Cinta Tapi Bimbang, Ini yang Kamu Rasakan Ketika Menjalani Pacaran Beda Agama

24 Oktober 2017
|Chandra W.
0SHARES

Pacaran tuh ada aja halangannya. Dari ditikung, ketikung, diselingkuhin, tiba-tiba harus Long Distance Relationship (LDR) sampai LDR yang lain yaitu Long Distance Religion alias hubungan berbeda agama. Cinta memang nggak pandang bulu, apalagi pandang agama. Mana bisa kita memilih hendak jatuh cinta ke orang yang agamanya sama dengan kita? Cinta kan universal. Setiap manusia berhak untuk jatuh cinta kepada siapa saja tanpa meihat latar belakang apapun termasuk agama.

1. Sayangnya kita nggak hidup di dunia imajinasi di mana perbedaan agama adalah hal biasa dan tidak menghalangi kesempatan untuk bisa bersama

Let’s face it. Kita hidup di Indonesia, di mana sila pertama dasar negaranya berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Urusan agama nggak bisa macam-macam. Agama mendasari segala yang kita lakukan di  negara ini. Di KTP aja nggak ada pilihan untuk nggak mengisi kolom agama 'kan?

2. Pernikahan pun hanya diakui jika dilaksanakan ketika kedua mempelai menikah dalam keadaan beragama sama

Tujuan utama pacaran adalah untuk putus. Bisa karena berpisah, bisa karena menikah. Pasti kita berharap putusnya karena menikah dong. Tapi, kalau pacarmu beda agama denganmu, yakin bisa? gini-gini nih yang bikin galau.

3. Mau lanjut, nggak ada harapan. Nggak lanjut, udah terlanjur sayang.

Semua kriteria pasangan idamanmu ada di dia. Cuma satu hal itu yang berbeda. Tiap hari dalam hati kamu selalu bertanya, ‘kenapa?’ Kenapa harus dia, kenapa kalian dilahirkan dengan keyakinan berbeda. Katanya perbedaan itu indah, tapi kok nggak bisa dipersatukan? Mau dilanjutkan, kalian sama-sama tahu masa depan masih blur, gelap malah. Tapi kalau disudahi, apa iya bisa menemukan yang sama cocoknya? Dilema. Dilema setiap saat.

4. Ada sih yang salah satunya mengalah, tapi apa kamu juga mau seperti itu?

Dalam beberapa kasus, ada hubungan beda agama yang berakhir di pernikahan, diakui negara, legal. Salah satu pihak mengalah untuk menganut agama kekasihnya. Kalau memang salah satu dari kalian nggak keberatan sih nggak apa-apa. Tapi ini masalah agama lho. Keyakinan. Apa iya kamu mau mengkhianati apa yang sudah kamu percayai sejak lahir ke dunia ini?

5. Sakit hanya tinggal menunggu waktu aja

Masalahnya bukan apakah dia kan menyakitimu atau hubunganmu bakal bubar karena sesuatu yang lain. Kalian sebenarnya sama-sama sadar akhir dari hubungan ini menyakitkan. Tinggal menunggu waktu saja...kapan meninggalkan atau ditinggalkan karena beda prinsip.

6. Kamu merasa dunia ini nggak adil. Semua agama mengajarkan cinta kasih, tapi kenapa nggak boleh bersatu kalau beda agama?

Gimana ya, dear. Pilihannya cuma dua: take it or leave it. Kecuali kalian pindah ke negara yang bisa melegalkan pernikahan beda agama sih. Terus pindah kewarganegaraan juga. Tapi prosesnya juga nggak akan sesederhana itu. Belum lagi urusan yang berkaitan sama keluarga. Apa iya kamu tega meninggalkan orang-orang yang kamu sayangi di Indonesia beserta semua kenangannya?

Memang hidup ini kadang nggak adil. Tapi, bukan cuma kamu kok yang merasakannya. Tentang apakah pacaran beda agama ini sebaiknya dilanjutkan atau enggak, kamu sudah dewasa. Sudah bisa memutuskan yang terbaik untuk kalian berdua. Apapun keputusannya dan seberapapun sakitnya, semoga hal-hal baik akan mendatangimu setelahnya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES