Cek Kesehatan Sebelum Nikah Takut Dibilang Hamil Duluan? Ini Kata Sarwendah

23 April 2018
|Chandra W.
0SHARES

Ratusan ribu pasangan menikah di Indonesia setiap tahun. Dari jumlah yang begitu banyak tersebut, berapa banyak yang melakukan tes kesehatan? Berapa banyak yang sadar bahwa mengetahui apa saja yang ada di tubuhnya dan calon pasangannya adalah hal penting? Jawabannya bisa kamu temukan di sekitarmu sendiri. Tanyakan pada saudaramu yang sebentar lagi menikah, apakah mereka akan melakukan tes kesehatan dulu atau langsung akad dan resepsi. Sejauh ini, masih banyak yang menolak untuk uji lab sebelum menikah dengan berbagai alasan. 

Sayangnya alasan penolakan ini seringkali tak berhubungan langsung dengan kesehatan. Ada yang beralasan,

"Ih, nanti kalau ketahuan ada apa-apanya terus nggak jadi nikah gimana?" atau

"Ah nggak usah tes lah, wong cinta apa adanya kok,"

Lho, ini bukan masalah cinta apa adanya, sobat kepo. Dengan mengetahui apa yang terjadi dengan tubuh sendiri dan pasangan, ada banyak masalah yang bisa diminimalisir kelak jika terjadi setelah menikah. Kita bisa mengambil contoh kasus yang terburuk. Misalnya, salah satu dari dua calon pengantin ada yang bermasalah dengan fertilitas atau kesuburannya. Ketika hal itu terdeteksi sebelum menikah, maka hal itu bisa didiskusikan lagi mumpung belum terlanjur ijab. Apakah keduanya mau dan bisa menanggung segala risikonya dan tetap menikah atau bagaimana baiknya, bisa dirembug bersama untuk menemukan jalan tengah bagi semua pihak.

Salah satu penyakit yang berpotensi menyerang perempuan adalah kanker serviks. Ada banyak kasus di mana penderitanya tak sadar bahwa sel jahat itu telah tumbuh hingga stadium lanjut bahkan stadium akhir karena gejalanya tidak kentara sejak awal. Sebut saja mendiang Julia Perez. Virus yang menyebabkannya, human papillovirus (HPV) sebenarnya bisa menyerang perempuan dan laki-laki, hanya beda anggota tubuh yang diserang meski masih di area kelamin dan alat reproduksi. Pencegahan kanker serviks bisa dilakukan sejak usia 9-10 tahun, namun banyak orang belum sadar akan pentingnya hal tersebut. Sarwendah sebagai Duta Kanker Serviks pun menyadari hal ini. 

Saking tidak sadarnya, banyak orang baru vaksinasi HPV menjelang menikah. Padahal imunisasinya harus dua sampai tiga kali. Sarwendah sendiri telah suntik HPV dua kali, lalu hamil sehingga yang ketiganya harus menunda hingga ia melahirkan. Padahal suntik HPV jauh lebih penting dilakukan ketika seseorang belum pernah melakukan hubungan seksual dan/atau menikah. Budaya Indonesia yang terkadang berprasangka buruk juga menjadi salah satu faktor mengapa para calon manten enggan periksa.

"Takut dikira hamil duluan."

Lho, lagi-lagi, sebenarnya itu bukan masalah. Ya biar saja orang-orang mengira kamu hamil duluan. Toh waktu kelahiran bayimu sendiri yang akan menunjukkan kenyataan yang sebenarnya. Toh orang-orang yang menggosipkanmu itu juga tak akan menanggung biaya pengobatan jika sampai kamu jatuh sakit setelah menikah. Lebih baik mencegah daripada mengobati. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES