Dari Nonton Kereta Sampai Om Telolet Om, Ini 5 Tradisi Unik Ngabuburit di Indonesia

25 Mei 2018
|Chandra W.

Indonesia punya istilah sendiri untuk menyebut aktivitas menunggu waktu berbuka puasa: ngabuburit. Istilah ini berasal dari bahasa Sunda burit yang berarti sore. Sementara itu awalan nge dan suku kata bu bermakna dilakukan berulang kali. Jadi ngabuburit dapat diartikan menunggu sore setiap hari (dan kini lazim digunakan selama bulan puasa). Di seluruh Indonesia, masyarakat punya cara berbeda-beda untuk ngabuburit nih. Seperti apa ya keseruannya?

1. Nungguin kereta lewat sambil beli jajan

Pernahkah kamu naik kereta api pada bulan puasa dan melewati perlintasan-perlintasan dekat kampung menjelang waktu berbuka puasa? Di banyak tempat, pasar jajanan takjil untuk buka puasa digelar di sekitar rel kereta api. Orang-orang yang datang ke sana tak hanya bermaksud membeli kudapan berbuka puasa, tetapi juga sambil menonton kereta api yang lewat. Anak-anak kecil biasanya melambai-lambaikan tangan dengan antusias setiap ada kereta lewat. Kamu pernah begini juga?

2. Main layangan

Kalau musim sedang bagus dan angin bersahabat, banyak anak-anak akan berjalan ke lapangan atau sawah untuk bermain layangan. Paling enak dilakukan ketika matahari mulai rebah sekitar pukul empat atau lima sore. Tapi sepertinya bermain layangan untuk ngabuburit saat ini sudah jarang dilakukan ya. Lebih banyak yang memilih menonton televisi atau melakukan kegiatan apapun di dalam rumah. Di Majalengka biasanya anak-anak sampai orang dewasa pun menerbangkan layangan hias karena sudah jadi tradisi turun temurun dari tahun ke tahun. 

3. Kumbohan alias berburu ikan mabuk

Jangan tanya ikannya minum apa. Ikan mabuk ini adalah istilah bagi ikan yang kebingungan saat Sungai Bengawan Solo sedang surut. Ikan-ikan ini jadi lebih mudah ditangkap. Pada sore hari para warga di Lamongan yang tinggal dekat Bengawan Solo akan berburu ikan. Seru banget nih rame-rame. Kalau dapat, bisa dimasak untuk berbuka. 

4. Minta klakson bus dan truk di Jalur Pantura

Masih ingat "Om Telolet Om"? Nah ini sebenarnya tradisi yang dilakukan anak-anak di Jepara saat ngabuburit. Mereka akan berdiri di tepi jalan sambil menunggu bus atau truk dan berteriak "Om Telolet Om" atau membawa kertas bertuliskan sama. Mereka akan sangat senang ketika mendapatkan jawaban berupa klakson dari bus dan truk. Beberapa bahkan membawa handphone untuk merekamnya. 

5. Nongkrong di pinggir sawah

Beda tipis dengan nongkrong di pinggir rel kereta api, yang ini hanya pindah lokasi di pinggir sawah. Biasanya di jalan-jalan pinggiran sawah ada semacam bangunan jembatan kecil yang bisa untuk tempat duduk-duduk. Di sinilah para remaja biasanya duduk sampai matahari terbenam menjelang azan Maghrib. Ada juga yang begitu saja memarkirkan motor dan tetap nangkring di atas motor sampai waktu berbuka puasa tiba. 

Di antara kelima tradisi ngabuburit tadi, ada nggak yang pernah kamu lakukan? Bulan Ramadan memang bukan perkara puasa saja, ada banyak hal yang cuma bisa kita temui saat bulan Ramadan seperti tradisi-tradisi di atas. Dan sering kali, tradisi atau kebiasaan inilah yang bikin kita makin rindu akan hadirnya bulan Ramadan. Iya, nggak?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
SHARES