Cara Biar Nggak Kepikiran, Saat Cowokmu Belum Melamar Juga

13 Maret 2017
|Pristiqa Wirastami
Life
0SHARES

Sudah pacaran lama tapi dia tak melamarmu juga, membuatmu terus bertanya-tanya. "Sebenarnya dia serius nggak sih?", adalah pertanyaan yang seringkali menghantuimu. Entah mengapa sejak dulu, menikah selalu menjadi patokan kebahagiaan seseorang. Dia yang belum menikah, jangan harap bisa bahagia.

Padahal menikah dan bahagia bukanlah dua kata yang memiliki makna sama. Sebelum meragukan keseriusan pacarmu, ada baiknya kamu memilih bersabar dulu. Sampai akhirnya kalian menemukan jalan untuk melangkah ke jenjang selanjutnya. Bukannya menyarankan untuk menunda. Namun menikah adalah salah satu keputusan besar dalam hidup, untuk memutuskannya pun dibutuhkan pemikiran yang matang.

1. Lihat cara dia berjuang dulu. Mungkin ada perjuangan mati-matian yang tak diceritakan padamu

Jangan langsung menjudge pacarmu tak serius, hanya karena lamaran darinya belum kunjung datang. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah lihat dulu bagaimana cara dia berjuang selama ini. Apakah dia terlalu asyik dengan gaya hidup yang serba hura-hura atau dia mati-matian bekerja keras untuk mengumpulkan tabungan masa depan? Sebagai orang terdekatnya, selain keluarga, tentu kamu bisa jeli melihat sosoknya.

Kalau dia memang sosok yang pekerja keras dan mau berjuang mati-matian, mungkin sekarang ia sedang mempersiapkan masa depan bersamamu. Hanya saja waktunya tak bisa cepat seperti laki-laki lain. Dia pun memilih berjuang dalam diam. Ketika waktunya tiba, kamu tentu adalah orang yang pertama tahu. Ketika memilihnya sebagai pasangan, kamu toh seharusnya sudah bisa menerima segala konsekuensinya.

2. Kamu boleh bertanya soal batasan waktu yang harus ditentukan. Setelahnya, kamu cuma perlu bersabar

Atau untuk mengurangi kekhawatiranmu soal keseriusannya, kamu bisa bertanya mengenai batas waktu yang dia tentukan untuk sampai akhirnya nanti melamarmu. Ketika dia bisa menentukan kapan batas waktu itu, setelahnya kamu hanya butuh bersabar. Dia adalah pria yang kamu kenal tidak dalam waktu satu atau dua hari. Kamu pun seharusnya mengerti, bahwa tidak ada kepura-puraan dalam setiap perkataannya.

3. Cobalah untuk terus berjalan, tuntaskan mimpi-mimpi yang kamu rancang sendirian

Mimpi bekerja di perusahaan media, melanjutkan S2, atau ingin buka usaha cafe sendiri sudah kamu rencanakan sejak dulu. Tapi selalu saja ada hal yang membuatmu mengurungkan niat untuk memulai. Sembari menunggu dia yang juga masih mengejar mimpinya, kenapa kamu tak juga berusaha untuk mengejar mimpimu sendiri?

Bukan berarti harus mengesampingkan mimpi berdua dan malah mementingkan mimpi pribadi. Namun setidaknya sebelum kalian menjadi suami istri, setidaknya sudah ada mimpi pribadi yang harus dituntaskan terlebih dahulu. Agar nantinya ketika sudah bersama, kamu dan dia sudah fokus pada mimpi berdua.

4. Bukan soal kapan dia akan melamar. Menjalani komitmen ini, kamu hanya perlu menaruh percaya padanya

Pada akhirnya, kamu hanya butuh percaya padanya saja. Kalau kamu memang benar mengenalnya dengan baik, kamu tentu akan merasakan keseriusannya pula. Ini bukan kapan dia akan melamar, namun komitmen memang harus sepaket dengan kesabaran dan kepercayaan. Karena komitmen bukanlah hal yang bisa diubah-ubah begitu saja, seiring dengan suasana hatimu. Kalau masih ada kebimbangan yang kamu rasakan, mungkin selama ini perasaanmu padanya memang tak sedalam itu.

Kamu boleh saja khawatir dengan dia yang tak kunjung melamar. Namun menikah jelas keputusan besar, yang perlu mencurahkan tenaga dan pikiran sebelum berkata "iya" atas lamarannya. Kalau kamu takut tak segera dilamar karena takut ketinggalan dengan teman-temanmu lainnya yang sudah berkeluarga, mungkin pola pemikiranmu yang selama ini salah.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Pristiqa Wirastami
"For the sake of happines, I do writing."
0SHARES