada meminta maaf, dia lebih memilih kata “aku kecewa mendengarnya.” Dia cukup peduli dengan masalah itu dan berusaha untuk mencari solusinya. Dia menyarankan selalu berempati tanpa mengakui kesalahan karena dalam kasus yang dia alami, seringkali bukan kesalahan perusahaannya dan dia tidak ingin meminta maaf atas kesalahan yang tidak diperbuatnya. Selain itu, semakin sering kita meminta maaf, maka makna kata maaf juga akan semakin berkurang.

Jadi, kita harus menggunakan kata maaf pada momen yang benar-benar tepat. Jika memang kesalahan ada pada perusahaan kita, maka ada baiknya kita harus minta maaf dan segera menyelesaikan masalah itu. Selain itu, jika memang pekerjaan kita adalah melakukan sesuatu yang mungkin membuat klien tidak nyaman, janganlah minta maaf karena memang itulah pekerjaan kita.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
M.A
Gak Punya Quote Nih!
SHARES