Di Usia 20an, Kamu Boleh Galau Karena Hal-Hal Ini!

18 November 2017
|Mega Fitriyani
0SHARES

Perubahan selalu membawa konflik sendiri. Perasaan sedih, galau, bingung adalah hal-hal yang wajar muncul pada saat fase peralihan itu terjadi. Usia 20-an berarti kamu sudah berubah sepenuhnya dari remaja yang cenderung suka main-main jadi orang dewasa yang mandiri. Kamu yang tadinya hanya memikirkan tugas sekolah, tugas kuliah, atau hal lain, mulai berancang-ancang mempersiapkan masa depan, yang tentu lebih rumit daripada mengerjakan tugas. Perasaan kehilangan identitas, tidak tahu harus melakukan apa di dalam hidup sering bikin depresi. Berat? Memang, tapi kamu tidak sendirian. Orang-orang pun mengalami hal serupa, dan mereka berhasil melaluinya. Seperti mereka, kamu juga pasti bisa melalui hal-hal itu. Apa aja sih, hal-hal berat yang pasti bisa kamu lalui ketika usiamu 20-an? Yuk, simak!

 

1. Kamu Merasa Hilang Arah, Tak Tahu ke Mana Harus Melangkah

Kamu yang baru lulus kuliah, baru saja bekerja di tempat baru, atau mulai menekuni hobi untuk bekerja, mulai bertanya-tanya, "Apakah ini aku?", "Apakah ini hal yang benar-benar kuinginkan?". Kamu merasa kadang salah melangkah, namun tak tahu di mana arah yang benar berada. Kamu mulai iri, pada orang-orang yang sudah menemukan tujuan hidupnya saat usianya bahkan belum menginjak remaja. Kamu kadang merasa ada yang tak beres dengan diri dan hidupmu. Kamu mulai galau, takut masa depanmu tak sebaik teman-temanmu yang mungkin sudah fokus menekuni passion mereka sementara kamu masih mencari-cari, belum juga menemukan apa yang akan kamu kejar di dalam hidupmu. 

2. Kesuksesan yang Kamu Harapkan Tak Kunjung Datang

Perasaan seperti kamu ingin membuat orangtuamu bangga, ingin sukses seperti teman-teman sebayamu, atau ingin mendapatkan pekerjaan yang cukup mapan di dalam hidup, adalah hal-hal yang sering kali kamu rasakan setiap kali menjalani aktivitas. Kamu kadang merasa kecewa pada dirimu sendiri karena apa yang kamu lakukan belum juga membuahkan hasil yang dapat membanggakan. Usaha kerasmu hanya mendatangkan kegagalan demi kegagalan, yang seperti tanpa henti. Sampai kapan kondisi ini terus terjadi, kadang kamu bertanya-tanya. 

3. Mendapati Tuntutan Lingkungan, Kadang Kamu Ingin Tak Peduli tapi Tak Bisa

Usia 20-an, kamu seringkali merasa hidupmu adalah sebuah kebohongan. Pakaian yang kamu kenakan, bahasa yang kamu gunakan, adalah hal-hal yang kamu jadikan topeng agar diterima oleh masyarakat. Menempuh pendidikan, bekerja, menikah, adalah hal-hal yang kamu lakukan secara bertahap demi melaksanakan tuntutan orang-orang.

Kamu terus melakukan hal-hal itu, meskipun kadang kamu merasa tak siap menghadapi itu semua. Kamu yang dulu masih suka bermain-main, nongkrong, dipaksa untuk segera menyelesaikan kuliah agar tidak di-DO, karena teman-teman sebaya sudah lulus meninggalkanmu satu per satu. Setelahnya, kamu terpaksa bekerja meskipun kamu merasa hidupmu terasa berat setiap kali berangkat ke kantor, hanya agar dapat mandiri atau agar punya kesibukan seperti teman-teman sebayamu. Kadang, kamu melihat ke cermin dan merasa sudah tak mengenali dirimu sendiri. Kamu merasa sedang menjalani kebohongan setiap harinya, dan kamu ingin lari ke suatu tempat pada suatu masa, di mana kamu bisa menjadi dirimu sendiri.

