Ciptakan Alat Musik Unik Dari Bambu 'Rasendriya', Pria Majalengka Ini Mendunia

01 Desember 2017
|Chandra W.
0SHARES

Apa yang ada di pikiranmu ketika membicarakan soal alat musik bambu? Mungkin dalam pikiranmu akan terbersit angklung. Ya benar juga sih. Tapi ternyata ada pemuda asli Majalengka yang membuat alat musik berbahan bambu yang lain daripada yang lain. Pemuda ini bernama Rizal Abdulhadi. Ia menciptakan sendiri alat musik bernama Rasendriya. Hebatnya, alat musik ini bisa membawanya ke mancanegara, dari Malaysia sampai Meksiko! Bagaimana ceritanya?

1. Rizal menciptakan alat musik petik, tiup, dan pukul yang ia beri nama Rasendriya

Gitar, celempung, dan perkusi dalam satu alat musik saja? Yup. Namanya Rasendriya. Jenis musik yang dihasilkan Rasendriya adalah musik rakyat atau folk music. Alat ini diciptakan Rizal lima tahun yang lalu.

2. Rizal mengenal musik kontemporer dari tanah kelahirannya, Majalengka

Ia bergabung dengan komunitas musik di Desa Jatitujuh. Menurut Rizal, ia tidak pernah bermusik untuk tujuan ketenaran. Musik yang ia mainkan adalah pesan dan harapan bagi pendengarnya. Ia sempat kuliah di Bandung lalu drop out dan melanjutkan hidupnya di Lombok.

3. Di Lombok, ia bertemu musisi favoritnya, Ari Julian

Sejak di Majalengka, Rizal bermain di acara komunitas satu ke komunitas lain. Uangnya lalu diberikan ke anak-anak kecil atau disumbangkan ke panti asuhan atau dibuat sablon kaos yang hasilnya juga disumbangkan untuk kaum yang kurang beruntung. Bermusik bagi Rizal adalah media untuk melakukan aksi sosial. Bermodal gitar dari Bandung ke Lombok, ia meneruskan aksi sosialnya.

4. Rizal ternyata juga adalah seorang aktivis yang turut bermacam aksi membela orang-orang tertindas

Ia turut dalam barisan terdepan kala perobohan sekolah di Sumatera, aksi menuntut perbaikan rumah setelah bencana di Majalengka, hingga berjalan kaki sejauh 40 kilometer mendampingi kaum minoritas, dan turut menyaksikan aksi menjahit mulut petani di depan Istana Negara. 

5. Perjuangannya yang lain adalah menyelenggarakan workshop di Ubud dan di mana saja ia singgah

Ia membuka studio workhop di Ubud dan di Australia. Di sini ia tak hanya mengajari membuat Rasendriya tetapi juga menghasilkan barang bermanfaat dari bambu. Menurut Rizal, alat musik dari bambu pasti lebih murah dan tidak harus menunggu kayu pohon lain yang tumbuhnya lama. Meski demikian, ia hanya membuat Rasendriya dalam jumlah terbatas dan tidak menjualnya. Jika ada yang berminat akan ia ajarkan cara pembuatannya. Karena concern terhadap bambu ini pula Rizal menjadi satu-satunya orang Indonesia yang diundang ke Kongres Bambu Dunia di Meksiko pada tahun 2015 lalu.

6. Rizal juga telah mengeluarkan album kelima yang berjudul Hope

Sesuai namanya, album berisi 15 lagu ini bercerita tentang orang-orang yang tak pernah berhenti berharap dan orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk membuat perubahan. Orang-orang yang dimaksud Rizal di antaranya Nelson Mandela, RA Kartini, Soekarno, dan Mahatma Gandhi. Tentu Rasendriya juga mengiringi lagu-lagunya di album ini. 

Tahun ini Rizal dijadwalkan akan keliling Asia, dari Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, hingga India. Sedangkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir sejak ada Rasendriya, ia telah mengunjungi puluhan negara di berbagai benua tak hanya untuk bermain musik, tapi juga untuk berbagi ilmu tentang bambu sebagai bahan yang sustainable untuk dibuat berbagai produk. Sosok seperti Rizal inilah yang patut dicontoh. Ia benar-benar menjalani hidup yang dia inginkan dan berguna bagi banyak orang.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES