Cara Mudah Menjadi Sineas Muda dengan Bikin Short Movie Sendiri

unsplash.com

Suka menonton adalah langkah pertama untuk menjadi sineas muda. Sineas adalah istilah umum bagi orang yang punya keahlian di bidang film. Punya keinginan untuk membuat film pendek? Buat film pendek pertamamu dengan cara berikut.

Sesuai dengan namanya, film pendek tentu punya durasi film singkat. Film pendek tergantung pada sang creator. Bukan durasi yang penting, melainkan ide dan pesan yang disampaikan langsung pada penonton.

Semakin bervariasinya film pendek saat ini membuat cara pandang mengenai sebuah film jadi terbuka. Kontribusi karya ini semakin dihargai dengan adanya penghargaan film pendek di dalam maupun luar negeri. Karya ini dapat dijadikan ruang untuk mengekspresikan idenya secara leluasa.

1. Siapkan ide

pixabay.com

Hal pertama yang harus disiapkan adalah membuat ide cerita. Ide =ini penting sebagai kunci sebuah film pendek yang akan kamu hasilkan. Nggak peduli sebagus apa alat yang digunakan, kalau idenya nggak bagus pasti film pendek itu nggak bakal ada.

Menemukan ide cerita adalah tahap awal yang harus dilakukan. Bisa didapat dari isu yang berkembang di masyarakat, mitos, legenda suatu daerah, khayalan, atau hasil remake dari novel bacaan sebagai ide film.

Tapi pastikan kalau remake pelu izin dari yang punya novelnya. Ide ceritanya nggak harus beda sama film yang sudah ada. Tema yang sama dengan eksekusi berbeda juga tidak apa-apa. Ini film pertamamu, tentu kesempurnaan itu masih jauh. Coba saja dulu!

2. Riset cerita

pixabay.com

Setelah punya ide, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah melakukan riset. Ini bertujuan untuk mencari tahu latar belakang cerita yang ingin kalian angkat. Bisa diambil dari berbagai buku dan literatur.

Jika ide kalian mengangkat soal isu sosial di masyarakat, tentu harus tahu bagaimana hal tersebut sangat berpengaruh bagi lingkungan tesebut. Risetnya bisa dilakukan dengan browsing dan banyak bertanya dengan orang yang mengalami hal yang menjadi ide ceritamu.

Riset ini juga berlaku untuk eksekusi film. Bagaimana kondisi lapangan saat akan shooting nanti, bagian mana yang akan diambil, dan lain halnya.

3. Naskah dan footage

pixabay.com

Biasanya setelah melakukan riset, kamu akan langsung membuat alur cerita beserta sinopsisnya. Alur cerita bisa memudahkanmu untuk menentukan siapa saja yang akan diangkat sebagai tokoh utama. Biasanya kamu bisa menentukan tokoh tersebut dari hasil riset di lapangan.

Dari sinopsis ini bisa jadi alur untuk mendapatkan data. Kamu bisa menentukan langka untuk mewawancarai siapa, daftar pertanyaan yang perlu disiapkan, dan teknik pengambila gamabr.

Setelah pengambilan gambar selesai, kamu bisa melanjutkan dengan membuat script atau naskah. Hal ini dibutuhkan agar cerita tidak keluar jalur. Pemain bisa menghafal dialog, sutradara tidak menambah scene yang tidak dibutuhkan, dan pengarah foto bisa mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk stok video.

4. Peralatan
pixabay.com

Peralatan ini penting. Peralatan untuk film pendek gak akan seribet film besar berdurasi 50 menit. Kamera yang digunakan tidak harus DSLR. Kamera smartphone juga bisa. Yang dibutuhkan hanyalah memori yang besar dan baterai yang penuh agar tidak mati tiba-tiba.

Jika butuh tambahan alat, ada tripod dan lighting untuk memperbaiki kualitas video agar tidak terlalu gelap. Jika mau flmya jadi bagus, ada baiknya untuk menggunakan lensa kamera yang profesional.

Beberapa kamera smartphone bisa merekam cukup baik tapi tidak bisa merekam dengan durasi cukup lama. Bawalah memori dan baterai cadangan agar saat di lokasi shooting tidak panik.

5. Pangambilan gambar
pixabay.com

Kalau semua sudah siap, kamu bisa melangsungkan pengambilan gambar. Kamu harus minta izin jika memang menggunakan orang atau tempat khusus seperti kafe atau museum. Apalagi jika mewawancarai orang. Jangan tiba-tiba langsung datang tanpa mengabari narasumber.

Rekam semua gambar yang ada di naskah. Mulai dari footage atau gambar stock shoot, gambar utama, bahkan jika salah jangan dihapus. Ambil semua gambar yang bisa diambil baik yang sesuai maupun improvisasi di luar naskah. Diutamakan semua gambar yang ada di naskah sudah diambil tanpa ada satu scene yang tertinggal.

6. Editing

pixabay.com

Jika proses pengambilan gambar sudah selesai, waktunya editing. Proses ini adalah menyatukan gambar yang sudah diambil sebelumnya. Editing penting untuk melihat sebuah rangkaian cerita dari alur yang sudah dibentuk ke naskah dan dijadikan bentuk audio visual.

Mengedit video ini bisa menambahkan efek khusus jika memang diperlukan. Ada yang namanya color grading, efek, transisi dan text untuk memperindah film pendek kalian.

7. Share video

pixabay.com

Sayang kalau sudah selesai editing hanya dinikmati oleh kamu dan kru film pendek kamu saja. Kamu bisa share film pendek ini ke berbagai platform video yang ada. Biarkan netizen sedunia yang mengomentari videomu dan memberi masukan untuk film pendek selanjutnya.

Begitu banyak cara menuju Roma, juga begitu banyak cara menjadi seorang sineas. Jangan takut kalau film pendek pertamamu menuai banyak komentar. Justru jadikan itu semua sebagai perbaikan di film buatanmu yang selanjutnya.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Siap Guncang Box Office, Ini Daftar Film Superhero yang Bakal Tayang 2020-2022 | Keepo.me

Siap Guncang Box Office, Ini Daftar Film Superhero yang Bakal Tayang 2020-2022 | Keepo.me

Merasa Kesepian Walau Sudah Punya Pasangan? Ini Penyebabnya!

Merasa Kesepian Walau Sudah Punya Pasangan? Ini Penyebabnya!

Mau Konten Audio yang Jernih? Pakai Aplikasi Perekam Suara PC Ini! | Keepo.me

Mau Konten Audio yang Jernih? Pakai Aplikasi Perekam Suara PC Ini! | Keepo.me

Bukan Sekadar Topping, Kebaikan untuk Kesehatan Ini Bisa Didapat dari Wijen

Bukan Sekadar Topping, Kebaikan untuk Kesehatan Ini Bisa Didapat dari Wijen

Lupakan Rasa Pahitnya, Manfaat Pare Ini Berikan Efek Baik untuk Badan dan Wajahmu | Keepo.me

Lupakan Rasa Pahitnya, Manfaat Pare Ini Berikan Efek Baik untuk Badan dan Wajahmu | Keepo.me

Cemburu: Memperkuat Atau Memperlemah dalam Hubungan?

Cemburu: Memperkuat Atau Memperlemah dalam Hubungan?

loading