Buka Bersama Teman Lama Selalu Berakhir Wacana? Wujudkan Jadi Nyata dengan 5 Cara Ini!

02 Juni 2018
|Chandra W.

Salah satu momen paling ditunggu selama bulan puasa adalah buka bersama. Ini merupakan kesempatan untuk menjalin kembali silaturahmi dan merekatkan kembali hubungan yang telah merenggang dengan saudara jauh, kawan lama atau bahkan mantan. Khusus urusan dengan teman lama, berapa banyak di antara kalian yang telah merencanakan buka bersama di grup WhatsApp yang ujung-ujungnya hanya 'iya, terserah, gue nurut tempat sama waktunya' dan akhirnya batal karena semuanya bersikap santai sementara bulan puasa terlanjur usai? Biar nggak terulang lagi, ikutin cara-cara ini yuk. 

1. Tentukan siapa yang akan menjadi seksi repot

Kalau semua main terserah saja dan berpikir 'yang penting udah ada yang mengajak', sampai kapanpun juga nggak akan jadi. Harus ada yang merelakan diri (atau menunjuk orang) untuk menjadi seksi repot. Kalau bisa jangan hanya satu orang, kasihan soalnya. Setidaknya dua orang harus mau mencari tempat bertemu, menemukan waktu yang semua orang bisa berangkat dan seterusnya.

2. Jika banyak yang ikut, bentuk kepanitiaan

Jika teman lama yang berbuka hanya sedikit, nggak perlu membentuk kepanitiaan. Tapi jika bukber sekaligus reuni kelas atau angkatan, perlu diadakan kepanitiaan kecil. Tugasnya menyebar undangan (via medsos), booking tempat, dan sebagainya. 

3. Tentukan besaran iuran

Jangan sampai buka bersama malah membuat suasana nggak enak karena besaran iurannya nggak memandang keadaan finansial semua anggota. Pilih tempat atau paket menu yang semua orang bisa dan ikhlas membayarnya. Ingat, tujuannya bukan pamer-pamer di media sosial, melainkan kembali merekatkan ikatan silaturahmi. 

4. Segera buat keputusan

Nggak perlu menanyakan pendapat semua orang, karena ujung-ujungnya keburu lebaran. Buat keputusan dalam lingkup panitia, lalu bagikan ke anggota lain. Yang penting tetap dapat memenuhi kebutuhan mayoritas. Nggak semua kepentingan bisa dimenangkan. Dari pada nggak jadi bukber, lebih baik buat keputusan yang bisa menyenangkan banyak pihak. 

5. Utamakan kebersamaan, bukan kemewahan

Ingat lagi, buka bersama tujuannya adalah membangun kembali kebersamaan. Bukan tentang kemewahan yang akan diunggah ke media sosial agar banjir pujian. Banyakin ngobrol, cukupin foto. 

Yuk, dijadikan kenyataan. Jangan diwacanakan lagi. Jangan sampai bulan Ramadan yang seharusnya untuk menyambung tali silaturahmi malah berakhir membuat saling kesal karena buka bersama hanya sebatas wacana.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
SHARES