4. Kamu Seringkali Berada di antara Pilihan-pilihan, dan Tak Tahu Harus Memilih yang Mana

Haruskah kamu menjadi pengusaha, atau menjadi profesional seusai kuliah? Haruskah kamu menikah lebih dulu atau meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi? Haruskah kamu menekuni passion-mu meskipun hal itu mungkin tidak akan mendatangkan banyak uang, ataukah bekerja di tempat yang tidak kamu sukai demi uang? Sudah tepatkah, memilih dia, orang yang akan kamu ajak menjalani sisa hidupmu? Kamu tahu, keputusan-keputusan besar itu akan mengubah hidupmu, dan hal itulah yang terus membuatmu merasa takut salah mengambil keputusan. 

5. Ketika Rasa Takut Menghadapi Masa Depan Mulai Menghantui

Seperti kebanyakan orang yang menginjak usia 20-an, kamu mulai merasa takut menghadapi masa depan yang belum pasti. Kamu merasa, masa depanmu akan ditentukan oleh bagaimana kamu menjalani hari demi harimu. Lalu, kamu pun mulai takut apabila masa depanmu ternyata tidak secemerlang yang kamu harapakan saat ini. Kamu takut apabila langkah-langkah yang kamu ambil saat ini justru akan membuat masa depanmu tak seindah harapan. Kamu takut sesuatu yang buruk akan terjadi jika kamu tidak mempersiapkan diri dengan baik pada saat usiamu masih semuda ini. Padahal, kamu sendiri masih kadang merasa kebingungan untuk memilih jalan hidup.

6. Saat Kebosanan Menghadang, tapi Kamu Tidak Bisa Melarikan Diri dari Rutinitas

Berangkat ke kantor setiap hari ketika matahari mungkin belum terbit, dan pulang petang, saat matahari sudah masuk ke peraduannya. Kamu mungkin merindukan cahaya matahari yang sekarang jadi pemandangan mahal. Kamu mungkin baru saja merasakan libur sehari dan besok harus kembali bekerja sementara jiwamu sedang mmebutuhkan rasa tenang, dan butuh refreshing. Rasa bosan melakukan hal yang sama selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, membuatmu merasa mulai bosan, tak berharga dan ingin lari saja. Butuh liburan? Kamu tak punya cukup waktu untuk melakukan hal itu.

7. Saat Kamu Kehilangan Sahabat Baikmu Satu per Satu

Menghabiskan banyak waktumu untuk bekerja, membuatmu memiliki sedikit orang untuk diajak berkomunikasi, hang out bareng. Saat liburan yang cuma sebentar, kadang kamu merasa hanya ingin tiduran di kamar sambil menonton televisi, mengistirahatkan badan yang dipaksa berhari-hari bekerja tanpa jeda. Sahabat-sahabatmu, mungkin telah terpaut jauh jaraknya, mengejar cita-cita masing-masing. Bahkan, bukan hanya jarak, kesibukan pun memisahkan kalian. Kadang, kamu merindukan masa sekolah atau masa kuliah, di mana kamu bisa semalaman curhat, atau main game bersama sahabat-sahabatmu seharian.

Sebagai orang dewasa baru, yang berusia 20-an, saatnya kamu sadari, hal-hal tersebut adalah sesuatu yang wajar terjadi. Kamu nggak galau sendirian. Sebagai orang yang kuat, kamu akan bisa melewati masa-masa penuh kecemasan dan krisis ini. Meski banyak tuntutan dan tekanan, tak ada hal yang dapat menghambatmu mencapai kebahagiaan sendiri.

Daripada cemas merisaukan masa depan yang belum pasti, mengapa tidak kita nikmati saja hari demi hari yang mungkin berat ini, dengan perasaan bahagia? Kenapa kita tidak bersuyukur, bahwa kita masih diberi banyak pilihan dan kesempatan untuk menentukan masa depan yang ingin kamu tuju? Hidup memang berat, tapi itulah yang membuatnya menjadi menarik, dan itu juga yang membuatmu jadi pribadi yang lebih baik. Kamu boleh galau, tapi, kamu juga harus ingat, kamu bisa lebih kuat daripada masalah yang kamu hadapi, dan saatnya kamu membuktikan hal tersebut.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mega Fitriyani
"Why worry?"
0SHARES