Dari Nyontek Sampai Titip Absen, Ini 7 Korupsi Kecil yang Sering Kita Lakukan

rumaysho.com

Pasti kita semua benci banget deh melihat berita di Indonesia yang isinya korupsi, korupsi, korupsi terus dari korupsi Pemilu sampai Operasi Tangkap Tangan (OTT) pejabat di seluruh wilayah se-Indonesia. Rasanya miris, melihat gaji mereka yang sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekunder, uang rakyat pula, masih kurang dan lalu menjadi alasan mereka untuk korupsi. Tapi kamu sadar nggak sih, kalau kita sendiri sering melakukan korupsi kecil dalam kegiatan sehari-hari. Ah masak sih? Nggak percaya?

1. Siapa yang pernah nyontek waktu ulangan atau ujian?
www.joe.ie

Bahkan meskipun lembar jawabnya sudah bertuliskan segala pepatah tentang kejujuran, ada nggak yang tetap melirik kanan kiri melihat jawaban teman? Yup. Menyalin hasil kerja orang lain sama artinya dengan nggak berusaha sendiri. Nilai yang kamu dapat nggak murni hasil usahamu. Bagaimana dengan si pemberi jawaban? Sama saja, itu ibarat pihak yang ‘menyuap’ atau menerima uang suap. Misal orang yang kamu kasih jawaban itu menjanjikan buat mentraktir bakso setelah ujian. Nah apa bedanya kamu sama penerima suap KTP elektronik?

2. ‘Nembak’ untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM)

www.riau24.com

Dari yang memalsukan tahun kelahiran sampai nggak ikut ujian berkendara, ada banyak praktiknya masalah SIM ini. SIM C dan SIM A sama saja korupnya. Parahnya, aparat kepolisian juga masih kecolongan atau malah dengan sengaja membiarkan hal-hal ini terjadi. Jadi ya, memang sudah mengakar budaya korupsi di Indonesia. Kalau kamu nggak mau ini berlanjut di anak cucu, kamu bisa mengubahnya mulai dari sekarang. Salah satunya dengan mengikuti jalur yang benar untuk mendapatkan SIM.

3. ‘Damai’ di tempat dengan polisi saat ditilang

blog.dekoci.com

Sebenarnya mekanisme tilang saat ini sudah sangat menjauhkan para pelaku suap baik dari pengendara maupun pihak kepolisian dengan adanya tilang elektronik dan metode pembayaran transfer. Pihak tertilang pun biasanya harus membawa bukti transfer ke pengadilan untuk mengambil STNK yang disita sementara. Masalahnya, masih ada saja orang yang nggak sabaran buat mengantri sidang, yang akhirnya membujuk polisi untuk ‘berdamai’ saja dengan jumlah uang yang dibayarkan lebih besar dari jumlah yang seharusnya.

4. Menyimpan uang kembalian saat disuruh orangtua beli sesuatu

mentari.online

"Dek, tolong belikan telur satu kilo di warung sebelah ya. Itu ambil uangnya di dompet Mama, bawa tiga puluh ribu aja,”

“Oke, Ma,”

Kembalian tujuh ribu bukannya dikembalikan ke Mama tapi malah ditilep sendiri. Buat beli basreng. Mamamu nggak akan keberatan, tapi sesungguhnya itu adalah tindak korupsi skala kecil. Karena kamu menggunakan uang yang bukan punyamu untuk kesenanganmu sendiri (kecuali Mama yang bilang ‘kembaliannya buat kamu’, itu beda lagi ya). Udah nilep berapa bulan ini?

5. Titip absen kuliah
www.kompasiana.com

“Bro, kesiangan gue bro. Absenin ya?” “Oke santai.” “Thanks, bro. Kapan-kapan gantian deh.” “Yoo.”

Siapa yang pernah begitu hayo ngaku! Titip absen juga sesungguhnya adalah masalah yang sangat sepele. Tapi, itu adalah kebohongan. Sedangkan yang hebat adalah ketika kamu berani jujur. Titip absen artinya kamu nggak mau mempertanggungjawabkan tindakan pribadi. Nggak berangkat ya udah, kosong aja presensinya. Seringkali kamu juga menjadi korban anak-anak yang doyan TA. Mau nggak nurutin, takut dibilang sok suci atau nggak setia kawan. Well guess what, yang mereka bilang sok suci atau nggak setia kawan itu namanya antikorupsi!

6. Mengutip tanpa menyebutkan sumber
www.theodysseyonline.com

Menulis makalah, artikel, esai, apa saja pasti butuh sumber dong. Bahkan menulis caption saja wajib menuliskan sumber lho kalau memang kamu mau mengutip kata-kata seseorang. Ingat kasus Afi Nihaya yang ternyata melakukan plagiasi terhadap tulisan dan video orang lain? Plagiasi itu nggak beda jauh sama korupsi. Kamu mengambil hasil karya orang lain, menirunya, dan mengakuinya sebagai karyamu sendiri. Ada yang pernah kayak gini?

7. Nggak ikut kerja kelompok tapi namanya dicantumkan

hedisasrawan.blogspot.com

Bahasa kerennya: free rider. Namanya kerja kelompok kan harusnya semua punya bagian ya. Tapi pasti ada saja yang hanya ‘read’ chat di grup kelompok, nggak mengerjakan tugas bagiannya tapi nongol ketika “Minta NIM-nya ya guys”. Pernah ngalamin? Ini juga korupsi, lho. Nggak ikut kerja tapi ikut menikmati nilainya. Wah wah.

giphy.com

Dari ketujuh tindak korupsi kecil-kecilan di atas, mana yang pernah kamu lakukan? Mana yang bisa dihentikan mulai dari sekarang? Yuk ah, berubah, untuk Indonesia tanpa korupsi. Apa bisa? Bisa, semua dimulai dari diri sendiri dulu.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Dari Ansos Sampai Malas Mikir, Ini Dampak Negatif Menonton Televisi

Dari Ansos Sampai Malas Mikir, Ini Dampak Negatif Menonton Televisi

Duh, Ini 8 Gaya Hidup Remaja Masa Kini yang Bikin Kita Prihatin

Duh, Ini 8 Gaya Hidup Remaja Masa Kini yang Bikin Kita Prihatin

Gaji Cuma Numpang Lewat? Berikut 7 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Berhemat

Gaji Cuma Numpang Lewat? Berikut 7 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Berhemat

Nerobos Palang Sampai Foto-foto, Ini 7 Kelakuan Ngeselin Pengguna Jalan Tol di Indonesia

Nerobos Palang Sampai Foto-foto, Ini 7 Kelakuan Ngeselin Pengguna Jalan Tol di Indonesia

5 Kesulitan yang Akan Dialami oleh Wanita Ketika Pertama Kali Menjadi Seorang Ibu

5 Kesulitan yang Akan Dialami oleh Wanita Ketika Pertama Kali Menjadi Seorang Ibu

Deretan Lagu Romantis untuk Pacar Kamu. Cocok nih Buat Karaoke Bareng

Deretan Lagu Romantis untuk Pacar Kamu. Cocok nih Buat Karaoke Bareng

loading